
esoknya pulang dari kota M Nuna memulai aktifitasnya kembali sama seperti Dhani.
"nun jangan naik motor berangkatnya naik taksi aja"
"duh ma nunggu taksi itu lama,masa iya Nuna harus jalan kaki ke depan komplek untuk mendapatkan taksi"
"bareng Dhani aja kalo gitu"kata mama
"what"
"iya gak apa-apa,Dhani kan calon mantu mama"
"ma jangan bercanda Dhe"
"siapa yang bercanda,Minggu depan Tante Yanti akan melamar kamu"
"itu seriusan ma"
yang di angguki ole mama Sonia.
"ma,,jangan jodoh2 in Nuna ah sama polisi itu,,dia itu gak suka sama Nuna"
"tapi kamu suka kan"kata mama dengan senyum meledek.
"iih apaan si mama"dengan wajah yang sudah memerah karna menahan malu.
"tuh muka kamu seperti kepiting rebus"
"ma,,kalau Nuna suka,belum tentu Dhani suka juga sama Nuna"
"kata siapa"
"udah kelihatan lah ma,dan Nuna juga belum siap untuk bertunangan dengan polisi itu"
"kenapa"
"ya karna Nuna belum kenal dekat dengan dia"
"tapi kamu udah dekat sekarang seperti sepasang kekasih"
"Taulah ma,,Nuna berangkat,, assalamualaikum"
"Walaikumsalam,,jangan bawah motor"
"hmm"
nuna berjalan kaki menuju jalan raya depan komplek,,dan Andra yang baru berangkat menjumpai Nuna yang lagi jalan kaki.
brum brum
suara motor Dhani berhenti di samping nuna yang mengagetkannya.
plak
"iih kamu demen banget sih ngagetin aku dengan motor kamu"
"naik"kata Dhani dengan datarnya
"aku gak bawah helm"
"di belakang motor tu ambil"Nuna pun mengambilnya dan memakainya.dan langsung naik ke atas motor Dhani.
"pegangan"Nuna pun langsung memeluk Dhani dan menempelkan kepalanya di punggung dhani.
"hangat"batin Nuna dan mempererat pelukan nya,dan Dhani hanya tersenyum merasakan hal itu.apa dia bener2 jatuh cinta sama nuna.
setelah 30menit
mereka telah sampai di depan kampus
seperti biasa Nuna tidak akan langsung turun dari motor Dhani karna ke enakkan meluk Dhani.
"turun dah sampai"tapi Nuna diam saja
di elus tangan Nuna yang sedang meluk perut Dhani.
"hey ayo turun,aku kesiangan nanti"langsung melepaskan pelukannya dan turun.
__ADS_1
"padahal masih betah meluk"gerutu Nuna sambil melepaskan helm yang ia pakai tapi tak lepas2,,
"ini gimana sih helm GaK bisa di buka"kesal Nuna,Dhani pun turun dari motornya dan membantu Nuna melepaskan helm.
"makanya kalau melepasnya gak usah dengan cemberut gitu"kata Dhani yang berhasil melepaskan helm yang di pakai Nuna dan meletakkan nya di jok belakang.dan kembali menatap Nuna yang tak kunjung masuk malah cemberut.
tiba tiba Dhani mencium kening nuna agak lama.sontak Nuna kaget dan cemberutnya lansung ilang.kemudian memberantakin rambut Nuna.
"belajar yang pintar,nanti malam aku ajak keluar"
yang di angguki oleh Nuna dengan cepat.
Dhani langsung pergi menuju kantornya dan Nuna masuk kelasnya.
"hampir telat lagi loe,,tapi GK ngos2an,,malah senyum2,,,hayoooo"
"sepertinya aku jatuh cinta Dhe"
"sama siapa?,,jangan bilang kalau sama,,-"belum selesai rindi ngomong langsung di angguki ole Nuna.
"tuh kan apa gue bilang"
"terus2 apa loe udah jadian sama dia,"Nuna menggelengkan kepalanya.
"terus"Nuna hanya menaik turunkan bahunya.dia tidak mau bilang kalau Minggu depan akan tunangan,iya kalau iya,kalau hanya bercanda kan bisa malu.
"ah pak polisi itu mah kurang gercep"
kata rindi dan Nuna hanya terkekeh"
~malamnya~
jam dinding menunjukkan pukul 7 malam
"anak mama cantik bener ini,,mau kemana sih"
"mau kencan"
"Oia sama siapa?"
"Sama siapa lagi kalo bukan calon mantu mama"
"jam berapa kamu di jemput,"
"tidak tau,katanya nanti malam gitu,,tapi kok Nuna belum kelihatan mas Dhani pulang"kata nuna dengan cemberut.
"hmm sudah panggil mas rupanya,,โบ๏ธmungkin habis ini pulang"di tunggu aja.
"terus mama mau kemana itu"
"Oia mama sama papa mau pergi ke kondangan,mungkin pulangnya agak malam,kalau kamu jadi keluar jangan lupa kunci rumah ya"
"oke"
kedua orangtua Nuna pun sudah pergi,Nuna masih setia menunggu kedatangan nya Dhani.
hingga jam setengah sembilan malam Dhani baru pulang dan buru2 mandi kemudian kerumah Nuna.
"semoga tak marah dia"batin Dhani
tok tok tok
"assalamualaikum"
ceklek
"Walaikumsalam"jawab Nuna dengan muka datarnya dan memalingkan wajahnya.
"maaf"kata Dhani
"pulang aja gih gak usah kesini,"
"tadi ada kecelakaan jadi mengurus segala macem nya tadi"Nuna hanya cuek meninggalkan Dhani di pintu dan duduk di ruang tamu.dhani mengikuti Nuna dan duduk di sampingnya.
"bisa kan ngabari"ketus Nuna
"aku lupa kalau aku gak punya no hp kamu"
__ADS_1
nuna langsung menatap Dhani.
"kenapa gak minta"dengan masih cemberut.
"lupa sayang,,"jantung Nuna berdetak cepat saat Dhani bilang sayang.
"udah donk jangan cemberut gitu,nanti aku cium lho"
"berani"
"kenapa nggak"
Dhani langsung menarik tengkuk leher Nuna dan mencium bibir Nuna dengan lembut Nuna pun membalas ciuman dari Dhani itu,cukup lama mereka berciuman dan di rasa nafas mereka habis mereka pun menghentikan ciuman itu,nafas mereka pun ngos2an.
nuna yang di tatap ole Dhani menunduk karna malu.
"kenapa,,tadi nantangin"kata Dhani yang mengangkat dagu nuna.dan Nuna tersenyum malu.
"entah sejak kapan aku suka sama kamu,setiap hari bertemu dan bertengkar dengan kamu,itu membuat aku selalu merindukanmu,meskipun awalnya aku tidak tau dengan perasaanku waktu itu.waktu bunda meminta untuk melamarmu sebenarnya aku takut,takutnya aku belum bisa mencintaimu,tapi aku salah ternyata aku bener2 tidak bisa jauh dari kamu.meskipun aku baru kenal denganmu beberapa minggu.cintaku tulus padamu."sambungnya sambil mengelus pipi si Nuna.
"gombal"sambil memukul dada Dhani.
"serius"
"sang es batu akhirnya cair juga dan jatuh ke pelukan sih Nuna๐คญ"
pletak
nuna yang kena jitakan dari Dhani
"aw,,sakit tau"
"bodoh"kata Dhani yang ngambek dan bersedekap
nuna langsung tidur di paha Dhani dan menjahili Dhani dengan mentoel toel dagu Dhani.
"uluh uluh ngambek dia,pahal yang ngambek itu aku bukan kamu"kata nuna.
di lihatnya Nuna dari atas sampai bawah yang dimana Nuna pakai piyama dengan celana pendek di atas lutut 10cm.
"lain kali jangan pakai piyama celana pendek kalau di rumah,kecuali di kamar kalau sama aku nanti"ucap Dhani dengan menarik celana Nuna.
"iya mas ganteng"
"emang udah ganteng dari dulu"Dhani dengan pedenya.
"lebay"Nuna menoel pipi Dhani
di lihatnya jam tangan miliknya,Dhani hendak ingin berpamitan ke nuna tapi,,
"yank udah hampir jam setengah 10,gak enak sama tetangga"ucap Dhani.
"salah siapa"sambil memeluk perut dhani dan perlahan Nuna membuka kancing Dhani dari bawah niat untuk menggodanya tapi kenyataannya,,
"yank,,jangan mancing2 Dhe,,nanti aku khilaf lho,,"kata Dhani menahan hasratnya karna tangan Nuna masuk ke dalam kemeja Dhani dan meraba dadanya
"yank,,"
"buat dedek yuk"goda Nuna.
plak
tangan Nuna yang masuk kedalam di pukul oleh Dhani,dan Nuna puas sudah ngerjain Dhani.
"habis tunangan akan aku percepat pernikahan kita,lihat aja nanti"
"aku tunggu Abang"Nuna yang bangkit dari tidurnya kemudian mencium bibir Dhani sesaat
cup
tapi Dhani langsung menarik tengkuk leher Nuna untuk memperdalam ciuman nya menggunakan tangan kanan nya dan tangan kiri nya menelusup ke dalam piyama Nuna dan sedikit mere**s benda yang seperti squishy itu
dan tambah muda karna Nuna tidak pakai apa2
desa**n2 lembut keluar dari mulut mereka masing-masing di dalam ciuman nya.
setelah beberapa menit Dhani mengakhirinya karna takut bablas sebelum waktunya..
__ADS_1
๐๐๐๐๐๐
masih belajar semoga kalian para reader pada suka,jangan lupa like nya๐