Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
Jakarta


__ADS_3

Sri dan Mas David telah tiba di bandara. Dan tanpa di sangka-sangka ternyata ada Ibu Santi yang ikut menjemput mereka di Bandara.


"David... David..., " teriak Ibu santi sambil melambaikan tangannya saat kami keluar dari ruangan di bandara.


"Mama," ucap Mas David yang kaget karena Ibunya ikut menjemput.


Mas David langsung mengambil tangan Mamanya dan mencium tangan itu.


"assalamualaikum Ma. "


"waallaikum salam, " sahut Ibu Santi.


Ibu Santi pun langsung mengusap kepala anaknya itu dan memeluknya. Sudah beberapa hari Ibu Santi tidak bertemu dengan Mas David karena Ia ikut pergi ke kampung Sri.


"Mama kok ikut jemput ke bandara, kan capek, " ucap David karena khawatir dengan fisik Ibunya.


"coba kamu liat ke sana, " Ibu Santi menunjuk kepada seseorang yang berbadan tinggi, atletis,berkulit putih bersih dengan pakaiannya yang sedikit press di badannya terlihat Rio suka berolahraga.


"Rio, " Mas David seketika langsung tertawa ketika melihat laki-laki itu berada agak sedikit jauh dari Ibunya.


"itu tuh orang yang maksa-maksa Mama untuk ikut, " ucap Ibu Santi sambil melirik ke arah Rio.


Mas David pun mendatangi laki-laki bernama Rio itu,mereka berjabat tangan dan saling berpelukkan. Terlihat mereka saling bahagia karena lama tidak bertemu.


Ibu Santi dan Sri pun mengikuti langkah Mas David yang mendatangi sahabat sekaligus sepupunya itu.


"Sri perkenalkan ini Rio, " ujar Mas David memperkenalkan Rio kepadanya, Rio sendiri adalah sepupu Mas David, sejak kecil mereka selalu bersama dan sekarang Rio mengambil kuliah S2 nya di Amerika. Kira-kira Mas David dan Rio sudah sekitar 5 tahun tidak bertemu


"Rio perkenalkan ini Sri,ia bekerja di rumah," ucap Mas David kepada Rio.


Sri pun mengangguk sambil tersenyum ketika diperkenalkan dengan Rio oleh Mas David.


Rio memandang Sri dari tadi dengan tatapan yang sangat bersahabat. dan Sri pun juga membalas keramahan Rio dengan baik.


"ayo kita kembali ke rumah, "ujar Ibu Santi menyela ditengah pembicaraan mereka bertiga.


" bagaimana kalo kita mampir untuk makan dulu Tan, "ucap Rio.


" boleh, ayo kita mampir ke restoran yang kamu suka Rio. "


"wah bagus itu Ma, kebetulan David juga merasa lapar, " ucap Mas David kepada Ibunya.


"ayo, Sri, " ajak Rio. Karena Sri berjalan paling belakang dari mereka bertiga.

__ADS_1


Rio membantu membawakan tas Sri ditangannya yang terlihat cukup berat dan melangkah di samping Sri yang berada dibelakang Ibu Santi dan Mas David.


...----------------...


Sesampainya di restoran yang dimaksud mereka pun bertiga masuk ke restoran itu. Sri tidak ikut kedalam karena ia tau itu adalah sebuah acara keluarga dan menunggu diluar tempat para supir duduk menunggu para bosnya.


"Sri ayo sini, " panggil Ibu Santi yang keluar dari restoran hanya untuk memangilnya.


"iya Bu, " ucap Sri yang langsung melangkah menuju Ibu Santi.


"ayo kita makan bersama, " ajak Ibu Santi.


Sri pun melangkah di belakang Ibu Santi yang duluan masuk kedalam resto.


Sri mengambil meja yang berlainan dengan Mas David dan Ibu Santi, kira-kira berjarak satu meja dibelakang mereka.


"Sri duduk di sebelah sini saja Bu, " ucap Sri.


"disini aja ngumpul bareng, " ucap Ibu Santi yang begitu ramah. Sri beruntung memiliki bos seperti Ibu Santi yang memperlakukan dirinya seperti anggota keluarga.


Sri pun mengambil tempat duduk didekat Rio. persis berhadapan dengan tempat duduk Mas David.


Sri memperhatikan Mas David yang bercanda bahkan mengungkit kejelekan satu sama lainnya di masa kecil, terlihat sekali bahwa mereka memang sangat akrab.


Mas David yang tertawa terbahak-bahak mengingat kejadian itu pun berkata, "aku tidak sengaja lo waktu itu Rio, " ucapnya sambil tertawa.


Mas David terlihat sangat senang akan kedatangan Rio, dan suasana makan pun sangat rame akan kedatangan Rio di keluarga ini.


Makanan sudah habis disantap oleh mereka berempat dan selanjutnya berencana untuk pulang ke rumah.


"alhamdulillah kenyang sekali, ayo kita langsung pulang ke rumah ya " ucap Ibu Santi.


"iya Ma, David dan Sri juga mesti istirahat setelah perjalanan jauh ini," ujar Mas David.


"oh iya Sri besok kalo masih mau libur, libur saja dulu, hitung-hitung istirahat total di rumah, apalagi kamu baru selesai sakit, " ujar Ibu Santi kepada Sri.


"baik Bu, " sahut Sri.


supir pun mengemudikan mobilnya dengan laju agar segera sampai di rumah. Sri memandang jalanan yang penuh dengan lampu yang berkelip, suasana kota yang padat merayap dengan segudang aktivitas masyarakatnya. Membuat jalanan tidak pernah sepi.


"semoga kita tak kena macet ya, "


"tenang saja Mas, kalo malam jarang jalanan macet," ucap supir yang memang susah hapal jalanan.

__ADS_1


suara klakson mobil di bunyikan pertanda mobil akan masuk kedalam.


Paman Herman yang duduk di teras membantu membukakan pintu pagar itu.


Mereka pun sudah sampai di rumah Mas David, dan Sri sudah di tunggu oleh Paman Herman di depan pintu rumah.


"Paman Herman, " ucap Sri. ia senang bertemu dengan Paman Herman karena beliaulah satu-satunya yang selalu membatu dikala Sri susah.


"ayo kita pulang Ke rumah Sri, " ajak Paman Herman yang sudah naik keatas motor miliknya.


"Wah motor baru ya Paman, " ucap Sri dengan kagum.


"inikan cuma motor butut Sri, Paman kemarin beli motor bekas punya tetangga, " ucap Paman Herman dengan bangganya.


"Ibu Santi, Mas David Dan Mas Rio, Sri pamit pulang dulu, " ucap Sri kepada para majikannya.


"iya, hati-hati ya Sri, " ucap Ibu Santi.


Brum... Brum...,( suara motor Paman Herman di hidupkan) Sri dan Paman Herman pulang kerumahnya sambil berboncengan di atas motor.


"Paman Herman kenal dengan Mas Rio nggak? " tanya Sri.


"Paman cuma pernah ketemu sekali dua kali dulu sudah lama banget, " ucap Paman Herman.


"memangnya kenapa Sri? "


"tidak cuma bertanya Paman, dia kayanya orang baik, tadi pas di bandara saat melihat Sri keberatan dengan membawa tas-tas, Mas Rio ini langsung membantu membawakan tas," ucap Sri.


"alhamdulillah kalo begitu Sri, semoga kamu dikelilingi orang-orang yang baik, "


"Aaminn."


"Tante Sri, Tante Sri," teriak Cindy ketika motor berhenti didepan rumah.


Sri langsung salim kepada Tantenya itu.


"kamu sudah sehat Cindy? "


"susah Tante, " ucap Cindy.


"ayo masuk Tante punya oleh-oleh, " ucap Sri yang membuat hati Cindy senang.


"assalamualaikum Tante Dewi, " sapa Sri saat melihat Tante Dewi yang keluar dari dapur dengan membawakan mereka minuman.

__ADS_1


"wallaikum salam, dari tadi Tante tungguin, " ucap Tante Dewi


__ADS_2