Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Tertangkap


__ADS_3

Pov Rani


"Ada apa sebenarnya mas?" tanyaku penuh tanda tanya.


"Rani mas baru sadar beberapa hari ini, sering terjadi kekacauan di proyek, tiba-tiba banyak masalah, mulai dari bahan bangunan yang dicuri, dan beberapa peralatan juga rusak mendadak, hari ini saja kami kehilangan 50 sak semen, lalu alat pengaduk semen juga rusak, apa ini ada hubungannya dengan Randi?" kata Mas Ardi ikut panik.


"Bisa jadi Mas, itu semua ulah Randi, kamu harus berhati-hati Mas, coba kamu pasang beberapa kamera pengawas secara sembunyi-sembunyi di bagian yang tak terlihat, lalu awasi juga pekerjamu Mas, jangan-jangan Randi juga sudah bekerja sama dengan salah satu pekerjamu!"


"Iya Ran, aku sekarang akan lebih berhati-hati, oh iya aku juga ingat sih tadi siang ada seorang wanita yang datang padaku, melamar menjadi staf administrasi padahal aku tidak membuka lowongan pekerjaan, dia juga seperti menggoda tapi kuabaikan karena aku sibuk bekerja."


"Banar-benar licik kau Randi, akan kubuat perhitungan denganmu." kata ayah tiba-tiba menimpali.


"Maksud Ayah bagaimana?"


"Aku sudah pensiun, sekarang aku tidak bisa berbuat banyak seperti dulu, aku akan menceritakan semua pada Pak Rangga, dia yang dari dulu menangani kasus narkoba dan kejahatan yang dilakukan Farhan, orang tua Randi, biar dia yang menyelesaikan semua ini."


"Jadi benar Ayah yang membunuh Pak Farhan?"


"Bukan ayah Rani, kami memang dulu telah merencanakannya agar dia tidak bisa menjalankan bisnisnya dari dalam penjara, namun sebelum kami melakukan rencana tersebut, Farhan sudah lebih dulu tewas akibat perkelahian antar napi di dalam rutan. Saat Pak Rangga menelepon salah satu sipir penjara, sedang terjadi perkelahian antara Farhan dan Mansur yang berebut kekuasaan di dalam rutan, akhirnya Farhan meninggal setelah mendapat tendangan bertubi-tubi oleh Mansur, lambungnya hancur dan dia juga mengalami gegar otak."


Aku mendengar penuturan Bapak sambil bergidik ngeri. "Ardi, kamu jaga keluargamu baik-baik dan tetap waspada, kemungkinan Randi ingin usaha dan rumah tanggamu hancur, sekarang kalian pulanglah, biar ayah yang akan mengurusnya."


"Baik yah kataku."


Kami lalu berpamitan pulang, sayup-sayup kudengar Ayah sedang menelepon seseorang saat aku menutup pintu rumahnya.


                                *******


Pov Author


Seorang laki-laki bertubuh kurus memakai topi dan jaket kulit berwarna hitam tampak sedang menghampiri seseorang yang tengah duduk dalam kegelapan, berulangkali tampak kepulan asap keluar dari mulutnya.


"Beres bos, semua lancar, aman."


"Sudah kamu lakukan apa yang kuperintahkan Joko?"

__ADS_1


"Beres bos, kalau menderita kerugian seperti ini terus menerus, pasti bisnis milik Ardi akan gulung tikar aku juga sudah menghasut teman-temanku agar bekerja asal-asalan karena aku menghembuskan kabar burung jika Pak Ardi diambang kebangkrutan."


"Lalu kau sudah menyuruh temanmu untuk menggoda Ardi?"


"Sudah bos, tinggal rencana itu yang belum berhasil karena Ardi tampaknya tidak begitu tertarik pada wanita yang kita kirimkan."


"Kurang ajar Ardi, cari wanita lain lagi yang lebih cantik dan seksi."


"Baik bos."


"Ini bayaranmu, akan kulunasi jika kau sudah berhasil membuat dia jatuh ke dalam pelukan wanita lain, cepat pergi dari sini sebelum ada yang curiga."


"Baik bos."


Bersamaan dengan kepergian Joko, seorang laki-laki juga tampak mendekat.


"Bagaimana Rusli? sudah kau antar barangnya?"


kata laki-laki tersebut pada orang yang baru datang padanya.


"Aman bos, untuk saat ini polisi juga belum ada yang curiga, bisnis kita masih lancar."


                             *******


"Halo Rangga, ini Wiguna, Rangga mereka sudah sangat meresahkan, sekarang Randi, anak kandung Farhan yang menjalankan bisnis mereka, keluargaku sudah jadi korban kebiadaban mereka semua, tolong kamu bergerak cepat!"


"Tenangkan diri anda Pak Wiguna, ceritakan satu-satu." jawab seseorang di seberang telepon.


Tampak Wiguna sibuk menceritakan semua kejadian yang dialami keluarganya, sambil beberapa kali diselingi kata-kata kasar untuk meluapkan emosinya.


"Baik Pak Wiguna, aku akan bergerak, anda tenang saja dan bersikaplah biasa seperti saat kamu belum mengetahui apa-apa, agar gerak gerik kita tidak dicurigai."


"Baik Rangga, aku percaya padamu, aku percaya kamu bisa menyelesaikan masalah ini!"


Wiguna lalu menutup teleponnya. Lalu sebuah nama dia ketikkan di ponselnya, ingin sekali menghubungi nama itu namun kemudian diurungkannya hanya air mata yang menetes membasahi pipinya. 'Maafkan Ayah Kamila, karena Ayah kamu menjadi seperti ini dan menanggung semuanya.' gumamnya sambil menangis.

__ADS_1


                             *******


Disebuah rumah tampak seseorang begitu cemas memperhatikan ponsel miliknya. Setelah selesai dia melihat video yang ada di ponselnya dia lalu memanggil istrinya.


"Raniii... Raniiiii lihat ini Rani!!!. Dengan penuh rasa penasaran Rani datang karena melihat suaminya telah begitu panik, lalu melihat rekaman video tersebut.


"Astaghfirullah hal adzim, jadi yang berkhianat Joko mas? Darimana mas memiliki video ini?" kata Rani sambil terbata.


"Tadi sepulang dari rumah Ayah setelah mas mengantarmu dan Reyhan pulang, mas pergi sebentar untuk memasang CCTV di beberapa bagian lokasi proyek, kebetulan mas memiliki stok CCTV yang rencananya akan mas pasang pada gedung proyek tersebut jika sudah jadi. Ini sudah keterlaluan Rani, sudah hampir sebulan aku menderita kerugian terus-menerus karena ulah mereka, jika dibiarkan usahaku bisa gulung tikar. Kita harus secepatnya bertindak Rani."


"Iya Mas, jangan lupa mas kirimkan bukti CCTV ini juga pada Ayah!"


"Iya Rani, aku akan menjebloskan Randi ke penjara karena sudah berani mengusik kehidupan kita!"


Keesokan paginya tampak seorang pekerja berjalan dengan begitu jumawa melenggang ke dalam lokasi proyek."Joko kamu dipanggil sama bos Ardi". Senyum jumawa itu tiba-tiba berubah menjadi raut wajah penuh kecemasan. Dengan lemas Joko menghampiri Ardi yang tengah berdiri di samping mobil di dekat lokasi proyek.


"Joko kamu lihat video ini kan, katakan padaku siapa yang menyuruhmu?"


"Aa..aa..aampun Pak Ardi saya cuma disuruh sama Pak Randi, ampuni saya Pak Ardi jangan masukkan saya ke penjara." kata Joko sambil mengiba.


"Sudah kuduga, sekarang bersaksilah untukku saat melaporkan Randi ke polisi maka nasibmu akan aman dan aku akan mengampunimu."


"Ba... Baik Pak Ardi."


                             *******


Seorang pemuda tampak sedang menunggu seseorang dengan begitu cemas saat orang yang ditunggunya datang tiba-tiba beberapa orang berbadan besar menyergap mereka dan membawa mereka semua ke dalam sebuah mobil.


"Jangan bergerak, sekarang antar kami ke rumah bos kalian, berikan ponsel kalian pada kami!"


Dua orang pemuda tersebut tidak dapat berkutik, akhirnya mereka mengantar polisi tersebut ke rumah bos mereka.


Rumah tersebut tampak begitu tenang, lalu seorang polisi menelepon menggunakan ponsel milik salah satu dari pemuda tersebut. Tampak seorang laki-laki keluar dari dalam rumah, melihat laki-laki tersebut keluar lalu para polisi yang telah mengintai di sekeliling rumah pun menyergapnya.


Pria itu mencoba memberontak dan melawan. "Apa-apaan ini? Kalian tidak bisa menangkap saya tanpa bukti!!!"

__ADS_1


"Saudara Randi kami sudah menangkap anak buah anda yang sedang melakukan transaksi narkoba, kami ada barang bukti dari transaksi tersebut, sekarang mereka ada di dalam mobil, ponsel mereka juga sudah kami sita sebagai bukti percakapan dengan anda, sekarang kami akan menggeledah rumah anda!"


"Apa-apaan ini kurang ajar, kalian tidak bisa masuk ke rumahku sembarangan!!!" kata Randi sambil berteriak tapi tidak ada yang memedulikan, para polisi sudah bergerak masuk ke dalam rumahnya.


__ADS_2