
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"jawab bunda
"kok sore nun pulangnya"
"iya Bun tadi ketiduran di rumah rindi"
"Oya,,mas Dhani udah pulang Bun"
"udah,,daritadi di kamar gak keluar2"
"oh ya sudah Nuna ke atas dulu"
yang hanya di anggukin ole bunda Yanti.
ceklek
di lihatnya Dhani tidur membelakangi nuna.nuna pun langsung ke kamar mandi untuk mandi dan selesai mandi Nuna pun menghampiri Dhani.
"gak biasanya dia tidur jam segini,apa dia capek banget ya"batin Nuna.
"mas,,mas udah makan"
tapi dhani hanya diam saja,Nuna pun ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk tubuh Dhani dari belakang.
"mas,,"
"apa sih,,brisik tau,orang tidur juga di gangguin"sentak Dhani.
"nuna yang tadinya tidur memeluk Dhani kaget dan langsung melepaskan pelukannya.
"kamu kok gitu sih mas,,bentak2 aku"
mata Nuna berkaca kaca.
"bicara pelan bisa gak sih"kata nuna dengan kesal.tapi dhaninya hanya diem.
"kamu itu kenapa sih,kalo ada masalah itu ngomong, jangan marah2,,
"mas iihh,,hadap sini Napa"paksa Nuna ke Dhani supaya mau menghadap ke tubuh Nuna.
tapi Dhani nya tetap diam,akhirnya Nuna pun tengkurep di atanya Dhani yang tidurnya miring itu seperti anak kecil.dhanipun akhirnya tidur telentang dengan tangan kirinya di buat untuk bantal kepalanya dan Nuna di atas tubuh dhani.dhani hanya diam dan dingin menatap Nuna,Nuna yang ditatapnya pun takut dan memalingkan wajahnya.
"darimana kamu"masih dengan tatapan dingin.
"kan tadi udah bilang dari rumah rindi"masih dengan memalingkan wajahnya.
"setelah dari rumah rindi terus kemana"
"ya langsung pulang"
"yakin gak kemana2 "
"yakin"
"terus siapa tadi yang lagi berpelukan di depan mini market"
nuna terkejut,dan langsung menatap Dhani panik.bagaimana dia tau kalo tadi dia berpelukan di depan mini market sama Angga,matilah dia"batin Nuna.
"kenapa panik gitu mukanya"
"nggak,,nggak panik"
"terus siapa"
nuna hanya diam dan menunduk.
"mas tanya kamu sekali lagi,siapa laki laki itu"dengan menekankan kata laki laki itu Dhani menahan amaranya.
"dia mantan aku,,aku tadi sempat mampir sebentar di mini market depan.tapi beneran kok mas tadi aku gak tau kalo dia disana,suwer"kata nuna sambil mengangkat 2 jarinya.
"kenapa harus peluk2an"
__ADS_1
"bukan aku aku yang meluk,dia duluan itu yang meluk"
"tapi kelihatan nya kamu menikmatinya"
"nggak seperti apa yang kamu pikirkan mas"
"terus apa yang aku lihat itu,bukan kenyataan"Dhani langsung memalingkan wajahnya.
"mas,,"Nuna memegang dagunya dhani dan menuntunya untuk menatapnya.
"dia itu hanya mantan aku,dan aku sudah tidak ada apa2 dan tidak ada perasaan sedikit pun,cintaku hanya untuk kamu seorang pak polisi ganteng"
cup
"kok mau di peluk2,,"
"aku juga gak mau,aku terus memberontak,terus aku bilang kalo aku dah nikah,dia langsung melepaskan pelukan nya dan aku langsung pulang"
"terus tadi kenapa bilangnya gak kemana2 habis dari rumah rindi"
"maaf"kata nuna menundukkan wajahnya dan memainkan dada Dhani.
"jangan2 kamu sering bohongi mas"
"bohongi apa sih mas,,"
"soalnya kamu sering bohongi mas,,"
"bohong apa lagi"
"pikir aja sendiri"kata Dhani sambil memindah badan Nuna dari atas tubuhnya ke samping tubuh dhani.tapi dhani keluar dari kamar.
brak
suara pintu yang di abnying oleh Dhani..
"emang aku sering bohong apa sih"Nuna mikir dan mending tiduran aja daripada ribut sama Dhani.
"nggak apa-apa"
"nuna mana,,"
"nggak tau tidur mungkin"
"kamu kalo ada masalah,di selesaikan dengan baik2 jangan dengan emosi"
"iya Bun"
"assalamualaikum"
salam ayah
"Walaikumsalam"
"ayah sudah pulang"kata bunda
"iya"jawab ayah sambil mencium kening bunda
"ayah mandi dulu terus kita makan"
ayah hanya mengangguk.
"dia kenapa Bun"sambil menunjuk ke Dhani pakai dagunya.
bunda hanya menaikkan bahunya tanda tak tau.
"di bicarakan baik2"kata ayah yang menepuk bahu Dhani.
"hmm"
bunda sudah selesai memasak dan menyiapkan untuk makan.ayah juga sudah selesai mandi dan sudah duduk di meja.
dan dhanipun juga sudah standby di kursi meja makan.
__ADS_1
"nuna mana"tanya ayah
"tidur mungkin yah"
"bangunin dulu"kata bunda
"biarin aja bunda nanti kalo laper pasti keluar"
"kamu itu jangan seperti itu kasihan dia,panggil cepet"
dengan malas Dhani bangkit dari duduknya dan naik ke atas menuju kamarnya.
ceklek
di lihatnya Nuna ternyata susah tidur seperti dugaan nya.dhanipun keluar lagi dan turun menuju meja makan.
"udah tidur Bun"
"kok GK kamu bangunin sih kan kasihan dia pasti belum makan."
bunda yang hendak bangkit dari duduknya di cegah oleh ayah.
"biarin sudah"bisik ayah
mereka pun makan bersama tanpa ada Nuna.
pukul 21:00 Dhani masuk kedalam kamarnya.
di lihat Nuna sudah bangun dan duduk beesender di bahu tempat tidur sambil mainkan hapenya.
Dhani mengambil bantal dan selimut nya untuk tidur di luar,mungkin depan TV.
"kamu mau kemana mas"Dhani hanya diam tak bicara.
"mas aku bicara Lo sama kamu,kalo kamu kesal sama aku kita selesai2 Masalah ini dengan baik,jangan di biarkan mengambang seperti ini"
"apalagi yang mau di bicarakan,udah jelas kan semuanya"
"apanya sih mas,kamu itu yang gak jelas,aku sudah jelaskan tapi kamu masih saja tidak terima"
"karna kamu sering bohongi aku"
"kapan sih mas"
"baru aja nikah udah kayak gini,,
"tau gitu aku gak buru2 untuk nikah,,"kesal Nuna
"ow,,jadi kamu nyesel nikah sama aku"
"bukan gitu mas maksudku"
"okey,,kamu ingin pisah"
"stop mas jangan bicara lagi,hanya Masalah seperti ini aja kamu membesar2kan nya"
nuna bangkit dari duduknya dan keluar dari kamar pergi kerumahnya sendiri.
"kamu mau kemana"masih dengan emosinya
"mau pulang kerumah mama"kata nuna dengan kesal.
Dhani yang sangat kesal sangat frustasi.
"apa gue terlalu cemburu ato overprotektif ya,,,
"tapi gue gak mau kalo Nuna ada hungan dengan pria lain,,"guman dhani.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞
bingung mau buat konflik kek gimana,, haruskah dia berpisah di usia pernikahan mereka yang seumur jagung,,
like like like like 🙏🙏🙏 matur suwun
__ADS_1