
Setelah selesai memilih baju yang sudah di anggap bagus, Sri pun menunjukkannya kepada Mas David apa yang sudah dipilihnya.
"menurut Mas David model yang ini bagaimana?" tanya Sri.
"sepertinya itu kurang cocok Sri," ucap Mas David.
Sri pun memilih-milih lagi baju dengan di bantu oleh pegawai toko.
Sri pun menunjukkan lagi hasil pilihannya kepada Mas David.
"kalo yang ini Mas David?" tanya Sri
"oke ambil ini saja Sri," ucap Mas David.
Setelah membayar baju Mas David langsung mengarahkan kursi rodanya keluar dan di bantu oleh Sri dan supir untuk naik kedalam mobil.
Mobil melaju dengan cepat menuju kantor.
"Sri baju itu besok kamu pakai saat kekantor ya," ucap Mas David.
Sri tidak menyangka kalo baju itu ternyata untuk dirinya.
"baik Mas David. Terimakasih untuk bajunya," ucap Sri sambil tersenyum bahagia.
"anggap saja itu sebagai hadiah karena kamu sudah sering membantu saya," ucap Mas David lagi.
Sri merasa sangat terkesan karena baru pertama kali ini Sri diberi hadiah oleh seorang laki-laki dan juga seorang yang dia sukai diam-diam karena Sri sadar ia hanyalah seorang pembantu.
Sri dan Mas David tiba di kantornya dan langsung menuju ruangannya karena Mas David sudah meninggalkan banyak pekerjaan yang harus ditelitinya lagi.
"Tok... Tok... Tok...,"Suara pintu ruangan Mas david yang diketuk.
" masu," ucap David.
" hai David ini berkas yang kamu inginkan,"ucap Alex yang datang dengan membawa berkas-berkas di tangannya.
__ADS_1
"oke terimakasih,"ucap David.
" halo Sri gimana kabar kamu?" tanya Alex yang mencoba untuk dekat dengan Sri. Tapi Sri sedikit mengindari Alex.
Alex orangnya baik tapi seperti seorang playboy menurut Sri.
"baik Pak Alex," ucap Sri.
"tidak usah memanggil bapak Sri, itu terlalu formal silahkan panggil Alex saja,"pinta Alex kepada Sri.
" baik Alex," ucap Sri sambil tersenyum.
David yang melihat Alex berbicara manis terhadap Sri merasa curiga kepada Alex. David sangat tau sifat Alex yang banyak dekat dengan wanita-wanita cantik, bahkan di kantor Alex juga terkenal dengan penggoda wanita cantik.
"Sri sini, bantu aku untuk menyusun semua kertas ini," ucap David. Sebenarnya Mas David hanya ingin supaya Sri menjauh Dari Alex. Mas David merasa tidak terima jika Sri di goda oleh Alex sahabatnya itu.
"baik Pak David," ucap Sri yang memang harus memanggilnya Pak David jika di kantor.
Sri menyusun semua berkas-berkas di meja Mas David.
Dan itu membuat David merasa menang karena telah menjauhkan Sri dari Alex.
Alex pun pergi dari ruangan David karena dilihatnya Sri sedang sibuk.
karena Alex sudah pergi Mas David menyuruh Sri untuk duduk lagi di sofa. hal yang membuat Sri bingung padahal pekerjaannya belum selesai dan Mas David membuat kertas-kertas itu kembali berantakan di atas mejanya.
Sri menurut saja dengan ucapan Mas David dan duduk menunggu Mas David yang sedang bekerja.
Tidak terasa jam menunjukan jam 5 sore. Waktunya untuk pulang dari kantor. Mas David yang dibantu Sri mendorong kursi rodanya segera menuju lift untuk turun. Mas David terlihat sangat lelah saat itu dan Sri pun menawarkan untuk membelikannya kopi di kafe sebelah kantor.
"Pak David mau Sri belikan kopi dulu di kafe sebelah?" tanya Sri.
"iya Sri, Tolong kopi hitamnya Satu," pinta Mas David, Yang sedang menunggu di dalam mobilnya.
Sri pun pergi ke kafe sebelah dengan cepat karena sudah di tunggu Mas David di dalam mobilnya. saat berada di sana Sri melihat Alex duduk bersama Wanita cantik, sepertinya salah satu karyawan di Kantor Mas David. Tanpa menyapa Alex, Sri langsung pergi dari kafe itu setelah mendapatkan kopi hitam pesanan Mas David.
__ADS_1
"ini Pak David kopi hitamnya," Sri menyodorkan segelas kopi kepada Mas David yang duduk di kursi belakang.
Sri duduk di bagian depan di samping supir membiarkan Mas David untuk bersantai sambil menikmati kopinya di sepanjang jalan menuju pulang ke rumah.
jam sudah menunjukkan jam 7 malam saat Mas David dan Sri sampai di rumah karena dijalan cukup macet, hal ini bertepatan jam sibuk orang pulang bekerja sehingga lalu lintas jalanan menjadi ramai dan membuat macet.
Mas David yang kelelahan langsung menuju kamarnya dan diantar oleh Sri, lalu Sri pun langsung menuju dapur untuk menyiapkan makanan untuk Mas David. Sebelum dirinya pulang ke rumah.
"Mas David, ini makan malamnya," ucap Sri sambil membawa makanan Mas David di atas nampan.
"terimakasih Sri," ucap Mas David.
"kalo begitu Sri langsung pamit untuk pulang Mas David," ucap Sri lagi, dan pergi dari ruangan kamar Mas David.
Sri pulang dengan membawa hadiah dari Mas David, dan Sri sudah tidak sabar untuk memakainya esok pagi untuk pergi kekantor.
Keesokan harinya Sri datang ke rumah Mas David dengan pakaian yang sudah di belikan Mas David. Disepanjang jalan Sri senyum-senyum sendiri karena memakai baju baru dan itu baju pilihan dari Mas David. Sri tidak sabar bagaimana respon dari Mas David nanti saat melihat ia memakai baju itu.
Karena bayangan Sri, nantinya Mas David akan terpesona dengan dandanannya dan bajunya yang bagus. Membuat Sri semakin bergegas menuju rumah Mas David.
Sri pun sudah sampai di rumah Mas David. Sri langsung menuju kamar Mas David tapi Mas David tidak ada di kamarnya, Sri pun mencoba mencari di sekeliling rumah dan ternyata Mas David sedang santai di kolam ikannya dan memberi makan ikan-ikan itu.
"Mas David, belum siap untuk kekantor?" tanya Sri.
"Ha.. Ha... Ha... Kamu mau kemana Sri, inikan hari minggu," ucap Mas David sambil tertawa.
Sri terlalu bersemangat sehingga melupakan kalo hari ini adalah hari minggu.
"sana ganti bajumu Sri," ucap Mas David.
Sri yang membayangkan Mas David akan terpesona dengan dandannya pun menjadi malu di buatnya. Apa lagi saat melihat Mas David yang tertawa karena ia lupa hari.
Sri mengganti Baju kerjanya dengan baju yang biasa ia pakai bekerja di rumah, seperti biasa Sri menyiapkan makanan Mas David dan segala keperluannya.
"Mas David kenapa suka sekali berada di kolam ikan? " tanya Sri.
__ADS_1
"karena kenangan di kolam ikan ini sangat indah Sri," ucap Mas David
"dulu Aku sering sekali bermain bersama ayah di sini. Dan ini juga tempat favorit ayahku Sri," cerita Mas David, pantas saja kolam ikan ini sangat di jaga kebersihannya dan setidaknya Paman Herman Akan datang 2 hari sekali untuk membersihkannya.