
"assalamualaikum"salam Dhani dan ayah
"Walaikumsalam"bunda dan Nuna
"tumben kalian datang bersamaan"bunda mencium tangan ayah dan Nuna pun.
cup
Dhani mencium kening nuna.
"mandi dulu yuk terus makan"
"Juna mana"
"di rumah mama"
"mandi bareng yuk"bisik Dhani ke nuna saat berjalan menuju kamarnya.
"iih kalo mandi bareng nanti pasti lama"
"cuma sebentar kok"sampai kamar Dhani melepas seragamnya dan langsung menggendong Nuna ke kamar mandi,ya mandi plus plus lah cuma sebentar untuk melepas rindu,karna takut di tunggu bunda dan ayah.
30 menit kemudian Dhani dan Nuna turun untuk makan malam.
di sela2 makan bunda bertanya sama Dhani.
"Dhan,,kata nuna mantanmu sering datang ke kantor"
"hmm"
"yang mana"
"ya cuma itu Bun yang mana lagi,"
"bunda udah cerita semua"Nuna
"bunda buka aib anak sendiri"
"kenapa,,emang aku gak boleh tau mantan2 suamiku"
"ya kan itu hanya masa lalu,,"
"iya masa lalu kamu kembali lagi"ucap Nuna kesal.
"sudah2 gak boleh ribut depan rejeki gak baik"kata ayah
"nanti kalian lanjut di kamar,,tapi tapi jangan sampai bertengkar bicarakan baik2".
setelah selesai makan Nuna dan Dhani ke rumah mama.
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"Juna mana ma,,"
"tidur di kamar mama,,udah biarin aja tidur disini,,mama sama papa kesepian disini,lebih baik kalian segera buatkan adek buat Juna"mama tersenyum.
"maa"Nuna mutar bola mata malas
"iya ma ini lagi proses"kata Dhani
"mas,,"
"bentar ma Dhani ambilkan stok asi nya di rumah"
"tuh Dhani aja udah siap"mama
"nuna yang nggak siap ma,kasihan Juna masih kecil,,"
"sekalian momongnya"
nuna hanya bernafas kasar dan berjalan ke kamar mamanya untuk melihat Juna.
setelah melihat juna mereka kembali ke rumah
bunda.
"mi,,"
"hmm,,"
"buat adek Juna yuk"
"semangat banget Dhe,,"
"please,,"
"meskipun buatnya sekarang, kan gak lansung jadi,,"
"ya kamu berhenti minum pil KB"
"semangat bener"
"karna aku mencintai mi,,"kata Dhani yang langsung menyambar bibir Nuna dan melepas seluruh baju di tubuh masing2,mereka saling menikmati sentuhan tubuh satu sama lain,desah2an yang saling bersautan hingga tak terasa jam menunjukkan pukul 2 pagi baru selesai.mereka kelelahan dan langsung tidur karna dhani kali ini yang paling bersemangat,hingga Nuna kuwalahan.
cup
"selamat pagi"ucap Dhani sambil mencium bibir Nuna.
"hmm,,"
"kamu keterlaluan Pi,,aku kamu gembur sampai jam 2 pagi,,"
"mumpung Juna di rumah mama makanya bisa lama,nanti kalo Juna sama kita papi gak bisa lama-lama"
cup
Dhani pun menyerang Nuna lagi,,
"piii,,"kata nuna masih ngantuk
"bentar doank"akhirnya Nuna pasrah dengan serangan Dhani.
__ADS_1
a
"Papi gak apel pagi lagi"
"papi ngantor malam ganti sama temen papi karna ada keperluan"
"makanya sampai nglembur"kata nuna mencebikkan mulutnya.
"Dhani yang melihat mulut Nuna kayak soang langsung di sambar lagi,bisa2 nya Nuna ngomongin apel pagi di saat ia sedang berolahraga pagi.
setelah sarapan Nuna mengambil Juna ke rumah mamanya.
"kerumah rindi yuk Pi nenggok i dia dah lama kita gak kesana."
"oke,,mana Juna mami bersiap2lah"
nuna pun langsung bersiap2 dan turun membawa bawaan nya Juna di tas nya.
di rumah rindi
"assalamualaikum gantengnya aunty"ucap Nuna yang langsung gendong baby Romi.
"Walaikumsalam aunty"
"rewel gak"
"Alhamdulillah,,lumayan,,untung papanya siaga kalo malam"
"makanya dia sering ngantuk di kantor"dhani
"iya dia yang paling bersemangat"rindi
"mas Dhani kok gak ngantor"
"jaga malam"Nuna
"kapan Juna mau punya adek"goda rindi ke nuna.
"ih kamu tuh kayak orang2 Dhe,,"
"Napa"
"kapan Juna punya adek"sambil menonyong2kan mulutnya yang terlihat gemes oleh Dhani dan langsung menyomot tuh mulut
"mulutnya kayak soang"
"iihh Pi,,
rindi hanya terkekeh
"baby Romi kapan punya adek"balas Nuna
"nanti kalo udah besar"kata rindi yang meniruhkan suara anak kecil.
"kan aku juga gitu nunggu Juna besar"
"nih kan Juna udah besar mi,,udah tinggal nunggu hasilnya doank,,"ucap dhani
"mas Dhani gercep"kata rindi tak percaya.
mereka seharian di rumah Rendi rumah Tante Dhani adik dari bundanya.
"eh ada Dhani,,udah lama"
"lumayan te,,nih mau pulang soalnya Dhani mau jaga malam"
"biasanya kamu bareng sama Rendi,"
"iya te gantiin temen"
"ya sudah te Dhani sama Nuna balik dulu"
"rind gue balik dulu ya,,sehat terus"
yang di angguki ole rindi
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
sampai di rumah Juna terlelap Nuna juga
"yank"Dhani mengelus pundak Nuna.
"ah,,udah nyampek"
"udah"
Dhani turun duluan kemudian mengambil Juna dari pangkuan Nuna.
Dhani menidurkan Juna dan ikut tidur sekalian,yank alarm 1 jam dari sekarang,aku mau tidur sebentar,.dan Nuna juga ikut tidur.
2 bulan kemudian
Hoek Hoek Hoek
nuna yang bangun tidur langsung lari ke kamar mandi,dia memitahkan cairan berwarna kuning.
Dhani yang mendengar Nuna muntah langsung menyusul ke kamar mandi.
"kamu gak papa mi"
"kepala mami pusing Pi" tiba2 Nuna pltak sadarkan diri dan Dhani langsung membopong Nina ke tempat tidur.
"Bun,,bunda"Dhani panik melihat Nuna pingsan dan turun mencari bundanya.
"ada apa sih pagi2 teriak2,,"
"itu Nuna pingsan"
"pingsan,, kenapa"
"katanya pusing,,tadi sempat munta2 juga bangun tidur"
__ADS_1
"bentar bunda buatin teh hangat"
Dhani masuk ke kamarnya lagi dilihatnya Juna udah bangun dan sedang di susui ole Nuna.
"kamu udah gak papa"tanya Dhani
"masih pusing dikit"
tok tok tok
"masuk bun"
ceklek
"nih teh nya"
"makasih bun"
"kamu gak apa-apa"tanya bunda
"gak papa Bun,cuma pusing dan,,-"
belum selesai ngomong Nuna ingin muntah lagi cepat2 Nuna mengasihkan Juna ke Dhani dan berlari ke kamar mandi kemudian di susul ole bunda.
"nun kamu terakhir datang bulan kapan"tanya bunda sambil memijat tengkuk Nuna.
"seharusnya Minggu kemarin Nuna datang bulan Bun"
"coba kamu periksakan nanti,,siapa tau kamu hamil lagi,,"
"nuna rutin minum pil KB kok Bun"
"APA!"tanya Dhani
"ya siapa tau kebobolan,,kamu lupa minumnya waktu mau kumpul"
"kan mas udah bilang berhenti minum pil itu,kamu gak mau punya anak lagi dari mas iya"marah Dhani.
"Dhan,,"sentak bunda Nuna hanya menunduk menangis.
"Dhani yang sedikit emosi langsung keluar dari kamar menuju meja makan membawa Juna"
"bunda,,Nuna bukan gak mau,,cuma Nuna pengen Juna agak gedean bisa mengerti dulu gitu"ucap Nuna memeluk bunda.
"iya bunda ngerti"kata bunda mengelus pundak Nuna.
"ya sudah kamu mandi terus sarapan,Juna biar bunda yang mandiin"
nuna hanya mengangguk.
bunda yang turun dari kamar Dhani pun mengomeli Dhani.
"kamu itu istri lagi sakit di bentak2"sambil ngambil Juna dari Dhani.
"habisnya Nuna itu kalo di bilangin itu loh"
"ya kamu harus ngerti donk,siapa tahu dia masih trauma waktu melahirkan ato emang nunggu Juna besar."
"ya pikir dhani biar sekalian gitu Bun momongnya dan capeknya"
"enak kamu kalo ngomong"
"kenapa,,kan ada bunda sama mama yang bantu juga,yang satu di bantu bunda yang satu di bantu mama"
"kok enak kamu,,"
"ada apa ini pagi2 udah ribut"
tanya ayah
"ini si Nuna di bentak2 gara2 gak mau hamil lagi"
"gak boleh gitu itu Dhan,,"
"anak nya bunda sama ayah itu Dhani apa Nuna"
"dua2nya "ayah bunda
"kamu gak gak apel pagi,,iya yah bentar lagi,,"
"nuna kok lama ya,,jangan2 pingsan lagi"ucap bunda.
"Dhan lihat Nuna sama sekalian kamu tuh mandi sana,belum mandi udah makan,,ih jorok"
Dhani tak peduli kan bundanya dia langsung ke kamar nya di lihatnya Nuna tidur meringkuk seperti bayi,,
"mi,,bangun gih sarapan dulu"kata Dhani dengan mengusap rambut nuna.dan Nuna berbalik menghadap ke Dhani dan memeluk Dhani dan menangis.
"maafin mami Pi"
"iya papi juga minta maaf udah bentak2 mami,,
"mami udah mandi kan,,sekarang ayo sarapan biar perutnya gak kosong,,"
"mami gak mau,,mami pengen tiduran"
"tapi kamu nanti tambah sakit kalo gak makan"
"iya nanti mami makan kalo udah enakan"
"janji iya"
"iya"
Dhani pun lansung mandi kemudian berangkat ke kantor
"papi berangkat dulu"
cup
cup
Dhani cium kening dan bibir nuna
__ADS_1
"iya hati2 "kata nuna yang masih lemas..
💞💞💞💞💞💞