
Karena disuruh Ibunya mencari kado untuk ultah saudaranya,David pun pergi ke mall dan menuju toko yang disebutkan oleh Ibunya. Disaat David asik berjalan dan memilih kado,disitu David pun melihat sendiri Lala yang sedang bermesraan dengan laki-laki lain.
David menyaksikan sendiri apa yang sudah di lakukan Lala dibelakangnya. Dan menjadi ingat apa yang sudah disampaikan Sri padanya waktu itu dan bodohnya David lebih percaya kepada Lala dari pada Sri dan juga mengatai Sri dengan sebutan usil.
Padahal Selama ini Sri lah yang selalu membantunya, dan juga mengupayakan untuk kesembuhan kakinya.
Dan terjawab lah sudah mungkin itu juga yang membuat Lala tidak pernah menjenguknya selama ia sakit, bukan karena ia sibuk tapi mungkin Lala sedang mencari pengganti dirinya saat itu, pikirkan saja siapa yang mau memiliki pacar yang lumpuh .
David sangat kecewa dengan apa yang sudah dilihatnya. Tanpa banyak bicara David langsung mendatangi Lala yang sedang asik memilih baju bersama pacarnya.
"Lala," panggil David.
Lala yang saat itu sedang tertawa senang bersama pacarnya langsung terdiam saat melihat David di belakangnya.
"siapa dia sayang," tanya pacar Lala.
Lala diam bingung...
David yang melihat wajah bingung Lala, seakan sudah mengerti maksudnya.
David pun langsung pergi dan Lala bingung apakah ia harus mengejar David.
"itu hanya teman sayang," ucap Lala sambil gagap kepada pacar barunya
Ibu Santi yang melihat dan memperhatikan kejadian itu dari jauh tersenyum, karena berhasil membuat David melihat sendiri kelakuan Lala di belakangnya.
David segera pergi dari Mall itu, dan sebelumnya ia membelikan kado pesanan Ibunya. Sesampainya di rumah David nampak biasa-biasa saja.
David datang dan langsung memberikan kado pesanan Ibunya.
"Ma ini kadonya."
"wah terimakasih ya David, " ucap ibu Santi yang duduk di sofa sambil melihat isi dari boxnya.
"Sri dimana Ma? "
"sepertinya ada di belakang, ada apa Vid? "
"tidak ada apa-apa," David langsung berjalan menuju arah belakang dicarinya di dapur tapi Sri tidak ada, David mencoba kearah kolam ikan dan ternyata Sri ada di sana.
"Sri," panggil Mas David yang berjalan menuju Sri yang duduk di pinggir kolam ikan.
"iya Mas David ada yang bisa Sri bantu? "
__ADS_1
"aku minta maaf atas kejadian kemarin, ternyata apa yang kamu ucapkan tentang Lala benar Sri, aku sudah melihatnya sendiri," ucap Mas david.
"syukurlah Mas David sudah tau kebenarannya," Sri sambil melempari makanan ikan di tangannya.
"oh iya Mas, lusa Sri sudah mulai libur selama 10 hari. Sri pulang ke kampung melihat kondisi orang tua Sri di sana."
"kok tiba-tiba Sri? Ayah kamu tambah parah kondisinya? "
"sebenarnya Sri sudah ijin lama dengan Ibu, tapi belum sempat memberitahukan Mas David karena Mas David sangat sibuk, " ucap Sri.
Mas David terlihat diam, ia memang sibuk beberapa hari ini semenjak Lala kembali ke kehidupannya.
...----------------...
Keesokkan harinya Lala datang menemui Mas David.
"sayang, yang kemarin itu adalah sepupu ku jadi kamu jangan salah paham ya," ucap Lala dengan suaranya yang di buat-buat sok manja ketika ada Mas David.
" sudahlah, kamu tidak usah berbohong lagi La'. "
" tapi David aku bersungguh-sungguh," ucap Lala menyakinkan David, karena ia tidak ingin melepaskan ATM berjalannya.
"sudah cukup, kamu silahkan pergi dari sini," ucap Mas David dengan suara tang lembut karena ia berhadapan dengan seorang wanita.
Sri yang melihat hal itu pun tersenyum, ia senang karena melihat Mas David tidak dekat lagi dengan Lala yang matre.
"ayo Sri kita pergi ke toko oleh-oleh, " ajak Mas David.
Sebenarnya Sri tidak perlu membawa apa-apa untuk pulang ke kampung ia cukup membawa baju ganti. Tapi karena Mas David sudah mengajaknya, Sri pun bersiap untuk pergi.
"iya Mas David "
saat berada di toko Mas David banyak membelikan cemilan khas jakarta. Ia juga membelikan kaos bertulisan jakarta untuk oleh-oleh adik-adiknya Sri di kampung.
Mas David begitu baik dan perhatian membuat Sri menyukainya, tapi Sri sadar dan memendam perasaan sukanya kepada Mas David. Tapi Sri juga tidak mau Mas david didapatkan oleh wanita seperti Lala.
"Sri... Sri.. Sri...,"
Panggil Mas David yang merusak lamunan Sri.
"iya, ada apa Mas David," ucap Sri.
"ayo kamu pilih apa yang akan dibawa untuk ayah dan ibumu? "
__ADS_1
"iya Mas Ini Sri sedang memikirkannya," ucap Sri.
Lalu Sri mengambil dodol betawi. Ibu Sri dulu suka makan dodol lalu Sri pun membelikannya itu.
"ini sudah terlalu banyak Mas David. Lebih baik kita pulang," ajak Sri.
Mas David pun lalu membayar semua barang yang sudah dipilihnya. lalu Sri dan Mas David pun langsung pulang. Sri di antar Mas David ke rumah Paman Herman.
"wah ada mobil bagus, mobil bagus," ucap Cindy yang melihat mobil singgah di depan rumahnya.
Tante Dewi yang duduk di teras bersama Cindy pun bingung kenapa ada mobil yang mampir di depan rumahnya.
Lalu Sri turun dari mobil itu bersama Mas David yang membantu Sri membawa barang-barangnya. Sri dan Mas David pun berjalan menuju tempat Tante Dewi dan Cindy duduk, ia mengambil tangan Tante Dewi dan mengucapkan salam.
"assalamualaikum Tante," ucap Sri dan Mas David ada di sampingnya
"waallaikumsalam. "
"ada apa Sri, kenapa kamu di antar mobil bagus untuk pulang? " tanya Tante Dewi yang begitu bingung Sri diantar mobil bagus.
"kamu membawa apa Sri? " tanya Tante Dewi yang melihat Sri membawa tas belanjaan.
"dan ini siapa? "
"ini Mas David anaknya Ibu Santi, bosnya Sri," ucap Sri.
" ini Sri dari toko oleh-oleh Tante, beli sesuatu buat adik dan orang tua di kampung."
"oh ya udah masuk dulu Mas David, " ucap Tante Dewi.
"saya cukup sampai disini saja Tante, terimakasih. "
Setelah itu pun Mas David langsung pergi.
"bos kamu baik banget ya Sri, Tante jadi curiga jangan-jangan dia suka sama kamu," ucap Tante Dewi.
"hus jangan ngomong seperti itu Tante, mana mungkin pantas pembantu pacaran dengan majikan," ucap Sri.
Sri kembali melihat barang-barang yang akan dibawanya pulang ke kampung, dan sebagian oleh-oleh itu diberikan kepada Cindy. Karena tidak mungkin ia membawa semua itu.
Sri sibuk berkemas dengan barang-barang yang akan dibawanya pulang ke kampung.
"tidak usah di bawa semu Sri, kamu kan cuma pulang 10 hari," ucap Paman Herman yang ternyata memperhatikannya yang sibuk berkemas.
__ADS_1
"dan lagi pula jika kamu membawa semua barang itu kamu kuat mengangkatnya," ucap Paman Herman lagi.