
tak terasa umur baby Mira udah 3 bulan,Al jadi sering banget kerumah bunda Oma nya itu karena ada baby Mira yang gemesin.tapi tetep malam nya tidur di rumah Oma Sonia.
"assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
"Hay cantiknya mas Al yang ganteng"sapa Al ke Mira yang masih dalam gendongan maminya itu,,dan yang di sapa hanya senyum gemesin
"kamu dah makan Al"
"udah mi,,"jawab Al kemudian duduk di samping maminya,,
"kakak mana,,"
"lagi keluar kerumahnya Gian"
"ck paling kakak lagi kencan"
"kencan,,"
"emang mami gak tau kakak udah punya pacar"
"masa sih"
"tanya aja nanti kalo udah pulang"
"assalamualaikum"
Nuna dan Al langsung menoleh kearah pintu dan ternyata Dhani baru pulang,,
"Walaikumsalam"
Al dan Nuna cium tangan Dhani,,tak lupa Dhani cium kening Nuna dan kedua anaknya Al dan Mira,,dan duduk di kursi singgel samping Al..
"Pi,,,"panggil al
"apa"
"papi capek gak"
"kenapa"
"nggak cuma tanya aja"
"kenapa"sambil menggerutkan dahinya
"papi mandi aja dulu terus makan,,habis itu nanti Al ngomong"
"oke,,papi mandi dulu"
"sini mi biar Mira sama Al"
setelah mereka makan malam bersama kini Dhani lanjut bicara tentang hal apa yg ingin di bicaran Al kepada papinya itu.
"tadi mau ngomong apa Al"
"hmm,,Al kapan di belikan motornya"
Dhani dan Nuna hanya saling tatap.
"udah beliin aja kenapa anak udah gede juga,jangan pelit.bukan Nuna yang menjawab tapi bunda Oma yang sedang nonton televisi bersama opa.
"bunda Oma makasih dukungan nya,,,I love you puulll"teriak Al dan hanya di acungi jempol sama bunda Oma.
"bukan pelit Bun,,"
"papi jangan pilih kasih ya,,kalo papi pilih kasih,,Al gak bakalan kesini sampai kapanpun"ancam Al
"mass,,"tegur Nuna
"mami juga,,,yang di sayang cuma kakak doank"
"kok gitu sih ngomongnya mas,,mami papi itu sayang sama semua anak2 mami papi loh"
"mana buktinya"ucap Al yang cemberut
"gini ya punya anak cowok yang udah gede2"Dhani hanya bernafas panjang.
"jadi gimana"tanya Al melirik Dhani
__ADS_1
"pengen motor apa,,"
"yes,,,beneran Pi"girang Al
"hmm,,,"
"yang sama donk kayak punyanya kakak,,tapi warna merah,,,
kapan Pi"
"tunggu bulan depan"
"oke,,,saaaaaayyyang papi,,makasih pi
Al langsung beranjak dan duduk di pangkuan Dhani terus mencium pipi nya.
"kalau ada maunya aja nempel2 kayak perangko,,tapi kalo lagi kumat cueknya di sentuh aja gak boleh"kata nuna., cemberut
"mami iri karna gak di cium sama Al"
"biasa aja"kata nuna mencibir
Al langsung beranjak duduk di samping Nuna dan mencium pipi Nuna dengan menarik pipinya.
"Mira juga"
emmuach
"sini2 ikut mas Al"Al pun menggendong Mira dengan mendongengkan mas Al habis ini punya motor baru,,
"assalamualaikum,,"
"Walaikumsalam"jawab mereka semua
"duuuhhh ada yang bahagia nih kayaknya"
"iya donk,,
kakak juga bahagia kayaknya"
Juna hanya mengerutkan dahi..
"ala gak usah bohong habis kencan kan"
"kata aku"
"sotoy,,,"kata Juna yang merangkul pundak Al dan mengeratkan tangan nya di leher..
"ka kak,,lepasin,,sakit tau"
"Juna,,,"tegur Nuna
"habisnya dia sotoy banget mi,,,"
"bohong mi,,"kata Al yang mengembalikan Mira kepangkuan maminya dan langsung berlari ke kamarnya Juna karna di kejar sama Juna..
"maassssss,,,, awas ya,,"
Al pun berlari sambil tertawa mengejek Juna.
"Dhani menghela nafas panjan,,,
"ternyata meskipun anak2 kita udah dewasa tetep saja terkadang seperti anak kecil tingkahnya,,"
di kamar
"ampun Kak ampun,,,"kata Al terkekeh
"udah di bilangin jangan bilang sama mami papi,,hiiii mulutnya,,,"gas Juna pada Al
"emang kenapa sih,,,"
"takut mami papi ngelarang"
"yang penting kan kakak pacaran nya biasa2 aja dan yang luar biasa"
"tetap aja"
akhirnya mereka berdua tertidur di kamar itu setelah perkelahian tadi.
__ADS_1
paginya di meja makan
"kak mau kuliah di mana"tanya papi
"di kota B boleh Pi"
"gak ada yang mau nerusin usaha opa nih,,"kata opa Doni.
"Al aja opa"kata Juna.
"kenapa harus Al,,kenapa bukan kakak,,kakak kan anak paling tua,,"
"kakak punya cita2 sendiri"
"Al juga,,,"
"opa hanya menghela nafasnya,,ya sudah biarlah opa ini bekerja sampai tua sampai gak kuat lagi nunggu Mira saja,,ya Mira sayang cucu opa paling cantik,,"kata opa ,Mira hanya tersenyum yang berada di stroller nya.kemudian opa Doni beranjak menuju kamarnya tanpa menghabiskan sarapan nya setelah menenggak minumannya.
"opa mau kemana,,sarapan nya belum habis,,"tanya bunda oma.
"ke kamar siap2 berangkat ke kantor"opa
"gak ada yang niat gantiin gitu"Oma
semua mata menuju Arah Dhani.
"kenapa papi"tunjuk Dhani.
"karna papi anaknya opa"kata nuna
"Dhani menghela nafasnya
"yalah,,"
"terimakasih"bunda Oma sambil menggenggam tangan Dhani.
"sama2 Bun"
"kuliah Juna gimana Pi,boleh gak ke Bali"
"ngapain jauh2 sih"mami
"kan pacarnya kuliah di sana mi"Al
plak
"apa an sih"
"udah2,,niat kuliah apa pacaran"Dhani
"ya kuliah lah Pi"
"yakin,,"
"yakin Pi"
"okey""
"yeesss,,makasih pi"
"kuliah yang bener"
"jauh donk mami"Nuna dg sedihnya.
"tuh kan mami gitu Dhe,,gak dukung anaknya sama sekali"Juna cemberut
Al hanya tertawa meledek.
"opa berangkat dulu,, assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
*******
akhirnya Dhani mau nerusin usaha milik opa, dengan melakukan pensiun dini.
Juna juga akhirnya kuliah di Bali meskipun nunah sangat berat melepaskan nya.
Al juga sedang pkl,,dan ternyata cita2 dia ingin menjadi polisi juga seperti papinya.makanya Dhani pensiun dini.karna nanti Al kan meneruskan cita2 nya.
__ADS_1
💞💞💞💞💞💞
akhirnya tamat juga,, terimakasih yang sudah mendukung karna author,,mohon maaf jika banyak typo dan maaf juga karna up terlambat dan lurus2 aja kayak jalan tol.sekali lagi terimakasih buat para reader yang kece2🙏🙏🙏🙏🙏