
Saat ini keizha dan raisa sedang di apartemen milik rangga, apartemen mewah dan sangat mewah karena khusus lantai sebelas menjadi unit milik rangga dan di buat seperti rumah dan tidak seperti apartemen lainnya.
''Mewah banget raisa apartemen nya, ini ma mirip rumah bukan apartemen seperti punya kamu loh. ''
ucap keizha saat duduk di sofa.
''Kamu jangan salah keizha, hanya lantai sebelas yang bentuknya seperti ini dan khusus satu lantai mirip rumah, karena ini memang maunya om kalandra, lihat ke jendela dan itu tepat dengan pemandangan restoran milik kamu loh kei. ''
ucap raisa dan keizha langsung berlari menuju jendela dan benar sajah sangat jelas sekali restoran nya dari jendela apartemen rangga.
''Oh tuhan ini sangat gak mungkin raisa, om rangga konyol sekali dia itu. ''
''Bukan konyol, tapi tidak sengaja ajah loh kei dan apartemen ini ada sebelum restoran kamu berdiri kan keizha?? ''
''Iya juga sih raisa, tapi kenapa om rangga malah tinggal disini?? bukannya rumah om rangga lebih bagus. ''
''Om rangga malas tinggal di rumah omah dan opah, karena setiap hari di teror kapan menikah, tapi om rangga tetap mau menunggu kamu kei. ''
''Kamu ini ngaco, aku sama om rangga itu jauh sekali perbedaan usianya, masa aku menikah dengan om om seusia papah kamu. ''
''Om rangga itu masih hot walaupun sudah berusia gak muda lagi, om rangga juga masih terlihat tampan juga loh saat ini. ''
ucap raisa sambil menunjuk foto rangga yang terpampang jelas di hadapannya dan keizha baru menyadarinya.
''Tampan kan keizha....?? ''
ucap rangga saat menghampiri keizha yang sedang menatap foto nya.
''Iya ganteng banget dan aslinya lebih ganteng. ''
ucap keizha dan dia langsung menutup mulutnya karena baru sadar suara siapa yang bertanya padanya.
Raisa langsung tertawa melihat keizha yang keceplosan dan rangga tersenyum lebar dengan pujian dari keizha.
''Sudah sudah, ayo kita shoping dan om yang akan membayarkan semua tagihannya, untuk kamu dan untuk keizha. ''
ucap rangga dan membuat kedua gadis di hadapannya bersorak bahagia.
''Dasar kalian, giliran gratisan langsung bahagia. ''
ucap rangga sambil mengikuti raisa dan keizha yang berjalan terlebih dahulu.
Rangga duduk di kursi depan untuk mengemudi dan keizha langsung di minta duduk di depan oleh raisa dan raisa duduk di belakang sendiri.
Rangga tersenyum saat keizha duduk di sampingnya dan keizha sesekali melirik ke arah rangga, rangga hanya senyum menanggapinya.
''Om lagi setres yah, senyum senyum kesemsem gitu dari tadi. ''
ucap keizha dan rangga langsung mengacak rambut keizha.
''Om jadi kusut kan rambut akunya. ''
ucap keizha sambil memanyunkan bibirnya.
''Habisnya kamu gemesin banget kei. ''
ucap rangga dan keizha langsung memalingkan wajahnya.
__ADS_1
''Kalian sepertinya berjodoh.... ''
ucap raisa dan membuat rangga mengaminkannya sedangkan keizha menolaknya.
Mobil yang di kemudikan rangga sampai di sebuah pusat perbelanjaan terbesar di kota dan rangga langsung mengajak kedua gadisnya untuk keluar dari mobil dan mulai berbelanja.
Rangga mirip seperti seorang ayah yang mengantar dua putrinya berbelanja dan rangga selalu menuruti semua yang keizha dan raisa inginkan.
''Keizha..... ''
ucap seorang pemuda menepuk bahu keizha dan keizha langsung menoleh.
''Nino, kamu lagi apa disini?? ''
ucap keizha sambil tersenyum.
''Lagi anterin mamah belanja dan kalian belanja juga yah, kebetulan sekali loh jadinya, kita makan siang bersama yah biar saya yang traktir. ''
ucap nino dan keizha langsung mengangguk tapi raisa langsung terdiam karena om rangga saat ini sedang menatap tajam ke arah nya.
''Gak bisa kei, kita kan barengan sama om rangga dan kita makan dengan om rangga juga, masa udah di bayarin dan kita pergi begitu ajah. ''
ucap raisa dan keizha langsung terdiam.
''Yasudah gabung ajah sama om kalian dan mamah pasti gak masalah kok, lagian papah sedang di perjalanan menuju kesini, jadi ramai kan kita nantinya. ''
ucap nino dengan semangatnya.
Rangga saat ini begitu marah karena nino begitu dekat dengan keizha bahkan sesekali mengekus kepala keizha dan rangga begitu tersentak saat melihat rere ada di antara mereka.
''Raisa kamu disini juga?? kebetulan sekali sayang. ''
''Iya tante, kebetulan lagi belanja sama keizha dan kami pamit yah tante mau memilih pakaian lagi disana. ''
ucap raisa sambil menunjuk ke arah rangga dan menarik keizha untuk ikut dengannya.
''Raisa kamu itu gak sopan sekali main pergi ajah. ''
ucap keizha dan raisa langsung menghela nafasnya.
''Aku ngehargain perasaan om rangga, kamu tau kan kalau tante rere mantan istri om rangga, kalau kamu mau bersama mereka sana ajah, aku memilih menghampiri om rangga ajah. ''
ucap raisa sambil menuju om rangga dengan kesal dan marah ke keizha.
Keizha langsung lari mengikuti raisa ke arah rangga yang sedang sibuk dengan handphone di telinganya.
''Raisa maafin aku dong, oke kita barengan om rangga ajah makan siangnya, udah dong jangan marah yah. ''
ucap keizha dan raisa mengangguk.
Rangga langsung menyimpan handphone nya dan menghampiri kedua gadisnya.
''Sudah selesai belanjanya, ada yang di butuhkan lagi gak?? mumpung kita sedang di sini. ''
ucap rangga dan kedua gadisnya menggelengkan kepalanya.
''Kita laper om, makan siang dulu yah sebelum pulang. ''
ucap raisa dan rangga mengangguk.
__ADS_1
Rangga langsung mengajak kedua gadisnya untuk makan di dalam pusat perbelanjaan dan mereka setuju, rangga menunjuk sebuah restoran yang terbuka dan langsung memesan makanannya.
Keizha memesan steak ayam dan orenge jus, raisa pun mengikuti pesanan keizha, sedangkan rangga memilih memesan kopi dan cemilan.
Di restoran itu juga ternyata ada nino dan rere juga suaminya rere, nino yang belum mengetahui siapa rangga dengan polosnya menghampiri keizha dan mengajak makan bersama orang tuanya.
''Ini anak polos apa bodoh yah. ''
ucap kesal raisa yang melihat nino sedang meminta keizha untuk gabung.
''Kamu itu siapa, keizha mau makan dengan kami dan lebih baik kamu kembali ke tempat orang tua kamu. ''
ucap rangga dan nino langsung terdiam.
''Maaf nino next time ajah yah kita makan siangnya, saya mau makan disini ajah. ''
ucap keizha dan nino mengangguk lalu menuju meja orang tuanya.
Raisa yang mengerti dengan tatapan rangga pun langsung menjelaskan siapa nino.
''Nino itu anak sambungnya tante rere dan kami gak sengaja bertemu nya om. ''
ucap raisa dan rangga langsung terdiam.
''Kalian berdua jangan berhubungan dan berurusan dengan keluarga tante rere yah, cukup mamah kamu ajah raisa yang berhubungan dengan nya. ''
ucap rangga dan raisa mengangguk.
''Yasudah kalian lanjutkan makannya yah, keburu dingin gak enak kan. ''
ucap rangga kembali dan kedua gadisnya langsung mengangguk dan mulai memakan makanannya.
''Sepertinya pemuda itu menaruh hati ke keizha, gak bisa di biarkan kalau begini. ''
gumam rangga dalam hatinya sambil menatap tajam ke arah nino yang sedang menatapnya.
Rangga menghapus noda saus di dagu keizha dengan tissu dan keizha terdiam, setelah selesai rangga mengusap nodanya keizha kembali memakan makanannya.
''Pelan pelan ajah makannya kei, gak ada yang akan mengambil makanan kamu, kalau belum kenyang lebih baik pesan lagi sajah. ''
ucap rangga dan keizha mengangguk.
Satu jam kemudian rangga dan kedua gadisnya selesai makan dan rangga mengajak semua untuk kembali ke apartemen, karena rangga ada sedikit pekerjaan dan keduanya setuju.
Setelah mengantarkan kedua gadisnya rangga langsung menuju perusahaan nya dan kedua gadis itu langsung menuju unit apartemen raisa.
TBC......
.
.
.
.
.
.........................
__ADS_1