
alvaro mengemgam tangan alana"aku tidak terobsesi sama kamu alana aku mencintai kamu dengan tulus "ucap alvaro
"aku tau ka aku juga mencintai kk"ucap alana
mahen devan dan haikal mendekati alana dan alvaro
"ayok bawa alvaro ke rumah sakit"ucap mahen
haikal dan devan langsung membopong alvaro
"kamu tenang alana semuah akan baik baik alvaro anak yang kuat"ucap mahen
"aku takut pah ka alvaro ayok buka mata mu"ucap alana
beberapa menit kemudian mereka sampai di rumah sakit
alvaro langsung di bawa ke dalama ruang icu
"alana kamu kenapa kaki mu berdarah "ucap devan terkejut semuah orang menatap alana
"perut aku sakit ka"ucap alana
brug alana pingsan
"alana "teriak mahen dia langsung mengangkat tubuh alana membawa ke ruangan sebelah alvaro
"devan cepat panggil dokter"ucap mahen
"baik om"ucap devan berlari memanggil dokter
dokter segera meriksa alana
"gimana dok kondisi menantu saya"ucap mahen
"maafkan saya tuan saya gak bisa selamatkan bayi dalam kandungan menantu tuan"ucap dokter
"apa maksud mu menantu ku hamil"ucap mahen tidak percaya
__ADS_1
"apa tuan tidak tau usia kandungan ny mungkin baru dua minggu karna kandungan nya itu lemah hingga tidak bisa di selamatkan "ucap dokter
mahem langsung ambruk namuh di tahan oleh devan"om yang tenang jangan banyak pikiran "ucap devan
"om bingung dev gimana jelasin sama alana sama alvaro soal mereka kehilangan bayi mereka"ucap mahen menatap alana yang terbaring tak sadarkan diri
beberapa menit kemudian bela lukman dan ratna baru sampai di rumah sakit
"jadi alana keguguran "ucap ratna
"maafkan aku karna telat menyelamatkan ny"ucap mahen
"sudahlah pah jangan menyelahkan diri sendiri bagaimana kondisi alana dan alvaro sekarang "ucap bela
"alvaro masih di tanganin dokter kata dokter mereka harus mengeluarkan peluru di tubuh alvaro sedangkan alana kondisiny masih cukup kita berdoa semoga mereka cepat sadar"ucap mahen
di ruang icu seorang dokter keluar dari ruang itu
"dok gimana keadaan anak saya"ucap mahen
"ambil saja darah saya dok darah alvaro cocok dengan saya "ucap mahen
"kalo begituh mari ikut saya"ucap dokter
beberapa menit kemudian mahen selesai mendonorkan darahny
"tuan nyonya nona alana sudah bangun"teriak seorang suster
mahen bela ratna dan lukman segera ke ruangan alana
"alana"panggil ratna
"ibu ayah mamah papah perut ku sakit sekali kenapa"ucap alana membuat semuah orang terdiam
"alana maafkan papah gak bisa selamatkan anak mu "ucap mahen
"anak apa maksudnya pah"ucap alana
__ADS_1
"kamu hamil kenapa gak cerita sama kami"ucap mahen
alana meraba perutny"aku gak tau aku hamil pah aku gak menyadari keberadaan nya dan sekarang aku kehilangan ny"ucap alana menangis
"alana tenangkan diri mu nak"ucap ratna
"bagaimana kalo ka alvaro tau aku gak bisa jaga anak kami harusny aku dengerin dia hari itu"ucap alana
"kamu tenang dulu alana alvaro gak akan nyalahin kamu percaya sama mamah"ucap bela
"gimana keadaan ka alvaro mah"ucap alana
"alvaro masih keritis sayang dia belum sadar"ucap bela
"aku mau melihat ka alvaro mah plis izinin aku ke ruangan ka alvaro "ucap alana
"alana kamu masih belum sembuh nak kamu baru sadar besok aja lihat alvarony yah"ucap ratna
"Aku mau sekarang bu aku mohon aku udah baik baik aja "ucap alana
di Ruang icu alana menggunakan kursi roda untuk ke ruang rawat alvaro
alana menggemgam tangan alvaro yang masih belum sadar
"aku mohon ka bangun demi aku ka buka mata kk bukan kah kk janji akan berjuang sama sama aku mencintaimu ka"ucap alana terisak air mata alana jatuh ke tangan alvaro
alana menundukan kepalany di tangan alvaro tanpa ia sadari sebuah tangan mengusap ngusap rambutnya dengan pelan
alana langsung mengangkat wajahny yang penuh air mata
deg deg
:
Bersambung
jangan lupa like komen vote dan Favorite kan terimakasih
__ADS_1