Pak Polisi I LOVE YOU

Pak Polisi I LOVE YOU
tilang


__ADS_3

"ma,,Nuna berangkat kuliah dulu(sambil mencium punggung tangan mama Sonia dengan buru2) assalamualaikum,,"


"Walaikumsalam,,eh Nuna sarapan dulu ,"teriak mama Sonia.


"gak sempet ma buru2"teriak Nuna dari luar yang akan menancap gas motor metic sc**py warna crem itu.


"anak itu selalu seperti itu,emang tidur jam berapa sih dia kok selalu bangun siang"guman mama sonia.


Dia Nuna anaknya mama Sonia Hariyanti dan papa Reno Rahardian,dia selalu telat kalau berangkat kuliah karna sering mengalami insomnia.dia gadis yang baik dan cantik.


Nuna yang sampai di kampus nya dia buru2 masuk ke kelasnya karna pagi ini yang ngajar dosen nya galak banget.


bruk


"Nuna,,"pekik rindi karna kaget tiba2 Nuna nimbrung di sebelah rindi


"hah,,,akhirnya sampai juga,,untung pak Budi belum masuk"nafas Nuna yang ngos2an karna berlari dari parkiran hingga dalam kelas.


"begadang lagi,,"


"hmm"angguk Nuna


"pasti banyak yang lagi loe pikirin,mikirin apa sih loe?"


"mikirin pangeran tampan"sambil senyum menghalu,,


pletak


"halu di tinggi in"


"aw,,sakit tau"


dosen galak pun masuk kelas


"selamat pagi anak2"pak budi


"pagi pak"semua mahasiswa/siswi


"kamu tumben Nun gak telat"kata pak dosen


nuna hanya nyengir kuda.


"oke kita mulai kelas kita"


selesai kuliah Nuna sama rindi langsung balik,,sebelum mereka berdua pulang ke rumah mereka mampir ke sebuah kafe karna dari tadi pagi Nuna belum sarapan.


"Rin ke kafe depan kampus itu ya,,gue laper banget dari pagi belum sarapan,bisa pingsan gue"kata nuna


"loe yang traktir ya,,"rindi


"okey,,"


mereka pun langsung menuju ke kafe itu,setelah mereka selesai makan mereka langsung pulang,,tapi tiba2 di perjalanan arah pulang ada razia perlengkapan berkendara.


"eh nun nun ada razia gimana nih"rindi panik


"tenang kan gue udah punya sim"jawab Nuna santai


"beneran"


"beneran donk masa gue bohong"


salah satu polisi memberhentikan motor Nuna.


"mohon maaf mbk nya mau kemana atau darimana"tanya polisi itu.


"dari kampus pak"kata nuna


"mana helmnya"kata polisi


"bapak gak lihat kalo saya lagi pakai helm"ucap Nuna sambil megang kepalanya.


dan betapa terkejutnya dia.


rindi tepok jidat karna Nuna tidak pakai helm.


"lho helm gue mana Rin"kata nuna panik.


"loe kan dari kampus udah gak pakai helm"

__ADS_1


"emang iya"Nuna membelalakan matanya GK percaya.


"iya ogeb"kata rindi sambil menyonyor kepala Nuna.


polisi yang di hadapan mereka berdua hanya geleng2 kepala melihat tingkah dua sekawan itu.


"bisa perlihatkan SIM dan STNK nya mbk"kata polisi itu.


"bentar pak"


nuna pun mencari SIM dan STNK nya di dalam tas,dan ternyata setelah di cari2 di dalam tas nya benda itu tidak ada.


"aduh"lirih Nuna sambil tepok jidat.


"kenapa"bisik rindi


nuna hanya menggeleng2kan kepalanya sambil melihat ke arah rindi dengan muka sedih.pasalnya dompet Nuna ada di tas satunya,tadi dia makan di kafe ambil uang dari saku celananya.


"iihhh Nuna"rengek rindi


"gimana mbk"kata polisi itu


"hihihi"Nuna hanya senyum nyengir


"lupa tidak bawah pak,tapi sungguh Lo pak ini motor punya saya bukan hasil mencuri,,boleh minta di lolosin gak pak,,pleace,,"mohon Nuna sambil menangkupkan tangan nya di dadanya,,


"maaf motor anda saya bawah,dan akan saya tilang,,nanti anda bisa mengambilnya di kantor polisi"ucap polisi itu


"jangan donk pak,,nanti saya sama temen saya pulangnya gimana"


"anda bisa naik angkot ojol atau apa gitu"


"jangan donk pak,,saya kan gak bawah dompet,apa bapak mau antar saya pulang"


"kenapa harus saya"kata polisi itu


"ya karna motor saya anda ambil bapak"ucap Nuna malas.


"minta bayarin temen kamu aja,pasti bawah"


"saya"tunjuk rindi ke arah nya sendiri


"iya kamu kan temen nya dia"


"Allahu Akbar"ucap Nuna


dan polisi itu lagi2 hanya geleng2 kepalanya.


"jadi mohon mbk nya untuk turun dan patuh akan razia ini"


"jangan donk pak"rengek Nuna yang masih di atas motornya.


"tolong anda turun anda akan saya tilang"


"pak"Nuna dengan nada masih merengek


"ayo mbk"


"kemana pak"kata nuna


rindi hanya membelalakan matanya dengan ucapan Nuna yang polos itu dan menyonyor kepala Nuna lagi.


"apa an sih demen banget Dhe nyonyor kepala gue,nanti kalo amnesia gimana coba"


"lebay"


sampai ada salah satu polisi lagi yang datang mendatangi mereka bertiga karna dari tadi di lihat kok ribut.


"ada apa ini"kata polisi yang baru datang


kelihatan dingin dan cuek.


"ini pak udah tidak pake helm dan tidak bisa memperlihatkan SIM dan STNK jadi motor saya ambil dan saya suruh ambil nanti di kantor polisi"


"mohon kerja samanya mbk"ucap polisi yang baru datang.


nuna mempertajam tag namanya dhaniar


setelah itu dia mempertajam muka si polisi yang bernama dhaniar tadi.

__ADS_1


"pak,,bapak kan tetangga saya iyakan,,anak nya Tante yanti,iyakan iyakan"kata nuna antusias


polisi dhaniar hanya mengerutkan dahinya.


"saya tidak kenal dengan anda"


"kemarin kan udah kenalan waktu batu datang,,iyakan,,masih ingat nggak"


"tidak"ucap Dhani dengan datar


"isssh,,sombong banget"guman Nuna


"paksa aja pak kalo tidak mau"


"terus kita gimana donk pulangnya"rengek rindi


"pak gimana kalo saya telpon bapak saya suruh kesini bawah surat2 nya oke"


"ini surat tilangnya,dan mohon kerja samanya"kata polisi yang nilang Nuna tadi,


dan mau tak mau Nuna sama rindi turun dari motornya tadi.


"eh Rin,loe tlpon Abang Loe siapa tau bisa jemput loe"kata nuna


"Abang gue udah balik ke kota J"huaaaaa tangis rindi


"eh eh,,jangan nangis donk malu maluin tau"


"pokoknya aku mau pulang sekarang"rengek rindi sambil nangis dan kakinya menghentak2 kan kakinya.


"tunggu sebentar"


"loe mau kemana"


"ssstt"


di sisi lain dhaniar yang melihat sekawan itu hanya geleng2 kepalanya dan senyum yang sulit tuk di artikan.


tak lama senyum itu hilang tak kalah seorang gadis mendekatinya.


ya,gadis itu adalah Nuna.


"he,,polisi sok ganteng dan sombong"kata nuna dan dhaniar hanya diam dan datar melihat sekilas Nuna yang udah di hadapan nya.


"anterin pulang donk"mohon Nuna dengan mata yang menggemaskan.


dhaniar pun langsung menoleh ke arah Nuna yang bicaranya berbeda dengan yang pertama tadi tak sadar Nuna pun merangkul tangan Dhani tadi.


"tangan anda,bisa sopan sedikit gak"


"nggak"dengan masih menempel di tangan dhani


Dhani hanya berdecak melihat tingkah Nuna seperti itu.


"lepasin gak,,malu tu di lihatin orang"kata Dhani yang sudah gemes lihat tingkah Nuna dan sambil melepaskan tangan Nuna.


"anterin pulang dulu,,loe gak lihat temen gue udah nangis kayak di tinggal emaknya kundangan"rindi melotot tajam ke Nuna tapi tak di pedulikan.


"gak bisa saya masih dinas"masih dengan muka datarnya tanpa menoleh ke arah Nuna.


"ya sudah aku tunggu di sini"sambil terus mengapit tangan Dhani.


karna Dhani agak malu di lihatin orang 2 dan teman2 nya,akhirnya dia mengambil dompet dan mengambil uang yang ada di dompet itu 100rbuan 2 lembar.


"nih kamu naik ojol atau taksi Sama temen kamu,dan lepasin tangan kamu"


"oke,,ini gue ambil,bukan karna gue matre ato murahan.karna ini kepepet,karna loe yang sombong gak mau anterin gue sama temen gue pulang.nanti kalo udah di rumah gue ganti.thank's babe,,bay,,"ucap Nuna sambil memukul lengan Dhani.dan Dani hanya melotot ke Nuna yanh sudah pergi bersama rindi.


"gila tu cewek gak ada takut2 nya dia sama gue"batin Dhani


semua orang yang berada di sana menahan tawanya.


dhaniar hanya menghembuskan nafas kasar.


"hahahaha,,siapa tu,,calon kakak ipar gue kah"ucap polisi yang menghampiri Dhani. yang dari tadi tertawa melihat drama mereka berdua seperti sepasang kekasih yang lagi ngambek.


Dhani hanya melotot tajam ke arah polisi yang mengejek nya tadi.


dia adalah bawahan nya dhani dan sekaligus sepupu dhani.

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


terima kasih jangan lupa like nya 🙏


__ADS_2