
pagi ini Dhani joging di sekitaran komplek setelah selesai dia istirahat di depan rumahnya di lihatnya tirai jendela Nuna belum kebuka.
"apa dia gak kuliah"guman nya.dia pun mengambil hp dari sakunya.
kring
kring
kring
bunyi ketiga Nuna baru mengangkatnya
π"assalamualaikum"
π"Walaikumsalam"
π"kenapa,,?"
π"kamu tidak kuliah"
π"iya ini baru selesai mandi"
π"mas Anter,,
" sebentar mas mau mandi dulu,, assalamualaikum"
π"Walaikumsalam"
setelah Nuna selesai ganti baju dia turun untuk sarapan,,
"pagi ma"
"pagi sayang"
"papa udah berangkat"
"iya ada meeting sama karyawan nya"
"nun apa kamu tidak berniat gitu untuk mengelolah rumah makan kita,biar papa istirahat"kata mama
"nanti kita rembuk lagi sama papa"
disaat mama sama Nuna lagi asyik sarapan
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
"eh nak Dhani masuk-masuk,,Nuna masih sarapan,,kamu sarapan juga gih"yang di angguki ole dhani
"siap-,a"kata nuna yang tak di lanjut karna tamunya sudah masuk.
"ayo Dhan sarapan dulu"
"iya Tan"
"panggil mama"
"iya ma"
selesai sarapan Nuna dan Dhani berpamitan untuk berangkat.
"pegangan,,"kata Dhani saat motor Dhani hendak melaju.
"pegangan,,"
"iya babe,,tanpa anda suruh saya akan berpegangan dan memeluk anda"
"tapi sebenarnya ini belum boleh sih pegang2 kan bukan muhrim"lanjut Nuna.
"tapi punya kamu sudah aku pegang,udah telat"kata Dhani berbisik.
"kamu sih nyosor kayak soang"
"kamu yang mancing duluan"
"sekalian kita buat dedek aja dulu yuk nanti malem"goda Nuna
"ih kamu itu jangan mulai Dhe,"kesel Dhani
"udah2 berangkat"lanjut Dhani
"uluh2,,, mulutnya mirip soang"sambil meremas gemas mulut Dhani yang cemberut.
"yank,,,"
"iya iya,,kuy berangkat"
akhirnya mereka pun berangkat.
__ADS_1
visual dhaniar putra sagara
visual Nuri Maulina(Nuna)
visual rindi Arsita
visual Rendi Pratama
sesampai di depan kampus,seperti biasa Nuna tak lekas turun,,
"yank,,"sambil mengelus tangan Nuna.
"5 menit"
"gak malu kamu di lihatin sama temen-temen kamu"
"dia itu hanya iri"masih menempel di punggung dhani.
tiba - tiba rindi datang dari belakang
plak
"aw,,"pekik Nuna yang lengan nya di pukul sama rindi dari belakang.
"woy loe pikir dunia milik loe sendiri,,ayo turun"
"ngiri aja loe"mulut Nuna mencebikkan mulut nya sambil turun dari motor Dhani.
"hah,,gue ngiri"kata nuna nunjuk dirinya sendiri.
"udah kalian cepat masuk"kata Dhani.
"nanti pulang jam berapa"tanya Dhani sambil melepas helm yang di pakai nuna
"satu"
"ehkem,,,"
"biarin dia mas,,dia hanya iri saja karna masih ngejomblo"π€£π€£π€£π€£ledek Nuna tertawa
yang di pelototi rindi.
"terus gue"kata rindi
"nanti gue suruh Rendi jemput loe"kata Dhani
"iihh ogah"sambil berjalan menuju kelas
"ogah2 nanti juga mau"kata nuna
"cepetan masuk"
"iya ya,,
"mas aku masuk dulu"
cup
dhani mengecup kening nuna.kemudian berpamitan sama Nuna.
beberapa jam kemudian kuliah selesai Dhani sudah di depan kampus Nuna bersama rendi.anak-anak kampus terutama cewek cewek banayak yang terpesona oleh mereka berdua dan banyak juga yang ngomongin mereka,ada yang bilang cowok idaman lah,ada yang bilang pangeran lah dan macam sebagain nya.
sampai2 Nuna dan rindi di buat penasaran dengan kata-kata mereka siapa sih yang mereka maksud.
dan sontak saja Nuna dan rindi terkejut, ternyata ada pangeran nya bersama sepupunya di depan kampus.
nuna yang langsung nyamperin Dhani dan memeluk Dhani membuat seluruh mahasiswi yang terkagum2 tadi kecewa karna yang di anggap pangeran oleh mereka adalah pengeram nya Nuna dan rindi.π€£π€£π€£Nuna terkekeh dalam hati.
"lho ada pak Rendi to"kata nuna
"nun gue duluan ya"rindi
tapi tangan rindi di cekal ole Rendi.
"yang sopan ya anda"kata rindi
"aku mau ngomong,bentar aja,,pleace"
"Rin gue duluan,loe selesain baik2"kata nuna kemudian pergi meninggalkan rindi dan Rendi berdua.
"kita ke kafe depan itu"ajak Rendi sambil menarik pelan tangan rindi.
"gak mau"kata rindi memalingkan wajahnya.
"sebentar aja,,kamu pasti belum makan"Rendi
__ADS_1
"nggak mau ya nggak mau jangan maksa"
"aku gendong apa jalan sendiri"kata Rendi menatap tajam rindi
"iya iya,,"kesal rindi
sambil berjalan di belakang rendi
"jangan berfikir untuk kabur"kata Rendi karna memang Rendi mau melarikan diri.
"tau darimana kalo gue mau kabur,kayak Roy kiyosi aja dia,"batin rindi
di tarik nya tangan rindi untuk menyebrang jalan.
"lepasin nggak,,aku bisa sendiri(masih kesal)kayak nenek2 aja pakai di pegangin"kata rindi ketus.
"di pegangin kayak gini bukan kayak nenek2,,tapi takut kehilangan"ucap Rendi yang membuat hati rindi terharu.
"tapi ya tetep hilang"guman rindi sambil mencebikkan mulut nya.
sesampai kafe Rendi dan rindi duduk di pojokan dekat jendela,kemudain rendi melihat menu dari kafe itu.
"mbak"
"mau pesen apa mas"
"batagor 2 sama es teh 2"
"baik mas apalagi"
"sudah itu saja"
"baik,tunggu sebentar mas"
rindi yang dari tadi duduk sambil bersedekap dada tak mau melihat ke arah Rendi.
"Rin,,kamu apa kabar?"
"tapi rindi diam dan tetap memalingkan wajahnya
"Rin,,aku minta maaf atas kesalahan ku dulu,yakinlah aku tidak pernah bermain wanita di belakang mu,di hati aku cuma ada kamu sampai sekarang."
rindi menatap Rendi dengan tatapan yang sulit di artikan.
"itu hanya masa lalu"ketus rindi
"tapi aku ingin kita kembali lagi seperti dulu"mohon Rendi
sebelum rindi menjawab pesanan nya sudah datang.
"silakan"
"makasih mbk"senyum Rendi ke pelayan tadi.
"katanya di hatinya cuma aku seorang,, nyatanya ada cewek cantik aja tebar pesona"guman rindi yang masih di denger oke Rendi sambil meminum minuman nya.
"kenapa"rindi tak menjawab,dia lebih senang menyantap makanan nya .
"gimana rind,mau ya,,"
"mau apa" ketus rindi
"kita kembali lagi seperti dulu"
"kita,,
"tidak semudah itu Sapri,,loe pikir hati gue dari besi yang gak gampang hancur,,
"dan hati gue juga tidak terbuat dari es batu yang gampang mencair,gue butuh berbulan-bulan untuk melupakan kamu,,kok ya bisa kamu tiba-tiba muncul di didepanku tanpa minta izin dulu"emosi rindi meluap2 dan masih sempat-sempatnya bercanda.
Rendi hanya terkekeh mendengar Omelan nya rindi.
"itu namanya jodoh beb"ucap Rendi sambil mengelus punggung tangan rindi dan tersenyum semanis mungkin.
klak
"aduh sakit beb"sambil mengelus-elus tangan nya yang di pukul dengan garbu yang ada di tangan rindi.
"makanya tangan nya tu diem"masih mode ketus.dan mulai berdiri untuk keluar dari kafe,tapi lagi2,,
"mau kemana",?
"pulang,,"
"tunggu aku,,aku antar pulang"
"kalo kamu gak mau nurut aku gendong Lo kamu"ancam Rendi..
ππππππππππππ
selamat membaca jangan lupa like nya.πππ
__ADS_1