
kamu mau masuk mobil atau akan aku cium di sinih "ucaap alvaro membuat alana tidak melawan lagi dan ahirny masuk ke mobil alvaro
beberapa menit kemudian alvaro sampai di rumah alana
"sayang udah nyampee turun lah"ucao alvaro
"kk ko tau rumah aku"ucap alana bingung
"apasih yang gak aku tau tentang kamu aku bahkan tau ukuran bh kamu"ucap alvaro
alana langsung menutupi dadany menggunakan tangany dan menatap tajam alvaro
"mesum "umpat alana lalu turun dari mobil alvaro dan segera masuk ke rumahny
alvaro yang melihat alana berlari hanya tersenyum dia segera mengendarai mobilny untuk pulang
beberapa menit kemudian alvaro sampai di rumahny alvaro langsung masuk ke rumahny
"alvaro ada yang mau papah bicarakan "ucap mahen yang melihat kedatangan alvaro
"apalagi sih pah aku tuh capek mau istirahat "ucap alvaro
"papah mau kamu menikah "ucap mahen
deg
alvaro menatap papahny
alvaro mendekati papahny"papah lagi becanda "ucap alvaro
"papah serius al papah mau jodohin kamu sama anak temen papah "ucap mahen
alvaro menatap siffabela "mamah tau soal ini"tanya alvaro
siffabela memgangguk
"kalian gak berhak ngatur hidup ku kemana aja kalian saat evelyn meninggal kalian cuman perduli evelyn gak perduli aku tiba tiba menjodohkan ku lucu sekali"ucap alvaro langsung pergi ke kamarnya
"alvaro papah belum selesai bicara "teriak mahen
"mas tenang lah beri alvaro waktu"ucap siffabela mengusap tangan mahen
di kamarny alvaro
alvaro membanting semuah barangny
tiga tahun lalu di rumah sakit
"bi maya tolong ambilin ponsel ku"ucal alvaro saat itu masih smp
"tapi buat apa den sebaikny istirahat jangan dulu main ponsel"ucap bi maya
"bi tolong berikan ponsel ku"ucap alvaro
maya yang tidak tega ahirnya memberikan ponsel alvaro
alvaro segera menghubungi mahen
"halo pah papah di mana"ucap alvaro
"ada apa sih al pake harus telepon papah masih sibuk"ucap mahen
"sibuk apa pah aku udah 3 hari di rawat di sinih kenapa papah mamah belum ke sinih bukany pemakaman evelyn sudah selesai "ucap alvaro
"kenapa kau seperti ny senang atas kematian adikmu"ucap mahen
"apa maksud papah"ucap alvaro
__ADS_1
"kamu gak usah manja al di situh kan ada bi maya papah sama mamah gak bisa jenguk ke rumah sakit masih banyak hal yang perlu kami setelah kepergian evelyn ini semuah juga salah mu terlalu memanjakan ny lihat lah akibat dari kamu yang terlalu memanjakany jadi jangan telepon papah lagi"bentak mahen
alvaro langsung membanting ponselny prang ponselny hancur
"den tenang mungkin emang tuan sibuk nanti pasti tuan dan nyona ke sinih "ucap bi maya
"apa aku penyebab evelyn meninggal "ucap alvaro
"kenapa den al bilang jelas bukan dong kematian seseorang tuh udah di takdirkan bukan salah siapa siapa "ucap bi maya
"bi pergi lah aku ingin sendiri"ucap alvaro
"tapi den"ucap bi maya
"aku bilang pergi "bentak alvaro
maya langsung keluar dari ruang rawat alvaro
alvaro yang mengingat tiga tahun yang lalu dadany terasa sesak
alvaro segera membuka laci di kamar nya dan mengambil sebuah obat dalam botol
"cuman ini yang bisa membuat ku melupakan semuah masalah evelyn "guman alvaro langsung meminum satu butir obat
malam hari kemudian
"pah ini waktunya makan malam ko alvaro belum keluar dari kamarny"ucap siffabela hawatir
"bukany mamah yang bilang kasih dia waktu yah udah biarin aja"ucap mahen
"tapi aku punya firasat gak enak mas"ucap siffabela langsung pergi meninggalkan mahen
siffabela menuju kamar alvaro
bela membuka pintu kamar alvaro dengan pelan hal yang pertama ia lihat kamar yang begituh berantakan
"untuk apa mamah ke sinih "ucap alvaro
"kamu belum makan malam ayok turunlah"ucap bella
"aku gak laper mamah bisa makan duluan "ucap alvaro
"kenapa kamu seperti ini nak di mana alvaro mamah yang dulu"ucap bella
"kalian sudah membunuh alvaro yang dulu jadi untuk apa menanyakan ny "ucap alvaro
"maafkan mamah dan papah yang udah gagal jadi orang tua"ucap bela
"kenapa baru sekarang mamah menyadari ny mamah gak tau apa yang aku rasakan saat aku terpuruk atas kepergian evelyn tapi kalian gak ada buat hibur aku jadi sekarang keluarlah dari kamarku"ucap alvaro
"al"ucap bela
"aku bilang keluar mah"ucap alvaro
bela keluar dari kamar alvaro dengan wajah sedihny
"jadi maksud ayah mau menjodohkan alana dengan alvaro"ucap ratnasari
"ayah gak akann maksa bu semuah keputusan ada tangan alana "ucap lukman
"baiklah ibu akan setuju jika alana setuju"ucap ratnasari
pagi hari kemudian alvaro sudah siap siap untuk berangkat sekolah
"al sarapan dulu nak"ucap bela
"aku gak laper mah"ucap alvaro
__ADS_1
"al mau tidak mau papah akan tetap lanjutkan perjodohan ini "ucap mahen
alvaro tidak menghirawkan perkataan papahny dan melangkah pergi
"mas gak seharuny terlalu keras gituh"ucap bela
"setelah kejadian semalam membuat aku yakin untuk menjodohkan ny dengan pilihan ku"ucap mahen
"alana nanti malam papah di undang sama bos papah untuk makan malam di rumahnya kamu ikut yah nak"ucap lukman
"tapi pak aku malu nanti malah bikin malu ayah"ucap alana
"kamu itu anak kebanggaan ayah gak mungkin bikin ayah malu"ucap lukman
"yah sudah nanti malam alana ikut "ucap alana
di sekolah terlihat alvaro berdiri di depan gerbang
"tuh si al ngapain di gerbang"ucap devan
"mana gw tau kita samperin aja yu"ucap haikal di angguki devan
devan dan haikal langsung mendekati alvaro
"al luh ngapain diri depan gerbang lagi di hukum guru"ucap haikal
"gw lagi nunggu calon istri dah diem deh kalian berdua ganggu aja"ucap alvaro
"calon istri siapa"ucap devan bingung
"nah itu dia"ucap alvaro menunjuk alana yang baru turun dari angkot
devan dan Haikal saling menatap
"ternyata tebakan luh bener kal"ucap devan
alana mulai berjalan ke arah gerbang dia gugup saat melihat ada alvaro di depan gerbang
alana berjalan melewati alvaro namun tangany di tahan alvaro
"temanin aku sarapan"ucap alvaro
"kenapa harus aku"ucap alana
"karna kamu calon istri ku"ucap alvaro langsung menarik alana pergi
"ka lepasin suka banget sih maksa"ucap alana kesal
alvaro membawa alana kantin dan langsung memesan makanan
"udah deh jangan banyak protes aku tuh laper cuman minta temenin sarapan bukan temenin tidur enak enak "ucap alvaro
alana langsung menutup mulut alvaro menggunakan tangany dan menatap sekeliling ny
alvaro tersenyum dengan tingkah alana yang polos dia menjilat tangan alana membuat alana ingin menarik tangany namun di tahan oleh alvaro
deg deg deg
Bersambung
.
jangan Lupa like komen vote dan Favorite terimakasih dukungany
baca juga novel ku keajaiban Cinta dan akan mencintaimu karena allah
terimakasih
__ADS_1