Orang Tua Untuk Bayiku

Orang Tua Untuk Bayiku
Biang Kerok


__ADS_3

"Mbaaa Rani!!!" kataku sambil menangis tersedu.


"Kamila.. Ini benar kamu? Kamu dimana Mila apa kamu baik-baik saja? Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu menghilang dan tidak pergi ke rumah Mba Tari?"


"Panjang ceritanya Mba, sekarang Mila di Madiun, saat aku naik taksi Randi menculikku, dia berpura-pura menjadi supir taksi lalu menyekapku, aku disekap dan diperkosa selama beberapa hari, kemudian dibuang di sebuah hutan di Banyuwangi, dia sengaja membuangku begitu jauh agar aku tidak bisa kembali ke rumah namun aku berhasil selamat dan ada beberapa orang baik hati yang menolongku."


"Apaaaa??? Benar-benar kurang ajar Randi, tingkahnya seperti iblis aku harus memberinya pelajaran Mila, dia benar-benar sudah keterlaluan!!!"


"Jangan dulu Mba, jangan gegabah kita belum punya bukti, kita harus hati-hati dengannya Mba, dia seorang penjahat, dia merupakan jaringan pengedar narkoba, selain itu dia juga ingin menghancurkan keluarga kita."


"Apa maksud kamu Mila?"


"Ya Mba, dia punya dendam pada keluarga kita, terutama pada Ayah, dan ingin melihat keluarga kita hancur, kita harus hati-hati dengannya. Jangan gegabah, tetaplah bertindak seperti biasa saat kita belum tahu rencana busuknya!"


"Darimana kamu tahu Mila, dia punya rencana jahat pada kita semua?"


"Saat aku disekap di dalam hutan Mba, saat aku diberi obat bius, aku sengaja berpura-pura sudah tak sadarkan diri dan aku mendengar semua rencana jahatnya, bahkan Randi yang membuat mobil Mba Rani mogok sehingga tidak bisa mengantarku ke Bandara. Dia juga tahu kondisi kesehatan Ibu kita, dan dia sengaja membuat Ibu mengalami sakit lagi dengan menyuruh Wina, istrinya untuk mendatangiku dan memberitahukan semua pada ibu. Secara tidak langsung dia yang sudah membunuh ibu juga Mba, Saat menyekapku Randi juga tengah mabuk, jadi dia merancau tidak jelas dan membocorkan semua rahasianya padaku!"


                                 ******


"Haiiii Kamila, anak seorang Wiguna yang begitu terhormat, sekarang rasakan akibatnya, kamu dan keluargamu akan kubuat menangis darah karena Ayahmu telah dengan sengaja membunuh Ayahku saat ada di dalam tahanan. Sekarang giliran keluarga kalian yang akan merasakan penderitaan yang kualami.


Wiguna, akan kubuat keluargamu hancur, lihatlah Kamila saja sudah tidak ada harga dirinya bagaikan sampah, aku yang sudah membuat mobil Rani anakmu rusak sehingga aku bebas menculik Kamila, istrimu yang sudah berada di liang lahat juga adalah bagian dari rencanaku, hahahhahaha dan selanjutnya tinggal Rani dan Tari yang akan kubuat rumah tangganya berantakam, lihatlah pembalasanku!!!


Wiguna..Wiguna kamu pikir dengan membunuh Ayahku, bisnis narkoba akan berhenti? Tidak semudah itu Wiguna karena ada aku, Randi yang sudah meneruskan semua bisnis ayahku. Itulah alasan utama aku kembali hahhahahahha"

__ADS_1


                               ******


Kuceritakan semua yang kudengar saat aku disekap Randi pada Mba Rani. "Begitu ceritanya Mba, setelah itu aku tidak sadarkan diri dan ketika aku bangun, aku sudah di di dalam hutan, semua uang dan ponsel milikku sudah Randi buang entah kemana."


"Benar-benar bi*dab Randi!!!"


"Mba harus cari bukti, peredaran narkoba yang Randi lakukan, minta tolong Ayah dan Mas Ardi untuk menyelidikinya!"


"Iya Mila nanti Mba bicarakan dengan Ayah dan Mas Ardi, sekarang keadaanmu bagaimana Mila?"


"Alhamdulillah sekarang sudah sehat mba, kemarin selama dua minggu aku mendapat perawatan di rumah sakit. Setelah aku diperkosa Randi, aku mengalami kontraksi dini dan trauma berat, untung ada orang baik yang menolongku Mba, membawaku ke rumah sakit serta menyewa psikolog untuk mendampingiku selama masa trauma, sekarang aku tinggal di rumah mereka."


"Kamu beruntung Mila bertemu orang baik seperti mereka, lalu bagaimana nasib anakmu? kondisimu masih belum memungkinkan untuk pergi ke rumah Mba Tari."


"Mba Rani ga usah khawatir, orang yang menolongku yang akan menjadi orang tua untuk anakku, mereka adalah salah satu orang berada, bisnis mereka tersebar di seluruh Pulau Jawa, dan khusunya di daerah Jawa Timur ini." kataku sambil diiringi air mata dan menahan rasa sakit di dada membayangkan harus berpisah dengan anak dalam kandunganku.


"Iya Mba, tolong nanti sampaikan hal ini pada Mba Tari jika aku tak bisa memberikan anakku pada temannya, tolong juga berikan pengertian agar Mba Tari memahami keadaanku."


"Iya Mila, nanti biar Mba Rani yang urus semuanya, kamu jaga kesehatan mu, jangan berfikir terlalu berat."


"Iya Mba, ya sudah ya Mba nanti Mila telepon lagi, Mila harus istirahat karena baru pulang dari rumah sakit."


"Iya Mila kamu jaga diri ya"


"Ya Mba salam untuk Ayah dan Mba Tari."

__ADS_1


Aku lalu menutup telepon,aku sudah tidak kuat menahan rasa sakit dan sedih di dalam hatiku saat kuceritakan semua pada Mba Rani, semua kenangan buruk hinggap dalam benakku, belum lagi kenyataan pahit yang sebentar lagi harus kuhadapi, yaitu berpisah dengan anakku. Aku tidak ingin Mba Rani mendengarku menangis lagi.


                               ******


Pov Rani


Akhirnya aku mendapat kabar dimana Kamila berada, hatiku sungguh lega. Sudah dua minggu ini kami semua dibuat bingung olehnya, awalnya kami pikir Kamila melarikan diri bersama Randi dan akan mengasuh anak mereka bersama-sama.


Namun ternyata, selang dua hari setelah Kamila menghilang aku masih melihat Randi berkeliaran di sekitar rumahnya, dan beberapa kali bertemu dia dengan istrinya. Saat kami sudah mengikhlaskan Mila yang menurut kami memilih membesarkan anaknya sendiri, tiba-tiba ada seseorang yang menelponku.


Aku begitu lega karena yang menelpon ternyata Kamila. Namun, hatiku juga sangat sakit saat aku mendengar cerita darinya, begitu malang nasib Kamila, membayangkannya pun aku tak sanggup, dia dalam keadaan hamil dan lemah tega-teganya Randi menodai dan membuangnya di dalam hutan, sungguh benar-benar kejam, jika tidak dicegah oleh Kamila ingin sekali rasanya menghabisi manusia jahat seperti dia.


Namun setelah aku mendengar semua penjelasan Mila, aku sadar menghadapi manusia licik seperti Randi tidak bisa gegabah. Aku akan menceritakan semua pada Ayah dan Mas Ardi, aku lalu mengajak Rayhan ke rumah Ayah, aku takut jika meninggalkan Rayhan di rumah sendirian, Randi bisa saja berbuat jahat pada anakku. Kini aku harus berhati-hati dan jangan sampai lengah, kemarin saja aku tidak sadar Randi telah merusak mobilku, sekarang dia bisa saja bertindak lebih dari itu.


Kini kami sudah berkumpul, aku lalu menceritakan semua yang Kamila alami hingga rencana Randi yang ingin menghancurkan keluargaku.


Kulihat Ayah begitu marah mendengar semua ceritaku, lalu air mata menetes di pipinya."Ini salah Ayah yang sudah menyuruh Kamila pergi, jika Kamila masih disini pasti dia tidak akan mengalami kejadian buruk seperti itu, untungnya Kamila masih selamat, jika terjadi apa-apa pada Kamila, Ayah tidak akan memaafkan diri sendiri." katanya sambil menangis.


"Sudah yah, semua sudah berlalu, yang penting sekarang Kamila sudah sehat dan bisa bertemu orang baik yang mau merawat anaknya kelak, sekarang kita harus menyusun rencana agar bisa menghentikan Randi dan menjebloskan di ke penjara atas semua kejahatannya!" 


Ayah lalu mengangguk, tapi kulihat Mas Ardi tampak terdiam sepertinya sedang berfikir, mungkin sesuatu sudah terjadi padanya.


"Mas,,Mas Ardi, ada apa Mas?"


"Rani mas baru sadar akan sesuatu hal..."

__ADS_1


Lalu Mas Ardi tidak melanjutkan kata-katanya dan kembali terdiam.


"Ada apa sebenarnya Mas?"


__ADS_2