Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Tipu Daya


__ADS_3

Seorang wanita muda berlari ke arah kami "Ayah kemana aja sih, Wina lagi beli minum kok tiba-tiba ayah ngilang."


"Tadi ayah melihat seseorang yang sepertinya ayah kenal, lalu ayah mencoba menghampiri dia, ternyata dugaan ayah benar, dia anak teman baik ayah, namanya Randi, dia anak Pak Farhan teman baik ayah dulu."


Wina menatapku dengan malu-malu, lalu kamipun berkenalan, dia tampaknya seumuran dengan Kamila, namun jauh lebih cantik Kamila. Lalu pikiran jahat menari dalam benakku. Aku akan membuat anak Pak Ridwan jatuh cinta padaku dan akan kukuasai seluruh hartanya. Pasti tidaklah sulit karena wanita itu, sepertinya begitu tertarik padaku, aku sering melihatnya diam-diam menatapku.


"Randi, tadi kamu bilang sedang mencari pekerjaan kan? Kebetulan di perusahaan sawit milik saya, kami sedang membutuhkan supervisor lapangan, kamu mau bekerja di perusahan kami?"


"Oh tentu saja saya mau Pak Ridwan."


"Ya sudah kalau begitu besok kamu langsung datang ke kantor ya, ini alamatnya." kata Pak Ridwan sambil memberikan kartu nama padaku.


"Baik pak, terimkasih banyak sudah berkenan memberikan saya pekerjaan."


"Randi, sesama manusia kita harus tolong menolong, saya juga banyak berhutang budi pada Ayahmu, anggap saja ini adalah bentuk balas budi saya pada Ayahmu, ya sudah saya pamit dulu ya masih banyak urusan di kantor, sampai bertemu besok."


"Baik pak. Hati-hati di jalan, sampai bertemu besok." jawabku.


Keesokkan harinya, aku pergi ke perkebunan sawit milik Pak Ridwan. Ternyata perkebunan yang dia miliki adalah perkebunan sawit terbesar di Jambi, khususnya di wilayah Batanghari. Kulihat Wina dan Pak Ridwan sudah begitu sibuk, melihat kedatanganku mereka lalu menghampiriku dan menerangkan job desk padaku.

__ADS_1


"Wina tolong kamu ajak Randi jalan-jalan di kebun dan terangkan semua bagian area perkebunan."


"Iya yah."


Kami lalu berjalan di sekitar area perkebunan, Wina dengan telaten menerangkan bagian kebun dan jobdesk untukku sebagai supervisor lapangan. Beberapa kali aku menggodanya, dan dia tampak tersipu malu.


Satu tahun setelah berkerja di kebun sawit milik Pak Ridwan, dia menaikan jabatanku karena kinerjaku yang sangat baik. Tak berapa lama setelah naik jabatan, aku pun memberanikan diri untuk melamar Wina. Gayungpun bersambut, Pak Ridwan memang ingin aku menjadi menantunya. Sejak awal pertemuan kami dia memang bermaksud menjodohkan Wina denganku karena dia ingin memiliki hubungan persaudaraan dengan Ayah.


Tak lama setelah aku dan Wina menikah, mertuaku mulai sakit-sakitan, kemudian akulah yang memimpin perkebunan sawit miliknya. Aku memang sengaja memberikan obat pada Ridwan agar kondisi kesehatannya semakin memburuk, tak berapa lama diapun meninggal. Dan aku menjadi satu-satunya orang yang berkuasa di perusahaan ini, aku sangat bahagia bisa berada di posisiku saat ini, kerja kerasku akhirnya menuai hasil setelah berbagai kesulitan yang kualami.


Tanpa Wina tahu aku sering bermain wanita di luar. Aku sudah sangat bosan pada Wina, dia tidak begitu cantik dan tidak bisa merawat tubuhnya, apalagi setelah kami memiliki anak.


Tak terasa sudah lima belas tahun lebih aku berpisah dengan Kamila, meski banyak wanita yang datang silih berganti sebagai pemuas nafsuku, aku masih tetap memikirkannya. Pada suatu hari tanpa sengaja aku membuka aplikasi sosial media berwarna biru, kulihat seorang wanita yang telah lama kurindukan.'Kamila' batinku dalam hati, melalui sosial media aku tahu ternyata Kamila seorang single parent dengan seorang anak.


Dahulu, meski kami sudah pindah ke Jambi, Ibu masih saja selalu terlihat sedih, hingga suatu hari kutemukan Ibu gantung diri di dalam kamar. Aku begitu hancur melihatnya, namun tak ada seorangpun tahu penyebab kematian Ibu adalah gantung diri, yang orang-orang tahu Ibu meninggal karena sakit. Saat itu, aku tidak mau kondisi keluargaku yang sebenarnya diketahui oleh Wina dan mengganggu rencana pernikahanku dengannya.


'Saatnya balas dendam!' batinku dalam hati.


Aku akhirnya berhasil mendapat ijin dari Wina untuk tinggal sementara di Solo selama beberapa bulan. Aku beralasan untuk mengunjungi makam Ayah dan ingin membuka usaha kuliner di Solo. Bisnis sawit kutitipkan pada anak buah kepercayaanku dan tetap akan kupantau meskipun jauh.

__ADS_1


Hari pertama kepindahanku, aku mencari berbagai informasi mengenai keluarga Wiguna dan Kamila. Pada suatu malam aku sengaja mampir ke cafe milik Kamila, saat pertama kali melihatnya hatiku berdetak dengan kencang, dia masih tampak begitu cantik dan mempesona. Sungguh sangat jauh berbeda dengan Wina.


Awalnya Kamila tak menghiraukanku, namun aku selalu mencuri berbagai kesempatan untuk mendekatinya. Sampai suatu malam aku membayar preman bayaran untuk berpura-pura melukaiku. Aku akhirnya berhasil mendapatkan simpati dari Kamila meski aku harus berkorban terluka di bagian perutku.


Tak hanya itu, kelihaianku dalam merayu wanita juga membuatku mendapatkan tubuhnya, dia begitu mempercayai kata-kata manis yang kuucapkan padanya. Bahkan dia tak pernah menanyakan statusku, yang dia tahu aku kembali untuk bersatu dengannya. 'Benar-benar bodoh.' kataku dalam hati saat satu persatu rencanaku berjalan dengan lancar.


"Saatnya telah tiba Wiguna, hanya dalam hitungan hari keluargamu akan berantakan!"


Hubunganku dan Kamila sudah berjalan selama enam bulan, aku sudah cukup puas merasakan kenikmatan bersamanya, bahkan hubungan kami sudah seperti layaknya suami istri, dia bahkan rela terbang sampai ke Jambi untuk mengunjungiku. Namun tentu saja aku bermain cantik, jika kami berkencan di Jambi tentu sangat berbahaya, maka aku mengajaknya berlibur di resort mewah di daerah Belitung.


Tak berapa lama setelah kami berlibur tiba-tiba dia memintaku untuk bertemu dengannya. Dia mengaku hamil dan meminta pertanggung jawaban dariku. Tentu saja aku menolak anak yang dikandungnya, bahkan aku hanya mengejeknya saat dia menangis dan memohon di hadapanku. Aku tahu dia begitu hancur namun ini memang sudah menjadi rencanaku untuk menghancurkan keluarganya.


Bahkan kematian ibunya juga merupakan bagian dari rencanaku, aku tahu ibunya mengidap penyakit jantung. Aku memang yang meminta Wina datang ke Solo, Wina sudah mulai curiga padaku jika aku memiliki wanita idaman lain. Lalu aku sengaja membiarkan dia membuka ponselku dan membiarkan dia membaca pesan dari Kamila yang sedang merayuku, pesan berisi kata romantisku untuk Kamila telah aku hapus, sehingga terkesan Kamila yang menggodaku. Tak lupa aku juga menyelipkan foto saat Kamila memelukku dari belakang, agar Wina menyangka Kamila lah yang mendekatiku terlebih dahulu.


Wina yang sudah diliputi amarah langsung menuju rumah Kamila. Dan sesuai dugaanku, Ibu Kamila meninggal ketika mendengar Kamila hamil dan menjadi selingkuhanku. Setelah Ibu Kamila meninggal, aku tahu Kamila diusir oleh kakak-kakaknya, semua rencana sudah kupersiapkan dengan matang. Aku memang dengan sengaja telah merusak mobil milik Ranj saat terparkir di halaman rumahnya, agar mobil tersebut mogok ditengah jalan sehingga tidak bisa mengantar Kamila ke Bandara.


Lalu aku berpura-pura menyamar menjadi pengemudi taksi online untuk menjebaknya. Tak lupa selama di dalam mobil aku sudah memberinya obat bius agar dia tidak bangun selama di perjalanan.


Tubuh Kamila yang tak berdaya kini ada di depanku. Aku sudah puas menikmatinya, aku begitu bahagia melihat dia begitu tersiksa.

__ADS_1


'Tunggu saja Wiguna, aku akan membuat seluruh keluargamu hancur, anakmu akan kubuat hancur satu per satu, sama saat kau merampas kehidupan kedua orang tuaku!!!'


kataku dalam hati.


__ADS_2