Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
bapak firman


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Sri sudah sibuk untuk berkemas, ia berkemas barang-barangnya dan barang-barang Mas David yang akan dibawa pulang ke Jakarta. Rencananya mereka akan pulang besok pagi saat semua urusan Mas David sudah selesai dengan Bapak Firman.


" Ibu,kok Mas David belum pulang-pulang ya dari rumah Pak RT? "tanya Sri kepada ibunya yang ikut membantu berkemas. Mas David tadi malam menginap di rumah Pak RT untuk menghindari orang-orang yang menganggap mereka kumpul kebo.


" Ibu juga tidak tau sri. "


"Kak David kan tadi joging sama anak Pak RT si Nisa itu kak, " ucap Si Adit sambil melihat-lihat apa yang sedang kakak dan Ibunya lakukan di kamar.


Mendengar hal itu membuat Hati Sri menjadi cemburu dibuatnya.


"pantas saja lupa pulang,pasti lagi asik dengan si Lisa" ucap Sri didalam hatinya. Muka Sri langsung terlihat kesal. Adit merasa Aneh dengan perubahan wajah dan mood Kakaknya yang secara tiba-tiba berubah, tapi ia membiarkannya karena tidak tau apa yang terjadi.


Sri terasa gelisah dengan perasaannya yang sekarang, bahkan tanpa menyelesaikan pekerjaannya ia pergi keluar rumah, sedangkan Ibunya masih menyelesaikan mengemas barang Mas David. Sri berjalan disekitar rumahnya mencari Mas David dan si Lisa yang sedang berjoging pagi itu.


Lumayan jauh Sri sudah berjalan, peluh pun sudah mulai mengucur menetes dari dahinya, ia merasa penat berjalan-jalan,tanpa arah dan tujuan harus kemana, ia tidak tau Mas David pergi kearah mana joging nya, kemudian Sri memutuskan untuk pulang kerumahnya sambil dijalan ia melihat ke sana kemari kalo-kalo ada Mas David dan si Lisa.


"Kak Sri... Kak Sri..., " panggil seseorang dari arah belakangnya, Sri pun langsung menoleh kebelakang karena mendengar suara anak remaja memanggilnya. Dan ia pun melambaikan tangannya kepada Sri yang berada jauh di depannya.


Sri menoleh melihat siapa itu dan ternyata adalah Nisa adiknya Lisa yang sedang berjalan bersama Mas David. Pak RT memang mempunyai dua anak perempuan, yang paling tua bernama Lisa seumuran dengan Sri dan si Nisa seumuran sama Adit.


"Dari mana kamu Sri? " tanya Mad David.


"loh katanya Mas David sedang joging bersama Lisa? " tanya Sri kepada Mas David yang berjalan beriringan.


Nisa berusia sekitar 13 tahun, ia adalah teman Adit bermain.pagi ini Nisa berinisiatif mengajak Mas David untuk berkeliling kampung sebelum Mas David kembali ke Jakarta dan kakak Nisa, Lisa sedang ada di rumah neneknya.


"kata siapa? Dari tadi aku bersama Nisa? " ucap Mas David bingung dan tidak kenal dengan Lisa.


"Hmmm..." Sri menarik nafasnya sambil memejamkan mata, biasa-biasanya ia dikerjai oleh si Adit.


"kenapa Sri? " tanya Mas David.

__ADS_1


"tidak apa-apa, " ucap Sri sambil tersenyum lebar kepada Mas David dan di dalam hatinya berucap "awas kamu Adit. "


Sri, Nisa Dan Mas David berjalan bersama beriringan, setibanya di persimpangan.


"Sri kamu mau ikut mengantar Nisa kerumahnya," ajak Mas David.


"tidak Mas, aku pulang duluan ya, " ucap Sri sambil berjalan berlawanan arah dengan Mas David, ia buru-buru pulang ke rumah untuk mencari Adit, "awas kamu Adit, awas kamu, " ucap hati Sri yang sangat marah karena merasa ditipu oleh Adit, bahkan bisa-bisanya ia langsung merasa cemburu dibuatnya.


"Adit... Adit..., " teriak Sri ketika sudah sampai di rumah.


"ada apa Kak, " ucap Adit.


"bisa-bisanya kamu bohongi Kakak dengan bilang Mas David joging dengan si Lisa, " ucap Sri dengan tangan di pinggangnya dan matanya yang melotot mandang Adit.


"Adit kan bilangnya tadi Nisa Kak, " jawab Adit dengan polosnya tanpa menanggapi kakaknya yang sedang marah.


"iya Sri, Ibu tadi jua dengar Adit bilang Nisa,"sahut Ibunya yang sedang lewat dihadapan Sri dan Adit.


...----------------...


"Sri... Sri..., " suara Paman Herman memanggilnya dari luar, Sri yang sedang berada di kamarnya itu pun keluar membukakan pintu untuk Paman Herman.


"iya Paman ada apa? "


"dimana Mas David? "


"mungkin Masih di rumah Pak RT Paman. "


"oh... Paman di ajak Mas David untuk berkunjung ke rumah Bapak Firman, katanya mau berangkat pagi, " ucap Paman Herman.


Tidak lama kemudian Mas David datang.

__ADS_1


"oh Pak Herman, tunggu sebentar saya siap-siap dulu, " ucap Mas David sambil masuk kedalam rumah mengambil tas dan kunci mobilnya, ia bergegas menghampiri Pak Herman yang sudah menunggunya dari tadi.


"sudah lama menunggu Pak," ucap Mas David.


"oh tidak apa-apa Mas David."


"ayo Pak Herman kita berangkat. "


Mas David berjalan dan membuka pintu mobilnya serta masuk ke dalam.


"Sri, ayo kamu tidak mau ikut, "


Sri pun langsung lari tanpa berkata apa-apa lagi menuju arah mobil, ia mengambil tempat duduk dibelakang sendiri, sedangkan Paman Herman duduk di samping Mas David.


"Pak Herman masih ingat dengan Pak Firman supir ayah saya kan?"


"iya masih Mas David, kenapa Mas."


"saya kemarin bertemu dengan beliau saat ingin pergi ke pantai bersama Sri. "


"Bapak Firman sekarang berjualan es kepala muda dipinggir jalan, jadi sebelum pulang ke Jakarta saya ingin menyambung tali silaturahmi lagi bersama beliau, " cerita Mas David.


"dengan pengetahuan saya yang sedikit ini, serta salah paham dari saya,saya merasa malu Pak Herman. Saya sudah menghakimi Bapak Firman yang sudah 10 tahun bekerja dengan keluarga kami, dan sekarang saya ingin meminta maaf dan mungkin sekarang saya ingin sedikit membantu mereka. "


Sri dan Paman Herman pun hanya diam mendengarkan cerita Mas David, Paman Herman tau kesedihan Mas David tapi ia juga tidak bisa menyalahkan Bapak Herman yang istrinya mendadak meninggal dan meninggalkan seorang putri kecil.


mobil terus melaju dengan cepatnya, Mas David mengigat lagi lokasi gerobak Bapak Firman yang ada di pinggir jalan di bawah pohon besar yang rindang.


Disaat Mas David mencoba untuk singgah di penjual es kelapa muda di pinggir jalan, ternyata ia salah orang. Mas David pun langsung menjalankan mobilnya lagi. Dan melewati penjual es kelapa muda yang dikiranya itu tempat jualan Bapak Firman.


Mobil terus dijalankan oleh Mas David di lihatnya ada pondok kosong seperti bekas tempat orang menjual es kelapa muda karena ada bekas batok kelapa muda yang sudah dikupas,.

__ADS_1


Mas David dan Sri memandangi lokasi tersebut mengigat apakah benar ini tempat jualan Bapak Firman, tapi dimana orangnya dan kenapa belum buka.


__ADS_2