
Setelah semua keluarga rangga pulang, keizha langsung menuju kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya, keizha sebenarnya gak mau menikah cepat karena kakak nya kalandra sedang ada masalah, namun karena ketakutannya keizha terpaksa menuruti ide rangga untuk melangsungkan akad dan resepsinya bulan depan.
Pagi hari menjelang.....
Rangga saat ini sudah duduk manis menunggu keizha yang sedang bersiap, hari ini rangga akan mengajak dira untuk memilih cincin pernikahan dan feeting baju untuk akad.
''Rangga, memangnya sudah dapat butik yang bagus untuk membuatkan baju akad?? ''
ucap bunga saat menata minuman dan cemilan untuk rangga.
''Tenang saja kak, semua sudah rangga siapkan dan kita hanya datang untuk mengukur ajah karena baju untuk akad akan selesai dalam lima hari. ''
ucap rangga dan bunga langsung mengangguk.
''Saya ngerasa gimana yah rangga, biasa di panggil kakak dan sekarang kamu jadi menantu saya. ''
ucap bunga dan rangga hanya tersenyum.
Keizha menuruni tangga dan menghampoiri ibu dan rangga.
''Kei kamu janga neko neko minta model baju akadnya yah, biar semua cepat selesai karena waktunya hanya sedikit loh. ''
ucap bunga saat keizha menghampirinya.
''Iya ibu, keizha mau yang biasa ajah dandan gak mau terlalu mewah mewah banget. ''
ucap keizha sambil meminum minuman milik rangga.
''Itu buat rangga kenapa kamu minum?? ''
ucap bunga dan keizha hanya tersenyum lalu menyimpan kembali minumannya.
''Udah gak apa apa kak, biarkan keizha meminum minumannya. ''
ucap rangga dan keizha meminum kembali minumannya.
''Udah sana kalian berangkat keburu macet nanti di jalannya. ''
ucap bunga yang kesal dengan tingkah keizha.
''Ibu sepertinya gak sabar sekali yah untuk membuat kei keluar dari rumah ini, baru juga mau feeting udah di usir ajah. ''
''Kau ini, rangga ayo cepat bawa keizha sebelum membuat kepala kakak pusing. ''
ucap bunga dan rangga langsung membawa keizha.
''Kei kamu jangan membuat ibu kamu pusing dong, jadinya kan gitu ibu kamu marah kan. ''
ucap rangga saat keizha duduk di samping nya.
''Stop kakak, udah jalan sekarang sebelum siang dan macet kan. ''
__ADS_1
ucap keizha dengan nada ketus dan rangga langsung menghidupkan mobilnya dan segera mengemudikannya menuju butik yang sudah di booking nya.
Perjalanan menuju butik hanya tiga puluh menit dan rangga langsung menggandeng keizha menuju kedalam butik.
Teman rangga rangsung membawa keizha untuk mengukur tubuhnya dan keizha mengikutinya tanpa protes.
Gaun yang di pilih keizha pun gaun sederhana dan terlihat elegan, jas yang di gunakan rangga pun menyesuaikan dengan gaun keizha.
Setelah urusan butik selesai, rangga langsung memberikan sebuah kotak berisi sepasang cincin kawinnya, keizha mencobanya dan hasilnya pas di jari manisnya.
''Mau pulang atau mau ikut ke kantor?? ''
ucap rangga saat menjalankan mobilnya.
''Kei mau ke restoran ajah om, mau mengerjakan laporan sedikit lagi belum selesai. ''
ucap keizha dan rangga langsung mengangguk dan membawa keizha menuju restorannya.
Setelah sampai di restorannya keizha langsung keluar dari mobil setelah mengucapkan terimakasih, rangga hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah keizha.
''Sabar sabar hanya tinggal enam hari lagi rangga. ''
ucap rangga sambil mengusap dadanya.
Keizha langsung mengerjakan laporan yang di berikan oleh asistennya mengenai pendapatan dan pengeluaran restoran, keizha langsung mendesah saat fikirannya menjadi tidak fokus dan kepalanya terasa berdenyut.
Hari pernikahan tiba.....
Kayla masuk kedalam kamar keizha dan tersenyum saat keizha menatapnya.
''Kei mau dengar cerita kakak gak?? ''
ucap kayla saat duduk di samping keizha.
''Gak. ''
jawab keizha dengan nada ketus dan kembali menatap cermin.
''Jutek banget sih kamu kei, ini demi kebaikan kamu dan biar kamu juga mengerti dengan semua yang om rangga lakukan ke kamu. ''
ucap kayla dan keizha hanya diam.
Setelah selesai dengan riasannya, kedua perias langsung keluar dari kamar keizha dan di dalam kamar hanya ada keizha dan kayla.
''Kamu mau dengar ceritanya gak?? ''
''Kalaupun kei menolak pasti kakak akan tetap bicara juga jadi untuk apa kakak minta ijin kei dulu. ''
''Keizha Bagaskara, om rangga sangat mencintai kamu dan dia gak mau kamu di rebut sama laki laki lakin, nino udah minta tante rere dan suaminya untuk melamarkan kamu loh satu hari sebelum acara di pulau hayalan, kakak yang meminta om rangga buat memperkosa kamu dan om rangga menolaknya tapi kakak ancam dan akhirnya om rangga setuju, keizha kakak mohon terimalah om rangga karena dia adalah laki laki baik dan sangat kaya loh, om rangga itu kesepian hidupnya dan dia sebenarnya dari dulu mencintai kamu tapi dia sadar karena kamu masih bocah makanya saat itu om rangga melakukan hal yang membuat dia kamu membencinya, senyumlah dan terima om rangga sebagai suami kamu keizha, maafkan kakak yang ikut campur masalah kamu tapi ini semua demi kamu kei, yasudah kamu sudah siap kan karena om rangga sudah menunggu di bawah untuk mengucapkan janji suci pernikahan nya. ''
ucap kayla dan keizha hanya diam mencerna semua yang di ucapkan oleh kayla.
__ADS_1
Kayla langsung menggandeng keizha menuju lantai satu, ternyata di lantai satu sudah ada rangga yang sedang duduk di hadapan penghulu dan wali nikahnya keizha.
Keizha langsung di batu duduk oleh kayla dan di bantu oleh raisa.
Akad nikah pun di mulai dan saat ini rangga sedang menjabat tangan ardian sebagai wali nikah keizha, rangga begitu lantang dan tegas mengucap kan janji suci pernikahannya dan semua saksi pun mengucapkan SAH, serempak semua bersyukur karena akad berjalan lancar.
Keizha dan rangga langsung menandatangani semua berkas berkasnya dan setelah selesai rangga memasangkan cincin nya di jari manis keizha dan keizha pun memakaikan di jari manis rangga.
Keizha mencium tangan rangga dan rangga reflek langsung menciummencium kening keizha, keizha mematung karena merasakan sebuah rasa yang beda dan hatinya begitu hangat saat rangga mencium keningnya.
Setelah acara sungkeman selesai, rangga dan keizha langsung menerima ucapan selamat dari tamu yang hadir dan hanya orang orang penting, tetangga terdekat dan kerabat keluarga terdekat dari keluarga rangga dan keizha.
Rangga langsung membawa keizha menuju meja makan karena keizha dari kemarin menolak untuk makan, dengan nujuk rayu dan sedikit ancaman akhirnya keizha mau menerima suapan makan dari rangga.
''Kamu jangan takut keizha, om gak akan membatasi ruang gerak kamu dan kamu tetap bisa melakukan aktivitas seperti biasa tapi harus dengan batasannya karena kamu sekarang seorang istri. ''
ucap rangga dan keizha mengangguk.
''Kita mau tinggal dimana om sekarang?? ''
ucap keizha dan rangga langsung tersenyum.
''Kita tinggal di apartemen om sajah yah, disana semuasemua fasilitas sudah lengkap, ada pelayan juga yang mengurus nantinya, kamu mau kan tinggal di apartemen milik om?? ''
ucap rangga dengan nada lembutnya dan keizha mengangguk.
''Apartemen yang dekat dengan restoran kei itu kan om?? ''
''Betul sayang, itu kan tempat tinggal om dari dulu disana karena apartemen itu khusus satu lantai itu di jadikan seperti rumah dan tidak di buat unit. ''
ucap rangga dan keizha mengangguk.
TBC.......
.
.
.
.
.
.
.
.
..............
__ADS_1