Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
Rio


__ADS_3

Dengan tatapan kosong Sri duduk melamun dipinggir kolam ikan, dengan tatapan kosong tangannya memberikan makan ikan yang ada didalam kolam.


"bila ingin melihat. ikan didalam kolam... Tenangkan dulu airnya sebening kaca... " suara Paman Herman langsung memecahkan lamunan Sri dan membuatnya tertawa.


"tolong Paman Herman, Sri merasa geli mendengarnya, " ucap Sri sambil menahan perutnya yang sakit karena tertawa.


Paman Herman yang bernyanyi sambil berjoget itu seperti pada malam orang kawinan yang membuat suasananya menjadi meriah dan ramai. Tapi mungkin ini versi ia sendirian sehingga membuat gelak tawa bagi Sri yang sedang bersedih.


Hari ini adalah jadwal Paman Herman membersihkan kolam ikan milik Mas David.


Sri tidak tau kapan Paman Herman tiba. ia hanya melihat Paman Herman yang menari sambil bernyanyi tiba-tiba ada diseberang kolam.


"kamu kenapa melamun Sri? " tanya Paman Herman yang saat itu baru tiba sudah melihat Sri melamun, bahkan Paman Herman sempat beberapa kali memanggil Sri tapi Sri tidak mendengarnya.


" Sri pingin jadi orang kaya Paman, supaya tidak direndahkan oleh orang lain, "ucap Sri.


" memangnya siapa yang merendahkan kamu Sri, "ucap Paman Herman dengan nada kesal mendengar Sri direndahkan.


" tadi pas Sri ke mall bersama Mas David terjadi hal yang tidak mengenakkan dan Sri dibilang pakai pelet karena Mas David memperlakukan Sri dengan baik, Paman"


"pasti orang itu iri sama kamu Sri, "


"tapi buat apa Lala iri sama Sri, Paman"


"ya kan kamu diperlakukan dengan baik oleh Mas David, sedangkan ia ditinggalkan oleh Mas David. "


"kamu tidak usah mendengarkan perkataan orang yang jahat Sri, " ucap Rio yang tiba-tiba ada dibelakang Sri dan Paman Herman, Rio ternyata menguping pembicaraan mereka dari tadi.


Sri pun langsung berdiri dan mempersilahkan Rio untuk duduk.

__ADS_1


"ayo kita jalan-jalan ke taman Sri" ajak Rio.


"iya sudah sana pergi, biar otak kamu jernih Sri" ucap Paman Herman.


"iya Paman, Sri pergi dulu bersama Rio, "


Karena taman yang Sri dan Rio tuju hanya ada diujung komplek mereka pun hanya berjalan kaki sambil menikmati hawa sejuk sore hari dan melihat anak-anak bermain.


"Sri aku 3 hari lagi kan pulang ke Amerika, " ucap Rio memulai pembicaraan.


"hah kok cepat sekali Mas Rio, "


" jangan panggil aku dengan sebutan Mas," ucap Rio sambil tertawa.


"oh iya maksud Sri kenapa Rio pulangnya cepat, "


"iya, habisnya ada panggilan dari dosen Sri, "


"kamu baik-baik disini ya, kalo ada sesuatu kamu bisa menghubungiku kapan saja, "


ucapan Rio sangat merangkul saat Sri mempunyai masalah.


Sri dan Rio yang sudah sampai di taman mencari tempat duduk yang nyaman. Sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi mereka bercanda gurau.


Sampai akhirnya ucapan Rio membuatnya terkejut.


"kalo menurutku David menyukaimu Sri. " ucap Rio yang sambil memandang keatas langit.


"uhuk, uhuk, uhuk, " Sri terkejut saat mendengar ucapan Rio yang secara tiba-tiba.

__ADS_1


"kamu tidak apa-apa Sri, " ucap Rio sambil memberikannya air mineral.


"tidak apa-apa, cuma kaget saja tadi, " ucap Sri.


"ini serius lo Sri, kamu tidak merasa kalo david sampai rela mengejarmu ke kampung." ungkap Rio lagi.


"saat aku mendengar cerita Tante Santy, kalo david ke kampung untuk menemuimu aku sudah curiga Sri pasti itu bukan hanya sekedar cinta tapi sudah level diatasnya cuma David masih belum menyadari itu, " ucap Rio.


"sudahlah Mas Rio kita biarkan saja dulu hal ini, walau pun sebenarnya Sri juga menyukainya tapi Sri belum pantas untuk Mas David" ucap Sri.


"baiklah, mari kita pulang Sri hari sudah mau senja dan kamu juga harus istirahat di rumah, " ucap Rio.


Rio dan Sri berjalan menuju arah pulang.


"Sri, Sri, Sri, "tiba-tiba ada yang memanggil namanya dari belakang dan saat Sri menengok ternyata itu Paman Herman. Ia berjalan cepat untuk mendekati Sri dan Rio yang sudah berada jauh didepannya.


" ayo kita pulang bersama, "ucap Paman Herman, Ketika sudah ada didekat Sri dan Rio.


" Ayo Paman, "ucap Sri.


Sri dan Paman Herman berjalan beriringan, seperti pertama kali ia datang ke Jakarta dan bekerja di rumah Ibu Santi,


" Paman, Sri mungkin akan berhenti bekerja di rumah Ibu Santi, "


"kenapa Sri ? "


"Sri akan pulang kampung Paman dan bekerja dikampung," ucapnya.


"terserah kamu saja Sri, sekarang lebih baik kita pulang dulu dan makan malam ya, " ucap Paman Herman sambil tersenyum.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Sri memandangi kartu nama Pak Hendra. Dengan niat yang kokoh ia akan mendatangi beliau besok pagi di kios pasar


__ADS_2