
bel waktu pulang sekolah pun berbunyi para siswa siswi keluar dari masing2 kelas.
Ara yang ada di belakang Juna keluar dari kelasnya tiba-tiba mendorong tubuh Juna dan hampir jatuh,untung Juna sigap untuk menangkap Ara dan memeluknya dan untungnya juga murid di kelas itu sudah keluar semua jadi otomatis yang mendorong Ara adalah Vika karna Vika yang ada di belakang Ara.dan ada Rudi Gian juga.
"ehkem,,ciieeee"goda Vika melihat Juna dan Ara saling berpelukan dan tak lepas2.
"sorry"ucap Ara gugup yang ada di pelukan nya Juna.
"ah iya"Juna sambil melepaskan pelukan nya tadi.
"gue duluan "Ara dengan canggung dan Juna hanya mengangguk.
tiba2 Rudi Gian dan Romi menepuk pundak Juna karna melihat Ara yang berjalan menjauh.
"Jun,,"Juna pun buyar dari lamunan nya.
"lu suka sama Ara"
"gue gak tau"
"kok gak tau,,kalo lu emang suka cepat laporan sana ke dia sebelum di serobot sama yang lain,saolnya gue pernah melihat Ara di bonceng sama cowok waktu pulang sekolah.rudi
"cowoknya"juna
"nggak tau juga sih"Rudi
"Rudi gue nebeng sama loe donk"Juna
"oke"
"mampir gak"Gian
"kemana"juna
"ke kafe"
"jangan dulu Dhe,bokap gue masih marah sama gue,jadi langsung pulang aja kita"
"okelah"
-
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"
Juna yang datang langsung duduk di sebelah Omanya yang duduk di ruang tv.
"kenapa"
"nggak ada Oma"
tak lama kemudian Dani membawa motor sport juna.juna pun keluar dari kamarnya setelah mengintip dari jendela kamar nya.dia berlari ke arah ayahnya dan memeluknya.
"assalamualaikum"
"Walaikumsalam"jawab Nuna.
Dani yang mengetahui Juna berlari ke arahnya tak bisa menghindar.
brruukk
"piii terimakasih"ucap Juna yang berada di gendongan sang papi.
cup
cup
cup
Juna mencium pipi Dani tiga kali.
"turun kamu tuh berat"kata Dhani.
Juna pun turun dan cengengesan.nuna dan Oma Yanti hanya geleng2 kepalanya.
"tapi ingat,kalo papi denger ato lihat kamu balapan lagi,papi akan mengambil motor kamu"
"siap piii"ucap Juna sambil hormat.
"kalo gitu pake mobil aja"guman Juna lirih yg masih di dengar ole Dani .
"ngomong apa kamu"Dhani sambil menjewer telinga Juna.
"ampun piii,,,Juna cm bercanda kok"sambil meringis akibat jeweran dari papinya.
"sekolah yang bener habis ini udah kelas 12,,jangan main melulu"
"iya Pi iya,,
"kunci motornya mana Pi"
"nih,,"
"oke sekali lagi makasih Pi"juna terlihat bahagia saat memasuki kamarnya.
Dhani menghela nafas berat saat dia mau menuju kamarnya dan dikuti oleh Nuna.
"kenapa Pi"nuna
__ADS_1
"heran Dhe sama Juna itu,bandelnya nurun siapa sih"sambil melepaskan seragam kantornya.
"ah pasti kamu itu,,
"aww,,
"enak aja kalo ngomong,"kata nuna kesel sama Dhani dan mencubit perutnya.
"sakit mi"
"salah sendiri"
"kan mami dulu bar bar waktu kuliah"sambil mendekat ke nuna yang sibuk mengambil baju kotor Dhani,dan Dhani pun memeluknya dari belakang.
"iya juga sih,tapi ya gak gitu2 amat"kata nuna yang mulutnya udah kayak mentok.
"yakin"kata Dhani yang sudah mulai mencium tengkuk Nuna.
"ya-,,aahh,,,
"Pi,,jangan gitu udah mandi sana"sambil melepaskan pelukan Dhani.
tapi Dhani malah memutar dan Nuna untuk menghadap ke arahnya.
"mandi bareng yuk,,cup
udah lama gak mandi bareng"
"aku udah mandi Pi,,ummpppp"Dhani langsung membungkam mulut Nuna dengan bibirnya dan langsung menggendong Nuna kenkamar mandi tanpa melepaskan ciuman nya tadi.
di dalam mereka bermain dengan panasnya karna jarang sekali mereka melakukan pergulatan di dalam kamar mandi.
setelah 1 jam di kamar mandi mereka pun keluar dengan Nuna yang di gendong oleh Dhani.
"Pi turunin ah"
"nambah lagi yuk mi di tempat tidur"goda Dhani.
"aakh tidak tidak,,mami udah laper nih dari tadi nungguin papi malah di gempur di kamar mandi"gerutu Nuna.
cup
"terimakasih karna mau menunggu suamimu yang tampan ini"sambil menurunkan Nuna.
"kalau tidak tampan mana mau aku sama kamu dulu"sambil mengambil baju di lemari untuknya dan Dhani.
"ow karna kau tampan,kalau gak tampan gak mau donk,,"
"ya lihat2,meskipun gak tampan kalo dia baik hati bertanggung jawab dan aku suka kenapa tidak"
"hmm"
"Jun udah makan"
ceklek
"udah mi,,nungguin mami sama Papi lama bener,,"
"mami sama papi ketiduran"
"hmmm,,,pasti buat adek perempuan"
TAK
"Aww mami,,,sakit"
"kalo ngomong"sambil berlalu
"beneran juga gak papa mi,,"teriak juna
"ngggaaaaaakkk"sambil turun ke bawah
"kenapa sih mi"Dhani
"tuh anakmu minta di buatin adik perempuan"
"oke nanti malam kita buat"semangat Dhani sambil senyum menggoda.
"ngggak,emang buat anak kayak buat kopi yang langsung jadi"
"berarti mau donk kalo proses dulu"
"udah tua Pi,,"
"papi belum tua,papi juga masih kuat,,mau berapa ronde nanti malam"
"papiiii kita sekarang lagi mau makan jangan ngomongin gituan disini.mesum"
"aww,,,aduh mi ampun,,demen banget Dhe,,"
"kalo gitu habis makan kita bahasanya ya"
"pii"sambil manatap tajam ke arah dhani"
"hehehe,,,baiklah baik,,"
__ADS_1
"widih motornya dah kembali nih"kata Rudi
"jelas donk"
"siapa yang ngambil"
"bokap gue"kata Juna
"pagi Ara,"sapa Rudi saat ara baru datang dan memakir motornya
"pagi juga"balas ara tersenyum.
"Ara,,"panggil Gian saat hendak masuk gedung sekolah
"iya,,"
"pagi ini kamu kayaknya kelebihan Dhe mengkonsumsi gulanya"
"Ndak juga,emang kenapa?"
"karna senyumanmu pagi ini begitu manis,,"ucap Gian dan Rudi dan gian pun tertawa,
hahahaha
"kamu bisa aja"uCap Ara yang tersipu malu dan sempat melirik Juna tapi yang di lirik hanya biasa saja dan menunduk.
"ya sudah gue duluan ya"
"by Ara"ucap Rudi dan gian barengan.
"kenapa loe diem2 Baek"kata Rudi setelah Ara pergi
"terus gue harus ngapain"
"ya ikut ngegombalin juga,,kan lu suka sama dia"ucap Rudi.
"kata siapa"
"matamu yang bicara"
"sotoy kalian"
"kalau gitu biar gue gebet aja tu Ara kalo lu gak suka"goda Rudi.
dan Juna langsung menoleh ke rah Rudi.
"gimana"Rudi sambil menarik turunkan alisnya.
"gebet aja kalo lu suka"
"beneran gak nyesel"
"udah ah gue mau ke kelas"
"cieee yang buru2 pengen berdekatan sama ayang"ledek Rudi lagi.
"bisa diem gak lu"Juna kesel.
sesampai di kelas,mereka duduk di kursi masing2 tapi kelas belum di mulai.
"Ara"colek Gian yang akhirnya Ara menoleh
"iya,,"jawab Ara yang langsung menoleh kebelakang.
"ada yang titip salam rindu buat kamu"
"rindu,,siapa"sambil melirik Juna sebentar.
"gue kekantin dulu"juna
"eehh ntar dulu Napa"kata Rudi yang mendudukan lagi Juna ke bangkunya.
"CK"
"dilan,,"
"bilang sama dilan,,rindu itu berat dia gak bakalan kuat menanggung nya,biar aku saja yang rindu,,"sambil melirik ke Juna.
Rudi dan gian langsung tertawa keras,,mendengar Ara yang biasanya kalem sekarang udah berani ngobrol.
Juna langsung berdiri keluar kelas menuju kantin.
"eh mau kemana lu"kata Gian
"kantin"
dan saat Juna keluar kelas Vika yang baru datang heran dengan mereka berempat.
"ada apa ini,,"
"gak ada"kata Ara
"gue ke kantor duluan ya"Rudi.
"oke,,,"
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
maafkan jarang up🙏🙏🙏
__ADS_1
jangan lupa like nya