
Saat ini keizha sedang duduk di kursi yang menghadap ke arah kolam renang dimana rangga sedang berenang santai.
Keizha asik dengan cemilan di tangannya, rangga pun asik dengan gaya berenangnya, rangga hanya tersenyum melihat keizha asik dengan cemilannya.
Keizha saat ini terdiam dan merasakan sesuatu yang aneh pada perutnya.
''Apa ini udah waktunya, padahal masih satu minggu lagi kan HPL nya. ''
gumam keizha dalam hatinya dan mengelus perutnya.
Rangga menghampiri keizha dan mengambil handuk di pangkuan keizha.
''Kenapa sayang?? resah sekali wajahnya. ''
ucap rangga yang berjongkok dan menatap keizha.
''Gak tau mas perut aku gak nyaman dan dede di dalem perut juga diam ajah dari tadi, biasanya kan gerak gerak terus. ''
ucap keizha dan rangga langsung mengusap perut keizha.
''Kenapa keras sekali dan tegang yah sayang perut kamunya, apa kamu sekarang sudah waktunya melahirkan?? ''
''HPL masih satu minggu lagi mas, masa udh mau lahiran sekarang. ''
''Ayo kita ke kamar dan kamu harus menyamankan perutnya sambil berbaring di ranjang yah. ''
ucap rangga sambil membantu keizha berjalan dan merangkul pinggang keizha.
Rangga meminta bibi membuatkan teh manis hangat karena dia ingin keizha sedikit bertenaga takutnya keizha kontraksi saat ini.
''Kamu rebahan dulu yah, mas mau membilas tubuh dulu dan nanti mas akan konsul dengan kayla. ''
ucap rangga dan keizha mengangguk.
''Ya tuhan, apa ini rasanya kontraksi saat akan melahirkan, belum apa apa tapi rasanya udah sangat nyaman sekali. ''
gumam keizha sambil meringis saat merasakan perutnya sakit.
Bibi menghampiri dan memberikan keizha teh manisnya, keizha langsung meminumnya dan bibi terus menatap wajah keizha.
''Neng kayanya mau lahiran deh, wajahnya sudah bercahaya soalnya. ''
ucap bibi dan keizha terdiam.
''Bibi pegang perut kei, ini gak nyaman banget rasanya. ''
ucap keizha dan bibi langsung memegang perut keizha.
''Neng ini udah nyari jalan lahir dede nya, makanya dieum ajah dan perut neng sangat keras sekali ini tegang. ''
''Iya bibi, coba bibi siapkan peralatan dede bayi nya di lemari yah, tinggal ambil ajah karena kei udah siapkan semua di dalam tas bayi nya. ''
''Baik neng, tunggi sebentar yah. ''
Bibi langsung menuju lemari pakaian bayi nya keizha dan mengambil tas yang sudah siap berisi perlengkapan keizha untuk melahirka.
Rangga mengerutkan keningnya saat melihat keizha sedang berjalan mondar mandir.
''Sebentar sayang, mas pakai pakaian dulu yah. ''
__ADS_1
ucap rangga dan keizha mengangguk.
Bibi langsung membawa tas keizha keluar sedangkan keizha menunggu rangga yang sedang memakai pakainnya.
''Mas bantu aku ganti pakaian dong, aku mau pakai daster ajah biar nyaman. ''
ucap keizha dan rangga langsung mengambil daster untuk keizha dan membantu memakaikannya.
Keizha tidak memakai dalaman pakaian karena saat ini terasa gak nyaman dan rangga tidak mempermasalahkannya.
''Sebentar yah, mas mau nelphone kayla dulu. ''
''Iya mas dan kei pengen jalan jalan dulu di luar kamar yah, ini gak nyaman soalnya kalau duduk. ''
''Iya sayang, hati hati dan pelan pelan yah. ''
Rangga langsung menghubungi kayla dan membiarkan keizha keluar dari kamarnya, dalam dering ketiga kayla mengangkat telphone nya.
Dalam panggilan....
''Ada apa om?? ''
''Kayla sepertinya keizha akan melahirkan deh, saat ini dia merasakan perutnya gak nyaman dan perutnya juga tegang loh, dede nya juga gak gerak kan biasanya gerak. ''
''Sejak kapan keizha merasakan perutnya gak nyaman om?? ''
''Gak tau kapan tapi keizha bilag sejam lalu ke om, sekarang om harus gimana kay?? ''
''Om tenang yah, paling kei baru awal pembukaan itu, om siapkan semua keperluan lahirannya dan bawa keizha ke rumah sakit sekarang biar kay juga bisa periksa. ''
''Oke baiklah, om akan bawa keizha ke rumah sakit sekarang yah. ''
Panggilan berakhir....
Rangga langsung menghubungi ibu mertuanya dan memintanya untuk datang ke apartment karena keizha meminta di temani ibunya.
Bunga langsung mengiyakannya dan menyusul ke apartment keizha.
''Kamu makan dulu yah biar kuat nantinya. ''
ucap rangga sambil membawa piring berisi makanan dan keizha mengangguk sambil menerima suapan makan dari rangga.
''Mas rangga udah nelphone ibu kam suruh kesini sekarang?? ''
ucap keizha dan rangga mengangguk.
''Udah sayang, ibu mungkin sedang di jalan menuju kesini. ''
jawab rangga dan keizha langsung terdiam sambil mengelus perutnya keizha.
Sepuluh menit kemudian bunga datang dengan ardian dan menghampiri keizha.
''Rangga kamu udah bilang kayla belum?? ''
ucap bunga dan rangga mengangguk.
''Udah dan kayla minta ke rumah sakit ajah karena urusan rumah sakit udah kayla siapkan, ini juga nunggu ibu dulu karena kei ingin di temani sama ibu sekarang. ''
ucap rangga sambil merapihkan piringnya.
__ADS_1
''Ayo kita ke rumah sakit sekarang, biar ketahuan pembukaan berapa keizha dan segera di tindak juga sama kayla. ''
ucap bunga dan rangga mengangguk.
Keizha di bantu jalan oleh ayah dan ibunya sedangkan rangga membawa barang barang keperluan keizha nantinya.
Rangga mengemudikan mobilnya dan keizha di jaga ayah dan ibunya di kursi belakang, empat puluh menit kemudian mobil sampai di area UGD rumah sakit dan kayla sudah menunggunya.
''Masih kuat jalan kan deek?? ''
ucap kayla saat keizha keluar dari mobil di bantu ayah dan ibunya.
''Iya kak kuat kok. ''
jawab keizha dan kayla mengangguk.
Rangga memparkirkan mobil dan yang lainnya membawa keizha menuju UGD khusu ibu melahirkan.
''Ayo berbaringlah kei, kakak mau periksa keseluruhan nya. ''
ucap kayla saat keizha memasuki ruangan bersalin dan kayla merapihkan bantalnya.
Keizha sudah merebahkan tubuhnya di berangkar dan kayla memeriksa keseluruhannya.
''Tekan darah kamu normal yah dan artinya kamu bisa lahiran normal dan dengarkan detak jantuk dede bayinya sangat kencang karena dia juga di dalam rahim kamu sedang mencari jalan lahirnya, kamu harus rileks yah. ''
ucap kayla dan langsung menuju inti keizha untuk melihat pembukaan.
''Baru pembukaan lima yah, kalau kamu mau jalan jalan dulu yah biar perutnya gak terlalu sakit, paling cepat tiga jam lagi kamu akan melahirkan. ''
ucap kayla setelah memeriksa pembukaan lahiran keizha.
Kayla langsung menyuntikan obat di lengan keizha dan tersenyum sambil mengelus pipi keizha setelahnya.
''Kakak percaya kamu kuat deek, kamu bisa lahirqn normal yah walaupun ada riwayat sebelumnya, kakak janji akan mengawal kamu sampai babby nya launching. ''
ucap kayla dan keizha mengangguk.
''Makasih kakak, makasih banyak yah. ''
ucap keizha dan kayla mengangguk.
''Ayo bantu turun om rangga keizha nya, kay mau menyiapkan keperluan lahirannya dulu. ''
ucap kayla dan rangga langsung membantu keizha untuk turun dari berangkar.
TBC....
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
......................