Om Rangga I Hate You

Om Rangga I Hate You
Pendarahan........


__ADS_3

Setelah acara pesta hari jadi pulau hayalan usai, rangga memilih segera kembali pulang karena keizha begitu rewel dan ingin pulang, namun naufal tidak ikut karena dia ingin bersama bunga dan ardian, keizha pun tidak melarang dan membiarkan putra nya dengan ayah juga ibunya.


Sepanjang perjalanan keizha seperti biasa tertidur dan rangga menjaganya dengan mengerjakan pekerjaan kantornya.


Empat jam perjalanan akhirnya mobil sampai di kediaman mewah milik rangga, keizha yang sudah terbangun langsung keluar dari mobil untuk menyamankan tubuhnya yang kesemutan karena kurang nyaman selama di perjalanan.


''Sayang..... mas mau ke ruang kerja yaa. ''


ucap rangga saat menghampiri keizha di ruang tengah.


''Iya mas rangga, aku mau lesehan dulu tubuhku semua kaku. ''


ucap keizha dan rangga mengangguk.


Rangga langsung menuju ruang kerja dan keizha langsung merebahkan tubuhnya di sofa nyaman khusus ibu hamil.


Keizha meminta bibi membuatkan jus mangga dan bibi langsung membuatkannya.


''Duuh.... serunya yang liburan di pulau, aku malas lama lama disana, ada mantan mas rangga yang masih seperti perhatian ke mas rangga. ''


ucap keizha yang melihat postingan di grup keluarganya.


''Bibi di kulkas ada stok buah buahan banyak gak?? ''


ucap keizha saat bibi menghampirinya sambil membawa jus mangga pesanan keizha.


''Ada nona, mangga, melon, apel, semangka, anggur juga ada yang merah dan hijau, emangnya kenapa?? ''


jawab bibi dan keizha langsung terdiam.


''Buatkan bumbu rujak yaa bibi, cabenya satu ajah nanti kei ke dapur. ''


ucap keizha dan bibi mengangguk.


''Kayanya rujak dengan memanfaatkan buah yang ada enak juga. ''


ucap keizha sambil beranjak dan menuju dapur.


''Siapkan buah2an yang ada di kulkas yaa, saya mau ganti pakaian dulu dan jangan lupa cuci juga. ''


ucap keizha dan bibi mengangguk.


Keizha berganti pakaian dengan daster rumahan yang pendek karena tububnya mudah keringetan.


Keizha tersenyum saat bumbu rujaknya sudah siap dan keizha langsung memotong buah buahannya di bantu pelayan juga.


Semua bertanya tanya kenapa buahnya berbeda dari biasanya saat di buat rujak tapi keizha tetap enjoy dan menikmati buahnya.


''Bibi jago membuat bumbunya, enak loh ini. ''


ucap keizha dan bibi tersenyum.


''Lagi apa di dapur?? ''


ucap rangga saat menghampiri keizha dan keizha langsung memperlihatkan rujaknya.

__ADS_1


''Makan rujak, mas rangga mau cobain?? ''


jawab keizha sambil menyuapi rangga dan rangga langsung tersenyum.


''Enak juga rujak dengan buah berbeda, tapi kalau beli sengaja gak ada isian rujak buahnya, melon, anggur, apel dan strawberry, kamu ini... ''


ucap rangga sambil mengelus kepala keizha.


''Aku kan memanfaatkan buah yang ada ajah mas, daripada kamu aku suruh nyari emang mau. ''


''Iya juga sih tapi ini enak banget buahnya, bumbunya pas sekali. ''


''Tuuh bibi yang buat bumbu, aku cuma potong potong buahnya dan makan. ''


''Yaudah gak apa apa, ngapain kamu nguleuk bumbu nanti gak akan selesai. ''


''Ihh.... mas rangga kamu menyebalkan. ''


Rangga langsung kembali ke ruang kerjanya dengan semangkuk rujak yang keizha siapkan.


Keizha langsung menuju ruang tengah karena di dapur merasa kaku dan sedikit kesemutan kakinya.


Keizha duduk di sofa nyamannya yang di khususkan untuk dia dan dengan semangkuk rujak di tangannya.


Keizha menghubungi kayla karena ada sedikit kejanggalan pada perutnya.


Dalam panggilan saat ini....


''Kak kayla sedang sibuk gak disitu?? ''


''Kakak nanti ke rumah kei langsung yaa, perut kei kok rasanya gak nyaman yaa, gak enak pokonya. ''


''Yasudah kamu santai dan jangan berfikir apapun, kakak pulang sekarang, ingat kamu diam dan berfikir positif oke. ''


''Baik kak, cepat yah kei gak nyaman banget. ''


Panggilan berakhir.....


''Ya tuhan kenapa dengan perutku, gak nyaman sekali rasanya. ''


gumam keizha sambil memegang perutnya yang terasa mulas dan dede bayinya sedari tadi tidak bergerak.


Rangga di dalam ruang kerjanya merasakan sesuatu dan langsung keluar dari ruangannya menuju keizha berada.


''Sayang.... kamu baik baik ajah kankan perutnya?? ''


ucap rangga saat menghampiri keizha yang sedang rebahan.


''Emang mas rangga tau kalau perut kei gak nyaman saat ini. ''


ucap keizha dan rangga langsung melototkan matanya.


''Kita ke rumah sakit sekarang juga, ayo mas papah kamu ke mobil. ''


ucap rangga dan keizha mengangguk.

__ADS_1


''Mas akan hubungi kayla agar cepat pulang. ''


ucap rangga saat mengeluarkan handphone nya namun keizha melarangnya.


''Jangan mas, kak kayla lagi di jalan dan minta kakak langsung ke rumah sakit ajah. ''


ucap keizha dan rangga mengangguk.


Keizha dan rangga langsung menuju rumah sakit dan saat ini perut keizha semakin sakit dan mulas, tangan keizha terus mencengkram lengan rangga dan rangga terus menenangkan keizha.


Tiga puluh menit kemudian keizha dan rangga sampai di rumah sakit dan rangga langsung membawa keizha menuju UGD.


''Kayla kenapa kamu belum datang ajah, om takut keadaan keizha memburuk. ''


ucap rangga sambil terus menghubungi kayla.


Beberapa saat kemudian semua keluarga datang ke rumah sakit dan kayla langsung masuk menangani keizha.


''Pendarahan dan harus segera operasi. ''


ucap kayla saat melihat kondisi keizha yang melemah dan darah keluar dari kakinya.


Kayla langsung keluar dari ruangan untuk menyiapkan ruang operasi.


''Om rangga, saat ini keizha harus segera di tindak dan kondisi keizha semakin lemah karena pendarahan, tandatangani yah surat kuasa nya, kay mau siapkan semua nya. ''


ucap kayla saat menghampiri rangga dan rangga langsung mengurusnya.


Rangga langsung terduduk di kursi sambil merenungi keselamatan keizha, ardian dan raihan langsung menghampiri dan menguatkan rangga.


''Percayakan semua dengan apa yang ditindak kayla, kita berdoa semoga semua lancar. ''


ucap ardian dan rangga mengangguk.


Berangkar yang membawa keizha langsung di bawa menuju ruang operasi, wajah keizha sudah pias dan rangga hanya bisa berdoa demi kelancaran keizha.


''Mas sayang kamu, kamu kuat dan mas yakin kalau kamu akan bisa melewatinya. ''


ucap rangga sambil mencium kening keizha dan keizha mengangguk.


Rangga dan semua keluarga menunggu di luar ruangan operasi, saat ini hanya ada raihan dan ardian yang menemani rangga, sedangkan rafqy mengantar para ibu ke rumah keluarga bagaskara.


''Semoga selamat dan kalian berdua selamat. ''


gumam rangga sambil terus memanjatkan doanya.


Satu jam berlalu dan terdengar tangisan kencang bayi, rangga langsung mengucap syukur terdengar suara tangia bayi.


Ardian dan raihan pun mengucap syukur dan lega, tinggal menunggu bagaimana keadaan keizha saat ini.


Pintu ruangan operasi pun masih tertutup dan belum bisa mengetahui bagaimana kondisi keizha dan bayinya.


Beberapa saat kemudian pintu terbuka dan suster memanggil rangga untuk masuk ke ruang operasi, ardian dan raihan langsung meminta rangga cepat masuk, rangga pun akhirnya masuk kedalam ruangan operasi.


TBC......

__ADS_1


__ADS_2