Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
Draft


__ADS_3

Mas David mengambil Hp nya dan mencari hotel terdekat yang ada disekitar bandara.


"kita menginap disini saja ya Sri? " tanya Mas David kepada Sri setelah ia memilih, pilihan dari hotel yang ada di smartphone nya


"terserah saja Mas, "ucap Sri.


Mas David dan Sri pun pergi ke lokasi hotel tersebut dengan menggunakan taksi, butuh waktu 15 menit untuk sampai ke hotel yang sudah Mas David booking itu.


Sri memandang hotel bintang empat itu dengan penuh kekaguman, begitu banyak barang mewah yang dibuat pajangan serta terdapat air mancur ditengah-tengah ruangan yang besar itu.


"ada apa Sri? " tanya Mas David. Saat Sri terlihat sangat sibuk memandang ke sana-kemari.


"disini pasti mahal-mahal ya Mas," ucap Sri.


Mas David pun mengabaikan ucapan Sri yang di anggapnya tidak penting itu.


Mas David pun langsung menuju receptionis untuk menanyakan kamar yang sudah ia booking sebelum datang ke hotel ini.


"maaf Pak kamar yang tersedia untuk sekarang hanya singelbad, " ucap si Receptioni.


"tidak apa-apa Mas, Sri bisa tidur dilantai, " ucap Sri sambil berbisik kepada Mas David.


"oke saya ambil saja Mba, " ucap Mas David.


Setelah melakukan registrasi yang diperlukan saat cek-in.


"dengan Bapak David, silahkan Pak kamarnya di nomor 325, nanti diantar bellboy untuk ke kamar, "ucap receptionis saat memberikan kunci kamar kepada Mas David.


Kami pun diantar bellboy ke kamar menaiki lift, lantai 3 nomor 25 begitulah dibacanya.


" ini kamarnya Pak, " ucap bellboy membukakan pintu kamar yang sudah dipesan Mas David.


Semua barang Sri dan Mas David dimasukkan kedalam kamar yang lumayan luas itu.


"wah kamarnya bagus dan luas Mas, " ucap Sri memandang sekelilingnya.

__ADS_1


"iya, Sri. " ucap Mas David sambil merebahkan badannya di kasur,


Sri pun membuka pintu balkonnya untuk melihat pemandangan sekitar hotel. dari sini terlihat jelas bandara dan pesawat yang datang dan pergi. Serta ada juga kolam renang di bagian belakang hotel.


"Mas David dibawah ada kolam renang, " ucap Sri sambil memandang kebawah dari lantai 3.


"wah asik ni," ucap Mas David.


Mas David pun lalu mengambil handuk dan pakaiannya untuk pergi berenang.


"mau kemana Mas David? "


"pergi berenang, kamu mau ikut Sri? "


"tidak Sri dikamar saja Mas," ucap Sri


Mas David pun pergi berenang dan tinggal Sri berada di kamarnya. Yang bisa Sri lakukan hanya tidur dan menonton Tv sehingga lama-lama membuatnya jenuh.


Sri pun lalu memutuskan untuk turun dan menghampiri Mas David yang berada di kolam renang.


Sri berdiri dipinggir kolam renang dan tiba-tiba terdengar suara Mas David yang memanggilnya.


"Sri minggir, minggir, " Sri pun lalu menoleh kebelakang yang ternyata Mas David sedang bersandar di kursi kolam renang sambil sedikit rebahan dan payung yang menutupi tubuhnya dari sinar matahari sore.


Sri memandangi tubuh Mas David yang sedikit atletis dengan kacamata hitam yang di pakainya membuat Mas David terlihat begitu berkelas dan ganteng.


"Mas David dari tadi berenang atau rebahan disini? "tanya Sri yang melihat badan atau pun celana renang Mas David yang tidak basah sedikit pun.


"maksudmu apa Sri? " tanya Mas David dengan posisi masih tetap sambil rebahan di kursinya.


"Mas David disini hanya ingin melihat bule-bule itu berenang ya, "ucap Sri dengan sedikit sinis.


"ini surga Sri, " ucap Mas David sambil memandang kearah bule-bule itu dengan kacamata hitamnya.


"ya sudah kalo begitu Sri kembali ke kamar dulu, "

__ADS_1


"eh tunggu dulu Sri, tolong pesankan minuman di bar itu, es lemon tea ya, " ucap Mas David.


Sri pun pergi ke Bar diujung kolam renang untuk membelikan Mas David minuman sesuai apa yg ia pesan.


Sri yang menunggu pesanan selesai dibuat pun duduk ditepi kolam renang sambil membasuh tangannya.


Saat Sri sedang asik memainkan air dengan tiba-tiba Mas David mendorongnya dari belakang.


Byur... Sri terjatuh ke dalam kolam renang karena kaget dengan ulah Mas David.


Sri yang tidak bisa berenang pun langsung tenggelam sambil melambaikan tangannya keatas bertanda bahwa ia tidak bisa berenang dan minta pertolongan.


Mas David yang melihat hal itu langsung loncat ke kolam renang menyelamatkan Sri, di bawanya tubuh Sri yang sudah lemas naik ke atas kolam renang dan di rebahkannya tubuh Sri dipinggir kolam dan dibantu oleh para karyawan hotel yang bertugas saat itu untuk memberikan alat bantu oksigen.


"Sri kamu tidak apa-apa, " ucap Mas David saat Sri sudah mulai sadar.


Sri hanya meanggukkan kepalanya kepada Mas David sambil sedikit terbatuk


"uhuk", suara Sri yang mencoba mengeluarkan air dari tenggorokannya.


Mas David pun segera membawa Sri kembali ke kamar dengan bantuan kursi roda yang ada di hotel tersebut.


" Maafkan aku ya Sri, " ucap Mas David saat ia berada didalam lift, ia sangat merasa bersalah dengan apa yang sudah dibuatnya di kolam tadi.


Sesampai Dikamar Mas David mencoba membuatkan Sri teh hangat dan menyuruh Sri untuk Mandi dikamar Mandi.


"kamu mandi dengan air hangat dulu ya Sri, " ajak Mas David sambil menyodorkannya dengan teh hangat yang sudah dibuatnya tadi


Setelah Sri selesai mandi ia merebahkan tubuhnya di kasur, Mas David pun membiarkan Sri untuk beristirahat tidur sebentar.


Mas David memandang Sri yang tertidur dan terasa aneh karena Sri begitu menutup dirinya dengan selimut dan badannya sedikit bergetar, dengan sigap Mas David pun mencek tubuhnya Sri.


"Sri kamu sedang demam ya, " ucap Mas David sambil memegang Dahi Sri yang panas.


Sri saat itu hanya diam karena badannya terasa dingin dan lemas tidak bisa bergerak

__ADS_1


__ADS_2