
akhir2 ini Dhani sedikit berbeda, dia agak malas untuk ke kantor.dan lebih manja ke nuna.
"Pi,,bangun katanya piket pagi"
"hmm,,"
"ayo donk bangun nanti telat Lo"
"sini Dhe sebentar"kata Dhani sambil menepuk tempat yang kosong.
"kenapa,,"Nuna pun ikut berbaring di samping Dhani.dan Dhani memeluk Nuna.
"kamu itu kenapa sih Pi,,akhir2 ini aneh Dhe sikapmu,,kenapa?"mereka saling berhadapan
"gak apa-apa,,"
cup
Dhani mencium bibir Nuna sekilas kemudian meneggelamkan kepala nya di dada Nuna.
"mi,,apa sebaik nya papi mengundurkan diri saja dari kepolisian,,"
"emang kenapa,,kamu itu kalo ada masalah bilang jangan di pendam sendiri."
"mi,,"
"hm,,"
"jangan marah ya"
"marah kenapa?"
"hmm,, sebenarnya,,-"
"apa,,lanjutin"
"mantan papi sering ke kantor"ucap Dhani yang langsung memeluk erat Nuna.
"terus"
"ya mas malas aja ke kantor kalo dia sering kesana"
"oh jadi gara2 mantan Pai mau mengundurkan diri"
"sama mantan aja takut,,apa Papi masih ada rasa sama dia"Dhani langsung mendongak ke arah Nuna.
"nggak"
"apa dia gak tau kalo papi udah menikah"
"tau"
"usir aja dari sana,,gitu aja kok repot,,"
"sudah,,dianya masih aja di sana"
"apa perlu mami yang mengusirnya"
"kalo mami kesana perang dunia donk"
"sekalian,,wanita yang udah tau laki2 beristri masih saja di kejar harus di beri pelajaran segala pelajaran"
"sekolah donk mi"
"udah papi mandi udah telat tuh"
" mami gak cemburu"
"mami percaya sama papi,,
"jika papi kecantol sama tuh perempuan dan ingin dengan nya lagi,,kembalikan mami kepada orangtua mami,,jangan pernah bermain di belakang mami"
"mami ngomong apa sih,,nggak,,nggak"
"siapa tau"
"mi papi itu cintanya sama mami seorang"
"iya maka dari itu mami percaya sama papi kalo papi gak akan hianati mami"
"iiihh tambah cinta de papi sama mami"
cup
__ADS_1
cup
cup
cup
dan kecupan terakhir lumayan lama
"udah,,"nuna mendorong Dhani pelan.
setelah mandi Dhani turun untuk sarapan.pamit ke nuna bunda dan anaknya kemudian berangkat ke kantor.
di kantor
"loe tadi kenapa gak ikut apel pagi"
Rendi kalo hanya berdua saja sama Dhani mereka bicara santai,beda jika ada rekan lain.
"malas gue ke kantor"
"Napa,,takut Anita ke kesini lagi"
Dhani mengangguk
"loe udah ngomong hal ini ke mbk Nuna"
"udah tadi pagi"
"terus reaksinya gimana"
"dia percaya sama gue,,tapi jangan sampai selingkuh di belakangnya,kalo memang gak suka dia nyuruh gue untuk mengembalikan dia ke orang tuan nya,,ya gue gak maulah"
"gue percaya loe setia bang orangnya"Rendi
siangnya masih di kantor,mantan Dhani Anita datang membawa kotak makan.
"Dhan ini aku bawakan makan siang buat kamu"Anita
"kamu jangan pernah kesini lagi,paham,,
"kalo kamu ganggu ketenangan aku,,aku akan melaporkan kamu atas ketidak nyamanan seseorang"
"aku cuma ingin dekat lagi sama kamu Dhan"
"tapi aku sangat mencintai kamu Dhan"
"tapi sayangnya aku tidak sama sekali"masih dengan muka dingin nya"
"denger gak apa kata suami saya tadi,suami saya sudah tidak mencintai anda,dia sangat mencintai saya"kata nuna yang masuk ke ruangan dan duduk di pangkuan dhani kemudian mengalungkan tangan nya ke leher Dhani.
"kamu itu hanya di jadikan pelarian sama dia"
"kalo hanya di buat pelarian kenapa sampai membuahkan hasil,,habis ini tambah satu lagi,,"kata nuna tersenyum sambil mengelus perutnya.
Dhani terkejut dengan ucapan Nuna dan langsung menatap Nuna dengan senyum.
"beneran sayang"
"hmm"bohong Nuna
"terimakasih sayang"
cup
Dhani tak sadar jika di situ masih ada Anita
dan Anita pun pergi dengan kesal.
nuna pun tersenyum bahagia setelah melihat Anita pergi,nuna pun turun dari pangkuan dhani.
"kenapa turun"
"gak enak nanti kalo ada yang lihat"
Dhani pun ikut berdiri dan merangkul pinggang Nuna.
"kamu hamil beneran mi"
"Ndak"Nuna terkekeh
"cuma buat panas2in si mantanmu doank.
Dhani kecewa dan melepas rangkulannya
__ADS_1
"kenapa"
"aku kira beneran"
"Juna masih kecil Pi,tunggu umurnya 2 tahun"
"kelamaan"Dhani merajuk duduk di tempatnya tadi.
"udah kamu makan dulu,nanti kita bahas itu di rumah,,
"mami pulang dulu ya,,
"ya sudah hati2,,"
nuna cium tangan Dhani dan
cup
cup
cup
cup
Dhani mencium seluruh wajah nuna
"assalamualaikum
"Walaikumsalam"
di perjalanan pulang Nuna berfikir apa sebaiknya dia hil lagi ya sekalian momongnya dan capeknya,nanti kan bisa di bantu mamanya,biar mama sama bundanya gak rebutan sih Juna.
di rumah
"bunda masak apa buat makan malam"
"lalapan ayam goreng aja gimana"
"sini Nuna bantu"
"udah kamu sama Juna aja,biar mama yang masak"
"Juna sama mama di ruma depan Bun"
"oh ya sudah ini kamu potong sayauran nya aja buat lalapan nya"
"bunda,,"
"hmm,,apa nun"
"hmm misal Nuna hamil lagi gimana"
"kamu hamil"tanya bunda
"Ndak bunda,,cuma mas Dhani pengen nambah anak lagi ,pikir Nuna nunggu Juna besar nanti"
"ya kalo Dhani mau dan kamu sudah siap hamil lagi gak apa-apa sayang"
"galau nih Bun,,mas Dhani kayak nya seneng banget tadi waktu ngmng Nuna hamil.padahal Nuna hanya memanas2in mantannya"
"mantannya"
"hu um,,bunda gak tau kalo mantannya sering ke kantor mas Dani?"
"mantan Dhani yang mana"
"emang mas Dhani punya mantan berapa bun"
"banyak,,,Dhani itu Playboy waktu SMA dulu,bunda sampai capek menghadapi mantan2 suamimu dulu"
"wah wah wah wah,,,parah mas dhani"kata nuna geleng2 kepalanya.
"kamu gak cemburu,,"
"nuna percaya mas Dhani tidak akan mengkhianati Nuna karna mas Dhani mencintai nuna.nuna jupuk ga udah bilang sama mas Dhani,jika dia memang sudah tidak mencintai Nuna lebih baik pulangkan Nuna ke mama papa Nuna jangan sampai main di belakang Nuna".
"semoga pernikahan kalian langgeng sampai nenek kakek,,dan di jauhkan dari segala kejahatan yang berniat untuk memisahkan kalian"sambil memeluk Nuna dari samping.
"aamiin"ucap Nuna dan bunda.
"makasih bunda udah menyayangi Nuna seperti anak bunda sendiri"
"sama2 sayang,,"
__ADS_1
💞💞💞💞💞💞💞