
Pagi hari Sri menyiapkan sarapan untuk Mas David di dapur. tiba-tiba terdengar suara bel dari pintu pagar depan yang pertanda ada tamu di luar. Karena Bibi Ijah sedang sibuk Sri berinisiatif untuk membukakan pintu itu.
di balik pintu pagar terlihat seorang bapak-bapak yang usianya sekitar 50 tahunan. Bapak ini sangat rapi dengan jas hitam yang dipakainya,tas kulit yang di tangannya. Dan kacamata yang dipakainya menambah kesan wibawanya yang kuat dan menandakan kalo orang ini adalah orang penting.
Sri pun langsung bertanya prihal apa yang membuat bapak ini datang ke rumah Mas David.
"ada yang bisa dibantu pak," tanya Sri kepada orang ini sebelum membukakan pintu pagar.
"saya ingin bertemu dengan Ibu Santi dan david," ucap orang tersebut dengan nada bicara yang sedikit kasar.
Sri merasa wajar ia menanyakan hal itu kepada orang yang yang pertama kali dia lihat di rumah ini. Apa lagi posisi Sri adalah pembantu baru belum terlalu mengenal keluarga Mas David.
"baik di tunggu sebentar ya Pak," ucap Sri tanpa menghiraukan ucapan kasar dari bapak ini.
Sri pun langsung membukakan pintu pagarnya dan mempersilahkan orang itu masuk. Sri membuka pintu pagarnya lebih lebar lagi agar supir beserta mobil orang tersebut bisa masuk.
Sri lalu mengantar orang tersebut kedalam untuk bertemu Ibu Santi dan Mas David.
"silahkan duduk dulu pak, saya akan memanggil Ibu Santi," ucap Sri yang langsung menuju ruangan Ibu Santi yang berada di atas.
Ibu Santi pun turun dari lantai atas dan langsung menuju sofa tempat tamunya yang sedang duduk menunggu di sana.
" halo Paman Sam. Selamat pagi," sapa Ibu Santi saat bertemu dengan orang tersebut.
Sri yang menuju kamar Mas David mendengar jelas kalo Ibu Santi memanggilnya Paman yang berarti orang ini adalah Paman Mas David yang sekarang mengelola perusahaannya menggantikan Mas David untuk sementara.
"Paman Sam.selamat pagi juga Santi,Bagaimana kabarmu dan David?"
__ADS_1
" Belum ada perubahan Paman Sam, David masih suka murung dan berdiam diri di kamar, semenjak dari kecelakaan itu dia jadi sedikit pendiam," Ibu santi bercerita dengan wajah sedih karena melihat kondisi anaknya Mas David.
" saya ikut prihatin Santi," ucap Paman Sam.
"jadi tujuan saya sebenarnya kesini untuk membicarakan tentang dana yang akan dikeluarkan untuk biaya renovasi santi," ucap Paman Sam.
Lalu Paman Sam mengeluarkan berbagai macam kertas dan pulpen dari tasnya. Paman Sam mulai membahas proyek renovasi perusahaan yang tertunda. Paman Sam begitu antusias menjelaskan kepada Ibu Santi. Tapi disaat Ibu Santi sudah ingin menandatangani sesuatu Mas David yang di bantu Sri datang dan melarang Ibu Santi untuk menandatangani kertas itu.
"tunggu sebentar Ibu," ucap Mas David
Mas David yang dibantu Sri menuju sofa tempat Ibu Santi dan Paman Sam duduk. Sebelumnya Sri sudah menyampaikan kepada Mas David kalo Pamannya datang tapi tidak tau siapa namanya. Dan Mas David langsung mengerti itu pasti Paman Sam. dan pasti ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan dengan ibunya sepagi ini.
Ibu Santi yang terkejut dengan ucapan Mas David langsung menghentikan gerakan tangannya yang ingin menanda tangani surat-surat tersebut.
"Paman Sam, urusan ini lebih baik kita urus nanti di kantor saja," ucap Mas David dengan nada yang ramah kepada pamannya.
Paman Sam yang terkejut langsung bertanya kembali kepada Mas David.
" apakah kondisimu sudah membaik David?" tanya Paman Sam. yang merasa aneh kenapa Mas David yang tadi ibunya bercerita bahwa Mas David tidak baik-baik saja lalu tiba-tiba ingin memimpin perusahaan lagi.
"iya Paman Sam... Saya baik-baik saja," ucap Mas David.
Paman Sam yang duduk di sofa pun bangkit dari duduknya dan membereskan kertas-kertas yang ada di atas meja.
dengan wajah yang kesal karena tinggal sedikit lagi ia akan mendapatkan uang yang banyak.
Lalu Paman Sam membereskan semua kertas itu dan kembali menyusunnya di dalam tas kulit berwarna hitam itu. padahal Paman Sam merasa rencananya sebentar lagi terwujud tapi tiba-tiba Mas David datang menghambat rencananya tersebut dan membuat Paman Sam merasa kesal.
__ADS_1
Sebenarnya sebelum Paman Sam datang Mas David sudah mendapat telpon dari manager keuangan di perusahaannya. Manager keuangan tersebut merasa ada sesuatu hal yang tak beres dengan dana perusahaan selama Paman Sam menjabat menggantikan Mas David. Dari situlah Mas David langsung menghentikan rencana Paman Sam. Paman Sam yang tau Ibu Santi tidak begitu mengerti akan hal bisnis pasti akan selalu setuju jika di yakinkan dengan bersungguh-sungguh tanpa tahu kebenarannya.
"kalo begitu saya permisi dulu Santy dan David," ucap Paman Sam yang berusaha untuk menahan rasa kesalnya dengan mencoba tersenyum.
Sri mengantarkan Paman Sam sampai ke depan pintu pagar. Dan menguncinya lagi setelah mobil dan supir Paman Sam pergi.
Sri mendengar pembicaraan Mas David dan Ibu Santy. Bahwa Paman Sam diduga sudah melakukan korupsi di perusahaan dan untuk masalah kecelakaan itu Mas David masih melakukan pencarian bukti-bukti dan pelakunya.
Sri merasa pantas saja Mas David selama ini hanya diam, mungkin banyak hal yang dipikirkannya sendiri dan kondisi kakinya yang tidak memungkinkan.
Sri berjalan menuju dapur, tapi tiba-tiba Mas David memanggilnya.
"Sri... Sini dulu," perintah Mas David
"mulai besok saya akan pergi ke kantor jadi kamu juga harus ikut untuk membantu saya di sana," perintah Mas David.
"baik Mas David besok saya akan lebih pagi lagi menyiapkan sarapan untuk Mas David," ucap Sri.
Ibu Santi setuju jika Mas David di bantu Sri di perusahaannya karena Sri orangnya telaten dan bisa diharapkan. Dan karena tidak mungkin juga sekertaris Mas David yang sangat sibuk akan menyiapkan makanan dan mengambil semua barang yang dibutuhkan Mas David nantinya.
Mas David meminta Sri untuk mengantarkannya kembali ke kamar. Sesampainya di kamar Mas David mengajak Sri untuk mengikuti skenarionya selama di kantor.
di kantor Sri bukanlah pembantu Pribadinya melainkan asisten pribadinya.
"Sri mulai besok Kamu adalah asisten pribadi saya dan kamu harus membantu saya selama di kantor atau pun di rumah," ucap Mas David.
Mas David mulai percaya kepada Sri karena Sri sudah membuat kaki Kirinya mulai bisa sedikit di gerakan. Dan Sri pun patuh saat Mas David menyuruhnya untuk tidak memberitahukan apapun soal dirinya kepada Ibu Santi.
__ADS_1
Mulai besok Sri akan ikut Mas David untuk membongkar kasus korupsi yang ada di perusahaannya dan kasus kecelakaan yang menimpa Mad David dan meninggalnya Ayah Mas David yaitu Pak Budi.