
Sinar matahari begitu terpancar dan hangat di tubuh, setelah lelah semalaman bergelut dengan rasa rindu yang menyatu dengan kehangatan, keizha dan rangga masih betah dengan selimbut dan tubuh polosnya.
Semalam penuh rangga lagi dan lagi meminta hak nya dan keizha hanya bisa pasrah melayani keinginan rangga.
Tepat pukul sembilan pagi keizha membuka matanya dan langsung menuju kamar mandi untuk merendam tubuh kaku, remuk dan pegal nya karena pergumulan semalam.
''Eummmm..... nyaman sekali tubuhku dengan berendam air hangat ini. ''
ucap keizha sambil merentangkan tangannya di kedua sisi bak rendam nya.
Tiga puluh menit sudah cukup keizha berendam dan langsung membilas tubuhnya, karena merasakan perutnya yang begitu lapar.
''Om rangga tidurnya kuat sekali, padahal sekarang udah siang gini. ''
ucap keizha saat di depan cermin memoleskan wajahnya dengan pelembab seperti biasa.
Keizha langsung keluar dari kamar dan menghela nafasnya karena tidak ada satu pun pelayan di rumahnya.
''Terpaksa aku harus masak deh sekarang buat makan, ada apa sama suamiku itu tiba tiba meliburkan semua pelayan rumah. ''
ucap keizha sambil menuju dapur.
Keizha membuka kulkas yang penuh dengan bahan bahan untuk memasak dan keizha langsung memulainya, keizha begitu anteng dengan masakan di dapur.
Keizha sibuk di dapur dan di dalam kamar saat ini rangga baru membuka matanya dan tersenyum karena semalam berhasil melakukan keinginannya yang telah lama dia pendam dan inginkan.
Rangga langsung menuju kamar mandi dan segera menyegarkan tubuhnya dan hanya sepuluh menit rangga selesai dengan mandinya, rangga memutuskan hanya memakai kaos polos dan celana pendek karena hari ini dia akan quality time dengan keizha.
Rangga merapihkan ranjang dan setelahnya langsung keluar kamar, rangga tersenyum karena mencium aroma masakan yang begitu sedap di hidungnya.
''Hubby.....akhirnya bangun juga dan udah ganteng, duduk dulu yah kei buatkan teh hangat. ''
ucap keizha saat rangga menghampirinya.
''Yaaang..... mau cemilan yang di piring itu dong. ''
ucap rangga saat melihat kue yang begitu cantik di piring besar.
''Oke hubby, ayo duduk biar kei sajikan di meja yah dan jangan makan sambil berdiri. ''
ucap keizha saat rangga memakan kue nya sambil bersandar di sisi meja kompor.
Rangga mengikuti keizha menuju meja makan dan duduk saat keizha menata cemilan juga teh hangat nya.
''Yang anteng yah makannya, kei mau masak dulu dan nanti kalau selesai kita makan. ''
ucap keizha saat setelah selesai menata makanannya.
Keizha kembali ke dapur dan rangga duduk di meja makan sambil memainkan iped di tangannya, di temani kue dan teh hangat yang sengaja keizha siapkan.
Tiga puluh menit kemudian keizha menata kembali makanan yang akan di makan nya dan rangga tetap anteng dengan iped di tangannya hanya sesekali melirik dan tersenyum melihat keizha hilir mudik dapur dan ruang makan.
''Hubby.... tega sekali pelayan di rumah di liburkan, kei jadi kesusahan kan kalau mau makan. ''
ucap keizha saat duduk dan merapihkan piring untuk makan.
''Besok juga pelayan semua datang, kan sengaja biar kita bisa quality time berdua, emang kamu gak mau yah kita berdua di rumah ini?? ''
__ADS_1
ucap rangga sambil menyimpan ipednya dan bersiap makan karena keizha sedang menuangkan makanan nya di depan piringnya.
''Bukan gak mau hubby, tapi kan jadi susah kalau laper karena gak ada yang nyiapkan makan, tapi syukur lah kalau besok pelayannya datang, hubby tau kan kalau kei gak suka beres beres rumah, kalau masak sih emang kei bisa tapi urusan bersih bersih kei gak mau. ''
''Iya sayang, aku juga ngerti dan besok pelayan juga datang, oh iya persiapkan nanti malam kita akan berangkat bulan madu dan aku gak nerima penolakan yah kei. ''
''Iya kei mau tapi kalau udah selesai makan, kita ke restoran sebentar yah karena kei mau memberikan resep baru sama nitipin cafe. ''
''Iya sayang nanti di antar yah. ''
ucap rangga dan keizha langsung mengangguk.
Keizha dan rangga makan dengan lahapnya karena memang sekarang ini sarapan plus makan siang merangkap, setelah selesai makan rangga menunggu keizha di ruang kerjanya dan keizha langsung merapihkan bekas masak dan makannya agar tidak berantakan.
Keizha masuk ke ruangan kerja rangga dan ternyata rangga sedang rapat online dan keizha langsung menutup kembali pintu ruangannya.
Keizha menuju balkon belakang dan melihat pemandangan padat kota di belakang gedung apartment nya dan keizha terus tersenyum.
Keizha saat ini duduk santai sambil menunggu suaminya selesai dengan kerjaannya dan keizha pun sudah selesai dengan urusan dapur dan keizha juga sudah berdandan rapih karena akan ke restoran dan mengajak rangga untuk jalan jalan berdua.
Rangga memberikan pasilitas yang benar benar sangat mewah untuk keizha, kartu debit pun limite nya tidak terbatas dan rangga tidak memberikan kartu credit karena rangga kurang suka dengan kartu credit dan lebih suka kartu debit tunai
''Sayang.....ayo kita berangkat, kenapa malah berpose di balkon belakang, kalau ada yang natap kamu gimana dari arah bawah. ''
ucap rangga saat menghampiri keizha dan keizha hanya tersenyum menanggapinya.
''Ayo hubby.....kita ke restoran dan kita jalan jalan yah setelahnya, kei pengen jalan jalan berdua dengan kamu hubby. ''
ucap rangga dan keizha mengangguk.
''Hubby juga pakaiannya rapih dan senada dengan pakaian kei, hubby kok tampan yah pakai pakaian warna putih gini. ''
''Kamu baru sadar sayang kalau suamimu ini sangat tampan sekali walaupun usia nya matang. ''
Rangga langsung menggandeng pinggang keizha karena keizha terus mengkritik penampilannya dan itu membuat rangga minder karena saat ini terlihat dewasa di usianya yang mendekati angka kepala empat.
Rangga dan keizha sengaja menggunakan mobilnya menuju restoran karena selesai dari restoran mereka akan menuju tempat jalan jalan.
Saar rangga dan keizha memasuki restoran, rangga terus menggenggam tangan keizha dan keizha langsung membawa masuk kedalam ruangan kerjanya.
''Hubby duduk yah, kei mau ke dapur ngasih resep baru dulu ke koki nya dan sekalian pesankan minuman juga cemilan buat hubby. ''
ucap keizha dandan rangga mengangguk.
Keizha keluar dari ruangannya meninggalkan rangga sendiri di ruangannya dan rangga mengedarkan pandangannya ke semua sisi ruangan kerja milik keizha.
Rangga tersenyum saat melihat foto dirinya dan keizha pas sebelum menikah dan keizha memajangnya di dinding ruang kerjanya.
''Kamu ternyata memang mencintaiku keizha, padahal ini foto lama dan saat sebelum menikah foto ini gak di pajang tapi sekarang kamu pajang juga. ''
__ADS_1
ucap rangga sambil tersenyum menatap foto di hadapannya.
''Hubby kenapa natapnya seperti itu ke foto kita?? ''
ucap keizha saat memasuki ruangannya dan melihat rangga ada di depan foto pajangannya.
''Sejak kapan foto kita di pajang dan ini kan foto sebelum kita menikah loh, aku kira kamu gak menyimpannya sayang dan ternyata membuatnya jadi foto besar dan terlihat manis sekali. ''
ucap rangga dan keizha tersenyum lalu menata minuman dan makanan untuk rangga.
''Itu di pajang saat om meninggalkan kei sendirian dan kei kalau kangen selalu menatap foto itu. ''
ucap keizha dengan nada sendunya dan rangga langsung membalikan tubuhnya lalu merentangkan tangannya.
Keizha yang mengerti pun langsung menghampiri rangga dan masuk kedalam dekapannya lalu rangga mencium kepala keizha dengan penuh sayang.
''Maafkan saya keizha dan saya janji gak akan pernah meninggalkan kamu lagi, kalau saya pergi kemanapun pasti akan membawa kamu juga untuk mendamping, karena perasaan rindu itu akan membuat perlahan pasti kita akan mati rasanya. ''
ucap rangga dan keizha hanya mengangguk dan mengeratkan pelukannya.
''Semoga kita berjodoh sampai maut memisahkan kita hubby, kei sangat sangat mencintai kamu hubby. ''
gumam keizha dalam hatinya saat berada di dekapan hangat rangga yang membuatnya tenang.
TBC......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
..........................