
Satu bulan kemudian....
Satu bulan sudah keizha dan rangga menikah, namun keizha menolak untuk di adakan resepsi pernikahan dan membuat semua keluarga kesal dan rangga hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan keizha.
Sampai saat ini keizha belum di sentuh oleh rangga, rangga pun sudah merasa jengah dengan semua penolakan keizha untuk melayaninya padahal keizha tidak di nyatakan hamil dan keizha juga sempat datang bulan.
''Rangga.... kamu beneran mengikuti kemauan keizha?? gak mau ada resepsi pernikahan kalian. ''
ucap raihan dan rangga mengangguk.
''Biarlah kak ikuti semua kemauan keizha yang egois dan berwatak keras itu, lagian rangga udah jengah dengan semua tingkah dan penolakannya, rangga juga laki laki normal mempunyai batas kesabaran. ''
ucap rangga dan membuat raihan mengerutkan keningnya.
''Maksud kamu apa rangga?? ''
''Udah lah kakak gak usah tau, rangga pamit yah karena rangga mau ke magelang sore ini, ada kerjaan disana dan rangga yang harus turun langsung. ''
''Baiklah dan kakak harap bicarakan baik baik pada keizha dan jangan menyesal nantinya. ''
ucap raihan saat rangga keluar dari ruangan kakaknya.
Rangga langsung menuju apartment nya untuk mengemas barang barangnya dan rangga gak berniat pamit pada keizha, rangga hanya memberikan pesan melalui pelayan di rumahnya.
Setelah selesai dengan mengemas barangnya, rangga langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tububnya.
Di restoran keizha....
Keizha saat ini sedang membersihkan noda ice cream di roknya karena tertumpahan oleh anak kecil yang di bawa pengunjungnya.
''Gak bisa hilang, terpaksa pulang ganti costume deh jadinya. ''
ucap keizha sambil keluar dari ruangannya dan langsung menuju apartment nya.
Keizha sampai di kediamannya dan langsung masuk kedalam kamarnya, keizha mengerutkan keningnya saat melihat ada koper di sisi ranjangnya.
''Koper siapa ini yah?? masa punya om rangga sih. ''
ucap keizha sambil membuka kopernya dan alangkah kagetnya saat melihat pakaian rangga tersusun rapih.
Pintu kamar mandi terbuka dan rangga lah yang keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya, keizha langsung beranjak dan menghampiri rangga.
''Hubby... ngapain packing pakaian segala dan pake koper gede lagi?? ''
ucap keizha sambil menghampiri rangga namun naas rangga tidak menjawabnya dan membiarkannya.
''Hubby.... kei nanya loh kenapa gak jawab. ''
ucap keizha kembali dan rangga langsung terdiam.
''Kalau kamu melihat koper dan berisi pakaian, itu artinya saya akan pergi keizha, kenapa masih nanya. ''
ucap rangga dengan nada ketus nya dan keizha langsung terdiam.
''Iya kei tau hubby akan pergi tapi mau pergi kemana sampe bawa pakaian banyak?? ''
''Udah lah jangan urusin kesibukan saya dan urus dunia kamu sendiri, permisi saya harus pergi sekarang. ''
__ADS_1
ucap rangga sambil membawa kopernya.
''Gak bisa gitu dong hubby, jelaskan mau kemana dan nanti siapa yang menemani kei disini?? ''
''Kamu kan terbiasa melakukan apapun sendiri tanpa saya, jadi gak ngaruh saya mau kemanapun juga lagian ada pelayan yang menemani kamu atau pulang ajah ke rumah orang tua kamu menginap seperti biasa, sudah lah jangan ajak saya debat lagi karena saya sudah terlambat keizha. ''
ucap rangga sambil keluar dari apartment nya dan menuju lift.
Keizha langsung melorot dan terduduk di lantai, keizha langsung menangis kencang dan membuat pelayan menghampirinya.
''Nona jangan menagis, ayo bibi bantu duduk di sofa yah karena di lantai kotor. ''
ucap seorang pelayan dan membantu keizha duduk di sofa.
Keizha langsung minum air yang di berikan oleh pelayan tapi tangisnya belum reda dan masih terdengar.
Di dalam mobil saat ini rangga hanya diam dan aura nya begitu dingin, rangga sengaja meninggalkan keizha dulu karena rangga memberikan sedikit pelajaran untuk keizha.
''Maafkan saya keizha karena meninggalkan kamu dulu, kamu memang mengurus semua kebutuhan saya dan saya senang itu, tapi saya laki laki normal dan saya seorang suami sudah hak saya meminta di layani di ranjang tapi kamu selalu menolaknya. ''
gumam rangga sambil menutup matanya karena lelah.
Rangga memang sedang ada pekerjaan di magelang dan dia sengaja turun tangan menangani nya untuk mengurus pekerjaannya di dampingi asistennya.
Di apartments saat ini.....
Keizha langsung masuk kedalam kamarnya dan merasakan sesak di dadanya, wangi dari rangga begitu terasa di hidunya.
''Om rangga.... maafkan semua kesalahan kei dan kei kesepian tanpa om, padahal baru beberapa jam om pergi dan kei udah sangat rindu. ''
ucap keizha sambil mencium handuk yang di gunakan rangga barusan dan tergeletak di ranjang seperti biasa.
ucap keizha sambil merebahkan tubuhnya di ranjang.
Memori ingatan keizha terus berputar saat dia selalu mendapatkan perhatian dari rangga, rangga begitu sabar menghadapi keizha yang seenaknya, rangga selalu memanggil sayang walaupun keizha selalu menolaknya.
Puncak kekesalan rangga saat semalam rangga meminta haknya namun keizha terus menolaknya dan selalu menyebutkan berbagai alasan agar rangga tidak menyentuhnya.
Satu minggu berlalu....
Rangga benar benar menutup akses pada keizha agar tidak menghubunginya, keizha saat ini menjadi murung dan tidak banyak bicara dan keizha selalu mengurung diri di kamarnya selama seminggu ini.
''Ini yang dirasakan sama kamu hubby, saat aku sibuk dengan duniaku dan saat aku dengan entengnya bilang menginap di rumah ibu. ''
ucap keizha sambil menatap foto rangga yang ada di genggamannya.
Di luar kamarnya ternyata ada raisa dan diminta langsung masuk oleh keizha karena dia sedang malas kemana kemana.
''Keizha.... ayolah antar aku pemotretan dong dan kamu sekalian ajah ikut. ''
ucap raisa saat masuk kedalam kamarnya keizha.
''Malas tau, sana kamu ajah sendiri dan jangan ganggu aku dulu. ''
ucap keizha dan raisa cemberut.
__ADS_1
''Kei ini akan muncul di majalah bisnis dan pasti nanti om rangga melihatnya, ayolah ikut. ''
ucap raisa ngasal dan keizha langsung menyetujuinya.
''Akhirnya keizha ikut juga walaupun harus di bohongin dulu. ''
ucap raisa saat keizha mengganti pakaiannya.
''Kei bukannya aku ikut campur atau membela om rangga yah, emangnya ada masalah apa sampe sampe om rangga pergi ninggalin kamu, jangan sampai nasib kamu seperti tante rere deh, dulu dia juga gini sering kesepian di tinggal om rangga, tante rere egois dan selalu menomersatukan pekerjaannya, padahal om rangga tulus menerima tante rere yang gak akan pernah bisa mengandung lagi. ''
ucap raisa dan keizha langsung diam.
''Amit amit jangan sampai om rangga ninggalin aku laah, om rangga marah ke aku karena aku selalu menolak kalau disentuh sama om rangga. ''
''Astaga keizha kamu bodoh, gimana kalau om rangga nyari wanita lain untuk menyalurkan hasratnya, hayoh gimana?? ''
ucap raisa dan membuat keizha reflek memukul lengan raisa.
''Sakit kei dan lihat aku sedang mengemudi gimana kalau nabrak. ''
ucap raisa sewot dan membuat keizha cemberut.
''Habisnya kamu ngasal kalau bicara, amit amit kalau sampe om rangga memilih wanita lain dan ninggalin aku, doa kamu jahat sekali raisa. ''
''Habisnya, kamu harusnya ngerti kalau om rangga itu pria dan di usia segitu lagi hot hot nya, ngerti dong kalau om rangga minta dan kamu bodoh di kasih yang enak gak mau. ''
''Kamu bicaranya kaya janda gatel dan jangan bilang kamu udah melakukannya raisa, oh astaga kamu udah main ranjang?? ''
''Issshhh... kamu ini cerewet sekali, lagian aku akan nikah minggu depan kan, lagian aldi itu laki laki yang penakut dan lugu sekali, makanya aku ngerayu dia dan akhirnya kita begitu deh. ''
ucap raisa dengan senyum nya dan membuat keizha menepuk jidatnya.
''Gimana kalau aldi ninggalin kamu raisa?? ''
''Amit amit gak akan laah, lagian aldi kan cinta mati dan malah aldi yang ngotot nikah di langsungkan secepatnya, dia mana berani ninggalin aku, karena aku kan punya kunci nya aldi. ''
''Terserah laah pusing aku, ini mau pemotretan preewed ceritanya?? ''
ucap keizha dan raisa mengangguk.
''Aku masa lihatin kalian mesra mesraan. ''
''Udah kamu ikut ajah dari pada kesepian dan lagian ada mamah aku kok jadi ada teman kan kamu. ''
ucap raisa dan keizha hanya diam.
TBC......
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.....................