
Tak terasa saat ini usia kandungan keiza memasuki bulan ke empat dan tubuh keizha sudah sedikit berisi dan perutnya pun sedikit menonjol.
''Sayang.... minum susu nya dulu dan kita akan ke rumah mama sebentar lagi. ''
ucap rangga saat menghampiri keizha yang sedang memoles wajahnya.
''Mas emang mama gak apa apa gitu kita acara syukuran empat bulan nyanya di rumah mama, takutnya merepotkan. ''
ucap keizha dan rangga langsung berjongkok di hadapan keizha.
''Kan emang maunya mama sayang, udah pokonya siap siap yah karena di rumah mama juga sudah ada yang mengerjakan persiapannya. ''
''Oke deh, berarti malam ini menginap di rumah mama dong?? ''
''Iya sayang, kamu jangan takut kesepian karena keluarga kak raihan semua kumpul, kayla dan raisa juga ada disana mau menginap. ''
Rangga langsung membawa tas berisi pakaiannya keluar dari kamar dan keizha merapihkan makeup nya karena barusan keizha meminum susu terlebih dahulu.
Keiza begitu senang saat ini karena rangga begitu perhatian dan sangat menyayangi keizha bahkan lebih, rangga benar benar menjadi suami siaga dan menjaga keizha.
Keizha keluar dari kamarnya dan membawa gelas kosong bekas susunya, bibi langsung mengambil alih karena rangga yang memintanya.
''Udah siap sayang?? ''
ucap rangga saat keizha menghampirinya.
''Udah dong, ayo kita berangkat sekarang karena ibu terus menelphone ke aku mas, acara mau mulai katanya. ''
ucap keizha dan rangga langsung menggandeng pinggang keizha dan tangan satunya menenteng tas berisi pakaian dan kebutuhan keizha.
Rangga langsung membuka pintupintu mobil dan membuat keizha nyaman dengan duduknya, barulah rangga masuk kedalam mobil dan menyimpan tasnya di kursi penumpang belakang mobilnya.
''Sayang.... kapan pemeriksaan kehamilan lagi, karena mas gak sabar untuk melihat wajah calon anak kita. ''
ucap rangga sambil menggenggam tangan keizha.
''Nanti tanyakan kak kayla ajah mas, kan ada kak kayla di rumah mama. ''
ucap keizha dan rangga mengangguk.
Tiga puluh menit kemudian mobil sampai di kediaman setiahadi dan benar sajah rumah sudah sangat ramai.
Rangga langsung menggandeng keizha untuk memasuki rumahnya dan keizha juga rangga langsung duduk di samping kedua orang tuanya.
__ADS_1
Acara pun langsung di mulai dan keizha begitu terharu dengan acaranya karena melihat rangga yang terlihat memancaran kebahagiaan di wajahnya dan matanya pun begitu terlihat.
Tiga jam kemudian acara selesai, tamu undangan perlahan berpamitan hingga keluarga lah yang masih tetap di kediaman setiahadi.
''Raisa.... kamu kapan ada kabar baik?? ''
ucap aira dan raisa memanyunkan bibirnya.
''Mau ada kabar baik gimana, papa selalu mengirim suamiku ke luar kota dan itu seperti sengaja. ''
ucap raisa dan raihan seketika langsung tersentak.
''Ko jadi papa, kenapa kamu gak ikut ajah dengan suami kamu kalau ke luar kota. ''
ucap raihan dan aldi langsung menenangkan raisa yang akan menjawab ucapan papa nya.
''Yang ada nanti raisa jadi patung menekin papa, mas aldi itu sangat gila bekerja. ''
ucap raisa dan semua menggelengkan kepalanya.
''Kamu minta kayla ajah buat menangani keluhan kamu dan membantu kamu promil raisa, mudah mudahan secepatnya dapat kabar baik. ''
ucap bunga dan raisa mengangguk.
ucap raisa semangat dan kayla mengacungkan jempolnya.
''Kamu harus datang dengan suami jangan sendiri, biar kakak bisa memeriksa kalian berdua secara keseluruhan. ''
ucap kayla dan raisa mengangguk setuju.
Rangga langsung mengajak keizha menuju halaman belakang untuk melihat pemandangan hamparan tanaman.
''Mas.... kei senang karena begitu cepat di kasih kepercayaan untuk hamil. ''
ucap keizha saat rangga membantu keizha duduk di kursi taman.
''Apalagi mas, sangat sangat bahagia sekali dan andai ajah kenal kamu lebih awal pasti kamu yang akan menjadi istri pertama dan terakhir untuk mas, tapi sayang mas harus jadi duda dulu baru deh ketemu kamu. ''
''Ihh... mas rangga ngaco, dulu kei yang ngejar ngejar pas masih pake rok biru, tapi kan mas cuma anggap kei anak asuh ajah. ''
''Kamu kan masih kecil dan pantasnya jadi anak mas bukan istri. ''
''Iya siih, mas tau kenapa di perut kei ada tato nya?? mas gak pernah nanya. ''
__ADS_1
''Itu luka operasi kan kalau gak salah?? ''
''Betul mas, ini luka operasi ginjal. ''
''Jadi kamu pernah operasi ginjal?? ''
''Iya, tapi udah ahh aku gak mau masa lalu itu di bicarakan lagi mas. ''
''Oke lah sayang, mas gak akan minta kamu untuk menceritakan masa lalu itu. ''
Rangga dan keizha duduk sambil menatap tanaman di halaman belakang, rangga begitu senang karena saat ini dia bisa memiliki keizha sebagai istrinya, walaupun dengan cara yang licik tapi hanya dengan cara itu keizha bisa menjadi istrinya dan miliknya selamanya.
''Mas....kei di minta tinggal di rumah ibu, padahal kemarin ibu udah lihat kan keadaan rumah kita, itu bukan apartment tapi rumah, tapi ibu tetap ajah maksa tinggal di istana bagaskara. ''
ucap keizha dan rangga langsung terdiam.
''Kenapa hanya kamu yang di minta, kan ada kalandra juga kayla bukan kamu ajah. ''
ucap rangga dan keizha menghembuskan nafasnya.
''Karena kei anak bontot dan kewajiban nya tinggal di rumah ibu, kei sih gak masalah tapi mas gimana pasti canggung kan. ''
''Pastilah canggung, kamu tau sayang rumah ini juga nantinya milik mas dan mama juga nyuruh mas tinggal di rumah ini tapi mas minta raisa ajah sama suaminya yang tinggal disini, akhirnya raisa mau tinggal disini dan mama juga papa setuju. ''
''Alexa sama axel masih kecil mas, gak bisa kei minta mereka tinggal di rumah ibu. ''
''Kamu itu aneh aneh ajah, nanti kita bicarakan baik baik yah bagusnya gimana. ''
Rangga dan keizha mengobrol ringan hingga panggilan meminta makan pun menjadi akhir obrolannya, rangga langsung membawa keizha menuju ruang makan dan ternyata ruang keluarga di sulap jadi tempat makan lesehan, keizha langsung senang dan ikut berbaur dengan keluarga lainnya.
TBC......
.
.
.
.
.
..........
__ADS_1