Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
kumpul kebo


__ADS_3

Di sepanjang jalan Sri membuka kaca mobilnya sambil memandang jalanan dan merasakan hembusan angin yang meniup wajahnya.


"Kak Sri tutup kaca jendelanya, dingin, " ucap Adit di kursi belakang.


Adit tidak mengerti bahwa Kakaknya sedang menghilangkan penat di hati dan badannya dengan menikmati hembusan angin malam.


"dingin ya, " ucap Sri sambil menutup kaca jendela mobil.


Mas David hanya tersenyum melihat Sri yang ditegur oleh adiknya itu, karena sebenarnya David pun merakan dingin tapi tidak enak menyuruh Sri menutup kaca mobilnya.


Tidak terasa mereka berempat telah sampai di rumah, Ibu Sri yang sudah menunggu mereka pulang dari tadi.


Mobil pun di parkir kan Mas David, ketika mereka masuk kedalam rumah, mereka langsung disambut oleh masakan Ibunya Sri yang sangat wangi baunya dan juga enak. Mereka berempat memang kelaparan dari tadi tapi mau mampir makan dijalan kepikiran pasti Ibu sudah menyiapkan makanan dirumahnya.


"kenapa pulangnya sampai malam Sri? "


"mau menunggu matahari terbenam Bu, soalnya di Jakarta susah mencari pemandangan seperti itu, " ucap Sri sambil membantu Ibunya menyiapkan piring untuk makan malam mereka.


Sedangkan Mas David dan Adik-adiknya membersihkan diri dikamar mandi.


"ayo-ayo cepat kita makan malam, " ucap Sri sambil sedikit teriak memanggil Mas David dan Adik-adiknya.


Mereka bertiga sudah datang dan langsung mengambil posisi duduk lesehan dilantai, sembari menunggu makanan semua dikeluarkan oleh Sri dari dapur.


Mas David mencoba menelpon Mamanya sambil menunggu makanan yang disiapkan.


"Halo Ma," ucap Mas David ketika telpon itu tersambung kepada Ibunya.


"ya David ada apa sayang, " ucap Ibu Santi.


"Mama punya alamat rumah Bapak Herman dikampung? "


"tunggu Mama periksa dulu, sepertinya ada, " ucap Ibu Santy.


"baik Ma, nanti tolong kirimkan ke David, " ucapnya.

__ADS_1


David berniat untuk mengunjungi Bapak Firman dan anaknya lagi serta melihat kondisi rumah mereka.


Makanan sudah siap tersaji didepan mata mereka, dengan sigap Mas David mengambil piring,nasi dan lauk yang tersedia, ia terlihat begitu menikmati hidangan yang sederhana ini, walaupun ia orang kaya tapi didikan dari Ibu Santi tidak di ragukan lagi, ia bisa beradaptasi dengan cepat tanpa memandang status atau jabatan dan pendidikan.


Saat mereka sedang menikmati makan malam, terdengar ribut-ribut dari luar. Beberapa orang mengetuk pintu rumah Sri dengan sedikit kasar, seperti orang yang tidak sabar ingin pemilik rumah ini keluar.


Lalu keluarlah Ibu Sri untuk melihat ada apa, dan siapa yang berada diluar.


Ckrekkk...(suara pintu rumah dibuka)


Terlihat sekitar 15 orang yang berdiri di depan rumah mereka, terdiri dari bapak-bapak,ibu-ibu serta remaja kampung yang berkumpul.


"ada apa ya ini kok rame-rame? " tanya Ibu Sri sambil kepalanya melihat kesemua orang yang ada di depan teras rumahnya.


"Ibu, tolong ya jangan membiarkan anaknya kumpul kebo di rumah sendiri, kami nanti kena imbas dosanya Bu, " ucap salah satu orang di kelompok itu.


"siap yang kumpul kebo? " tanya Ibu Sri kepada semua orang yang berada disitu.


Karena penasaran Sri dan Mas David pun keluar melihat apa yang sudah terjadi, dan kenapa ibunya sangat lama berada di luar.


"ada apa ini, ini pasti terjadi salah paham, " ucap Mas David.


Suasana riuh yang terjadi membuat Sri sedikit takut kalo-kalo mereka dihakimi secara tiba-tiba, mata Sri mandang ke sana-sini dan melihat diantara orang-orang ini ada Paman Pur yang berada di bagian belakang.


"Pasti ini ulah Paman Pur,' ucap Sri didalam hatinya.


Sri hanya bisa berdoa saat itu semoga ia mendapat perlindungan dari fitnah yang disebarkan oleh Paman Pur.


Lalu tiba-tiba Pak RT dan Paman Herman datang langsung mengambil tempat didepan Sri dan ibunya.


" tenang... Tenang ada apa ini? " ucap Pak RT saat itu.


"ini Pak RT, Sri dan laki-laki dari kota ini pasangan kumpul kebo, " ucap salah satu warga di dalam kumpulan orang-orang yang ada di depan rumah Sri.


"apa ada buktinya, " ucap Pak RT.

__ADS_1


Mereka pun diam sambil menoleh kearah satu sama lain.


"buktinya mereka diam di satu rumah Pak RT, dan ini sudah beberapa hari, " ucap orang yang berada di bagian belakang dan itu suara yang sangat Sri kenal yaitu suara Paman Pur.


"dengar semua, ini adalah David majikan Sri yang dari Jakarta yang sedang liburan disini, dan ia juga sudah meminta ijin kepada saya, selaku RT disini, paham!" ucap Pak RT dengan nada sedikit naik.


"benar, Mas David ini saya yang mengajak kesini jadi bukan dia yang ikut Sri, " ucap Paman Herman menambahkan kata-kata Pak RT.


"jadi sekarang, kalo masih ada pertanyaan silahkan di ucapkan dan kalo tidak silahkan bubar, " ucap Pak RT.


Sri dan Mas David melihat Paman Pur pergi lebih dahulu dan disusul oleh yang lainya, mereka sebenarnya tidak punya bukti apa-apa tapi karena dihasut oleh Paman Pur mereka pun lalu menghakimi Sri dan Mas David hanya dari sekedar pandangan David menginap dirumahnya Sri, Tapi untungnya dari baru datang kerumahnya Sri, Ibunya Sri sudah menyuruh Paman Herman untuk melapor kepada Pak RT bahwa Bosnya Sri menginap disini karena sedang berlibur.


"Pak RT duduk dulu biar saya buatkan kopi, " ucap Ibunya Sri.


"wah boleh kalo begitu, " ucap Pak RT sambil tersenyum lebar.


Mas David dan Paman Herman menemani Pak RT duduk di luar sambil ngobrol dan main catur.


"ini kopi dan Tehnya, " ucap Ibu Sri sambil menaruh gelas-gelas yang berisi air serta ubi goreng yang baru digoreng oleh Sri di dapur.


Canda tawa mengiringi para bapak-bapak yang sedang ngobrol itu, bahkan waktu tidak terasa pukul 11 malam.


"Pak RT bagaimana kalo malam ini saya menginap di rumah Bapak, " ucap Mas David.


"boleh-boleh, dari pada nanti mereka salah sangka lagi, " ucap Pak RT.


" Ibu, Sri saya malam ini tidur ditempat Pak RT ya, "ucap Mas David.


" iya Nak David, "Ibu Sri langsung mengiyakan permintaan Mas David.


Rumah Sri pun langsung terasa sunyi setelah para Pak RT, Paman Herman dan Mas David pergi. sementara Sri dan Ibunya membersihkan gelas-gelas dan piring yang ada dilantai.


" Sri heran Bu, kenapa Paman Pur itu begitu jahat ya, sama kita? " tanya Sri kepada Ibunya.


"Ibu juga Heran Sri, padahal Ibu tidak pernah mengganggu mereka, " ucap ibunya Sri.

__ADS_1


"ayo masuk Sri, sudah malam kita harus tidur, " ajak Ibu Sri sambil masuk kedalam rumahnya dan disusul oleh Sri.


__ADS_2