
hari ini hari dimana di adakan ujian nasional bagi tingkat SMP ujian yang sangat mendebarkan seperti saat nunggu di apeli pacar tapi tidak untuk Al,,dia sangat santai,kenapa?
karna menurutnya ujian ini sangatlah biasa,ya karna Al memang anak yang pintar tingkat pertama di sekolah itu.
beberapa hari ini Al sudah menyelesaikan ujian nya dengan tenang.
"gimana dek ujian nya"nuna
"lancar"Al
"apa sulit"
"biasa aja"
"sombong"Juna
"biarin"
saat mereka berada di rumah bunda,kandungan Nuna sekarang berusia 4bulan.
"assalamualaikum"Dhani
"Walaikumsalam"
Juna,Al dan Nuna mencium punggung tangan Dhani.
"gimana dek ujian nya"
"lancar Pi,,"
"Alhamdulillah"
"Pi,,habis ini kan Al kelas 10,,beliin motor donk,,kakak aja di beliin"
"kamu itu masih bocil dek"Juna
"enak aja,Al udah besar ya,,udah SMA"
"baru mau SMA"kata Juna
"adek kan nanti sekolah di tempat yang Sama dengan kakak,jadi nebeng sama kakak aja"nuna
"hm,,selalu begitu,,"kata Al memutar bola matanya malas.
"kalian pilih kasih dari dulu,,kalian gak adil,kakak terus yang di perhatiin,, apalagi papi,,kalo sama kakak aja,,uuuuhh,,gemas rasanya,,apalagi habis ini mami melahirkan hmm,,,sambil mengepalkan tangan nya dan meninju2 bantal kursi yang di pegang ya.
Nuna dan Dhani saling bertatapan.
"gak boleh ngomong gitu dek,kalian anak2 mi dan papi yang paling kita sayang dan cintai kok,semua sama kita gak beda2in kalian"ucap Nuna mengelus kepala Al,,Juna hanya diam saja.
"ya kalo kamu merasa papi sama mami lebih sayang sama kakak,kamu tinggal disini bareng kita semua biar gak merasa tidak di perhatikan"datar Juna.
"males,, tetap aja papi lebih perhatian sama kakak"Al
"dek"dhani
"kamu kenapa sih dek"kata Juna yang mengerutkan keningnya..
"ada masalah"
__ADS_1
"gak kenapa2,,Al pamit pulang,, assalamualaikum"
"dek tunggu sebentar kamu belum makan malam"Nuna
"Al ngantuk mi mau istirahat"sambil berjalan keluar.
"gak biasanya Lo Pi Al kayak gitu,,
apa dia mempermasalahkan mami hamil lagi,apa dia malu mami hamil lagi,(sambil mata yang berkaca-kaca)apa kakak juga malu mami hamil lagi"tanya Nuna ke Juna yang langsung di peluk oleh Dhani.
"Ndak biasa aja,,Adek aja yang lebay"
"sudah nanti papi akan ngomong ke Al kenapa dia seperti itu"Nuna hanya mengangguk.
"dek kamu kenapa"tanya Oma mendekati Al yang duduk di ruang tamu.
"gak ada Oma"
"jangan bohong"
"Al hanya minta di beliin motor Oma ke papi,,kayak kakak,tapi gak di bolehin sama papi,,di suruh nebeng sama kakak"
"kan adek umurnya masih belum cukup sayang"sambil mengelus kepala al.dan yang di elus hanya diam menunduk.
"Al mau istirahat dulu Oma"
"baiklah"
Al pun menuju kamarnya,berbaring dan merasa kecewa saja,entah kenapa dia merasa hatinya hampa setelah seseorang bilang kalo dia akan pindah ke kota y karna ayahnya harus pindah dinas,mau tidak mau dia juga harus ikut keluarganya itu.
dia temen dekat Al,,
"kenapa aku seperti ini,,
"apa karna kamu akan pergi jauh dariku dan disini merasa hampa"guman Al sambil memegang dadanya.
"Aisyah,,"lirihnya akhirnya dia tertidur belum sempat makan malam.
"assalamualaikum"salam Dhani yang langsung masuk rumah.
"Walaikumsalam"jawab mama
"Al mana ma"
"di kamar"
"Dhani ke atas dulu ya"sambil menaiki tangga
"Dhan,,jangan di kerasin ya"
"Ndak ma,,Dhani cuma penasaran dengan nya"
"dia juga belum makan malam,tadi udah di panggil2 tapi gak keluar,mungkin tidur.
"ya ma"
tok tok tok
__ADS_1
"dek,,papi ingin ngomong sama adek"tidak ada jawaban.
ceklek
di lihatnya Al yang sedang tidur,Dhani mendekati dan duduk di pinggir tempat tidurnya.di elus rambutnya.
"kamu kenapa sih dek,,biasanya gak kayak gini"karna Al merasa ada yang mengelus rambutnya dia terbangun.
"papi,,"Dhani tersenyum
"papi membangunkanmu,,"Al hanya menggeleng.
"ada apa Pi,,"
"kamu sudah makan"lagi2 Al menggeleng
"kamu kenapa,,tidak biasanya Lo adek kayak gini,,mami sampai takut"
"maaf Pi,,"
"kamu gak suka kalau mami punya anak lagi"tanya nya lembut dan al hanya menggeleng.
"terus kenapa,,dari dulu papi sama mami gak pernah beda2in adek sama kakak,kalau memang kamu merasa gak di sayang gak di perhatikan,ayo kamu sekarang ikut serumah sama papi mami"
al hanya diam.
"udah Al gak papa kok"
"yakin"
Al mengangguk
Dhani memeluk Al
"jangan berfikir bahwa kita tidak pernah sayang ato membeda2kan kamu sama kakak.kita semua sayang sama kalian bertiga"
"kok bertiga"Al merenggangkan pelukan nya
"kan habis ini kamu akan jadi kakak"
"kalo gitu jangan panggil Al adek lagi,Al udah gede"
"okey,,
"jadi,,apa ada yang ingin adek bicarakan ke papi"
"tidak"
"ya sudah kalau gitu kamu makan dulu,kamu belum makan kata Oma,,"yang di angguki ole Al
"kalau ada masalah jangan dinendam sendiri,,bicarakan biar hatinya lega,,okey"
"iya Pi,,"
"ya sudah papi pulang dulu,,mami lagi sedih soalnya di rumah,,kamu tidurlah di sana habis makan"
"hmm"
Dhani mencium kening al kemudian pamit pulang.
__ADS_1
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞