
naura sahabatny alana aku yakin alvaro gak akan suka luh buly sahabat pacarny"ucap devan langsung menarik tangan naura berdiri
wilona yang melihat alvaro menarik naura untuk pergi dia segera mengambil minuman yang ada di meja dan langsung melemparkan ny ke arah naura
devan yang melihat apa yang di lakukan wilona devan langsung menarik naura ke pelukany dan membalikan tubuhny hingga gelas berisi minuman itu jatuh mengenai punggung devan
devan memeluk naura begituh erat karna sedikit pecahan belingny mengenai punggung devan
naura yang merasa pelukan devan semangkin erat hanya bisa diam memejamkan matany "ka devan dia melindungi ku "guman naura dalan hati
deg deg
wilona berlari ke arah devan dan naura "ka devan "ucap wilona
"jangan sentuh gw"ucap devan tajam wilona
"aku gak bermaksud melukai kk"ucap wilona
"terus maksud luh mau celakai naura hah luh udah gila"ucap devan
naura mulai memundurkan langkahny dan menatap devan naura melihat telapak tangany yang berdarah karna menyentuh punggung devan
"devan luh kenapa"ucap haikal yang baru datang
"ini ulah nenek sihir tuh kk sama adek ga ada bedany meresahkan"ucap devan kesal
"punggung luh berdarah tuh dev"ucap haikal
"yah jelas lah dia lempar pake gelas"ucap devan
"dev aku bener bener gak sengaja harusny itu mengenai naura kamu kenapa malah lindungi dia"ucap wilona
"ouh jadi kalo tuh gelas mengenai naura luh gak salah gituh"ucap devan
"ada apa ini"ucap seorang guru datang
"ini bu wilona dia membuly teman sekelasny apa hal ini akan di biarkan karna yang dia lakukan keterlaluan dia lempar gelas berisi minuman ini ke arah naura karna saya melindungi naura aku lah yang kena lihat bahkan punggung ku berdarah apa kalian sebagai guru akan diam saja "ucap devan kesal
"devan maaf atas kelalaian kami sebagai guru kamu jangan hawatir wilona akan di tindak lanjutin lagi"ucap guru
"tapi bu "ucap wilona protes
"gak ada tapi tapi sekarang temuin ibu di ruang guru ibu tunggu"ucap guru itu lalu pergi meninggalkan kantin
wilona menatap kesal naura lalu pergi menyusul guru tadi
naura menatap devan"maaf yah ka punggung kk jadi berdarah karna aku"ucap naura
"baguslah kalo kamu sadar makany kalo di buly tuh jangan diam aja"ucap devan
"yah aku kan"ucap naura
__ADS_1
"aku kan apa mau bilang kalo kamu ga mau ibu kamu kenapa kenapa makany ibu kamu jangan di jadikan kelemahan kamu tapi jadiin kekuatan kamu"ucap devan
"ka devan jangan marah marah terus aku obatin lukany yah kita ke uks"ucap naura
devan mengangguk
naura membantu devan berjalan ke uks haikal terus memperhatikan naura dan devan yang menjauh
"kayany bakal ada alvaro dan alana yang ke dua "guman haikal memandangi kepergian devan dan naura
di uks
devan membuka kancing seragamny membuat naura menjadi gugup
devan memperhatikan naura yang gugup"gimana luh mau bantu gw kalo luh gugup kaya gituh"ucap devan
"maaf ka aku"ucap naura
"belum pernah liat cwok telanjang "ucap devan membuat naura hanya diam
naura mengambil kotak p3k lalu mengambil kapas dan alkohol untuk mengobati punggung devan
beberapa menit kemudian naura selesai mengobati luka devan
"tolong ambilkan jaket ku di dalam tas"ucap devan menunjuk tasny
naura menurut dan mengambil jaket di dalam tas devan dan memberikan ny pada devan
"sebagai tanggung jawab kamu cuci seragam aku yang udah kena darah karna melindungi kamu"ucap devan
naura langsung mengambil jaket devan "kalo gituh aku ke kelas "ucap naura
devan mengangguk
naura pergi meninggalkan devan sambil bergumam "kalo gak ikhlas ngapain coba nolong aku"ucap naura berjalan keluar uks
"aku mendengar keluhan mu nau"teriak devan membuat naura menghentikan langkah dan naura langsung berlari ke kelasny
di rumah alvaro
alana berdiri di depan cermin menatap diriny
alavaro memeluk alana dari belakang "selamat pagi sayang"ucap alvaro
"kenapa kk bikin tanda banyak banget di leher aku kalo sampai papah mamah lihat gimana"ucap alana cemberut
"yah gapaph dong mereka juga faham kalo punya istri secantik kamu tuh gak bisa di anggurin"ucap alvaro
"kk harus tepatin janji kk buat mulai belajar di perusahaan papah aku sama sekali gak takut miskin ka tapi aku gak mau kk jadi anak durhaka meskipun mamah papah yang salah kk harus memaafkan mereka
jika kk bisa berdamai dengan orang tua kk percaya lah evelyn akan bahagia di atas sanah "ucap alana
__ADS_1
"kasih aku waktu yah ana ini gak mudah buat aku tapi kalo soal kerja di perusahaan papah akan aku turutin karna aku juga gak mau istri aku nafkahny dari papah ku bukan dari aku "ucap alvaro
alana tersenyum dan mengangguk
"kamu beneran mau terima buat kerja di perusahaan papah"ucap mahen
"iyah itu aku lakukan demi istri aku"ucap alvaro
"gappah nak papah seneng meskipun kamu mungkin masih belum memaafkan kesalahan papah dan mamah "ucap mahen
nesya pulang ke rumahnya dengan wajah kesalny
"kamu kenapa nes pulang pulang ko wajahnya cemberut "ucap ronald
"gimana aku gak kesel pah hari ini aku mulai deketin alvaro tapi dia malah gak sekolah aku kesel banget jadiny"ucap nesya
"lah kenapa kamu gak ke rumahny aja hal pertama yang harus kamu lakuin ambil hati orang tuany alvaro"ucap ronald
"tapi papah kan tau mereka juga membenci ku karna aku udah menghancurkan kebahagiaan putri mereka"ucap nesya
"bukan anak papah namany kalo nyerah gituh aja"ucap ronald
"papah bener juga yah oke mau dandan dulu udah itu aku bakal temuin alvaro "guman nesya tersenyum licik
"ka aku tuh lagi ngerjain tugas kenapa sih kamu ganggu mulu"ucap alana kesal karna alvaro yang terus nempel padany
"yah abis kalo gak ganggu kamu tuh kaya ada yang kurang"ucap alvaro
tok tok tok seseorang mengetuk pintu kamar alvaro
alavaro langsung membukany
"ada apa bi"ucap alvaro
"ehm itu tuan di bawa ada nona nesya katany mau ketemu tuan alvaro saya udah bilang kalo tuan sedang istirahat tapi non nesya tetap pengen tunggu tuan"ucap bi maya
"alvaro "ucap nesya yang berdiri tak jauh dari mereka
nesya berlari ke arah alvaro dan langsung memeluk ny"aku kangen banget sama al"ucap nesya memeluk alvaro
alana yang berdiri di belakang alvaro hanya bisa diam"kenapa rasany sakit saat nesya memeluk ka alvaro dada aku sesek liat itu "guman alana dalam hatiny
alvaro mendorong nesya agar melepaskan pelukan ny
nesya terkejut menatap alana ada di kamar alvaro
"ko alana ada di kamar kamu alvaro"ucap nesya membuat alvaro dan alana saling menatap
deg
Bersambung
__ADS_1
jangan lupa like komen vote dan Favorite