Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
rasa bersalah


__ADS_3

Jam 5 pagi Sri terbangun dari tidurnya, dan dilihatnya ada Mas David yang dengan posisi duduk tertidur di atas meja disampingnya. Sri menyentuh dahinya, terdapat kain yang sudan mulai mengering dan wadah kecil berisikan air di samping Mas David tidur.


"Mas David. " panggil Sri dengan suara yang pelan.


"Sri kamu sudah bangun, " ucap Mas David yang langsung membuka matanya saat Sri memanggilnya.


Mas David sangat senang karena Sri sudah sadar dari demamnya, demam Sri semalam mencapai 39 derajat yang membuat Mas David sedikit takut, apalagi itu semua akibat candaannya sehingga Sri sampai jatuh sakit.


"kenapa Mas David terlihat lelah sekali, " tanya Sri sambil memandang kantung mata yang ada di wajah Mas David.


"hoah... (menguap lebar) aku tidak tidur karena menjagamu semalaman, " ucap Mas David sambil menutup mulutnya karena menguap.


"kalo begitu Mas David tidur dulu, " Sri beranjak dari tempat tidur, dan langsung ditahan oleh tangan Mas David yang memegang bahunya.


"kamu tetap tidur disitu Sri," Mas David beranjak dari tempat duduknya.


Mas David mengambil posisi tidur dibawah,dengan kasur tambahan yang sudah ia pesan tadi malam. Rencana itu adalah tempat tidur Sri tapi karena Sri sakit Mas David tidak tega melihatnya tidur di sana.


Matahari sudah mulai menunjukkan kemegahannya, sinarnya yang memberikan kehidupan untuk semua makhluk mulai bersinar dengan terangnya.


"kring... Kring.., " suara Hp Mas David berbunyi bertanda ada panggilan masuk.


Lama Hp itu berbunyi tapi Mas David tidak mengangkatnya. Sri pun lalu bangun dan mengambil Hp itu di atas meja.


Sri mengecek dari siapa panggilan masuk itu. Dan dilayar hp itu tertulis "Ibu."


Sri pun mengangkat Hp Mas David karena takut Ibu Santi Khawatir dengan keadaan Mas David.


"Halo David, kenapa lama sekali mengangkat telponnya? " tanya Ibu Santi


"halo maaf ibu Santi, ini Sri. "


"oh kamu sudah sehat sekarang Sri? "


"iya Bu badan Sri sudah mendingan. "


"terus dimana David Sri? "


"Mas David sedang tidur Bu, " ucap Sri sambil melirik Mas David yang sedang tidur.


"baiklah kalo begitu, nanti saya telpon lagi, " Ibu Santi pun mematikan telponnya.


Sambil merebahkan kembali badannya di atas kasur Sri memandangi wajah Mas David yang sedang tidur dibawahnya.


"ada apa Sri, " ucap Mas David sambil matanya sedikit terbuka.

__ADS_1


"tidak apa-apa, " sahut Sri.


saat itu Sri berpikir apakah bisa ia memiliki suami seperti Mas David yang memperlakukannya sebaik ini. Sri mengingat kembali waktu pernikahannya dengan Yanto, yang membuatnya sedikit takut untuk menikah, apalagi menikah dengan anak orang kaya.


"Sri kamu kenapa, apa ada yang sakit? " tanya Mas David saat melihat air mata Sri yang menetes di pelipisnya.


"tidak,Mas David. " ucap Sri.


"aku akan menyiapkan sarapan untukmu Sri, " ucap Mas David sambil bangun dari tidurnya.


"tidak usah Mas, Sri sudah bisa bangun, " ucapnya.


"kalo begitu kamu bisa ikut pergi sarapan kebawah? " tanya Mas David.


Sri meanggukan kepalanya.


Mas David pergi ke kamar mandi untuk mencuci mukanya sebelum ia turun ke restoran untuk sarapan.


"ayo Sri, "ajak Mas David setelah selesai bersiap.


Sri dan Mas David turun kebawah untuk sarapan bersama. Dilihatnya begitu banyak makanan di atas meja dan semua orang mengambil makanan itu sendiri-sendiri tanpa dibantu oleh karyawan hotel.


" kamu pilih saja apa yang kamu inginkan Sri, " ucap Mas David.


"disini makan sepuasnya dan gratis Sri, " bisik Mas David kepada Sri.


Sri memandang semua makanan di atas meja yang terlihat semuanya enak-enak, dari makanan berat, buah-buahan,jus, dan juga kue ada di atas meja buffee ini.


"langsung ambil saja Sri, " ucap Mas David sambil mengambil makanan untuk dirinya.


Sri pun ikut mengambil makanan untuk dirinya, dari nasi goreng, sampai buah serta omelet semua lengkap di atas mejanya.


"kamu mau makan semua ini Sri, " tanya Mas David yang kaget saat kembali kemejanya sudah penuh dengan berbagai macam makanan.


"he he... Iya Mas, " ucap Sri sambil menikmati makanannya.


"aku baru pertama kali liat orang baru selesai sakit makannya sebanyak ini, " celetuk Mas David sambil meminum teh hangatnya.


Mas David adalah tipe orang yang makan sedikit langsung gemuk berbeda dengan Sri yang terbiasa makan banyak tapi tidak gemuk-gemuk.


Tanpa peduli Sri memakan semua makanan yang sudah diambilnya tadi.


"kamu kalo belum selesai juga aku tinggal lo Sri, " ucap Mas David karena Sri mondar-mandar kemeja buffee untuk mengambil makanan.


"iya Mas Ini yang terakhir, " sahutnya.

__ADS_1


Setelah itu pun mereka kembali ke kamar untuk bersiap kembali ke Jakarta,


"oh iya tadi ibu Mas David menelpon, "


"nanti biar aku telpon balik lagi, " ucap Mas David.


...----------------...


Mas David dan Sri bersiap-siap untuk pergi ke bandara siang ini, dan mereka berharap tidak ada rintangan lagi dijalan yang membuat mereka terlambat untuk naik pesawat.


"Kamu jangan lupa minum obatnya Sri, " ucap Mas David disela-sela sibuknya menyusun barang-barang.


" iya Mas David, Sri sudah meminumnya. "


"kalo boleh Sri mau mandi dulu sebelum pergi ke bandara."


"oke, kalo begitu aku keluar kamar dulu, " ucap Mas David.


Setelah selesai mandi semua barang sudah disiapkan oleh Sri serta memastikan tidak ada barang yang tertinggal di hotel.


dirasanya sudah cukup lama ia berada di luar Mas David pun kembali ke kamar.


"ada yang masih bisa dibantu Sri."


"semua sudah beres Sri siapkan Mas, " ucap Sri sambil menarik tas besar kepunyaan Mas David.


dan saatnya mereka untuk cek-out dari hotel.


"kami cek-out hari ini ya Mba, " ucap Mas David kepada receptionis.


"baik ditunggu sebentar Pak David, kamarnya kami cek dulu. "


Setelah menunggu sekitar 5 menit menunggu pengecekkan kamar Mas David dipersilahkan untuk melakukan pembayaran.


Sambil menunggu taksi yang Mas David sudah pesan datang Mas David menghubungi Ibunya kembali.


"halo Ma, ini David sedang menuju ke Bandara, kami naik pesawat jam 12," ucap Mas David ditelpon.


"iya nanti supir Mama yang akan menjemput kamu David, " ujar Ibu santi.


"baik Ma. " ucap Mas David sebelum ia menutup telponnya.


taksi yang sudah dipesan Mas David pun sudah datang, Sri dan Mas David dibantu oleh karyawan hotel menaikan barang-barangnya kedalam taksi.


perjalanan ke Bandara cukup dekat dan kali ini tanpa pewangi rasa jeruk dan pengemudi yang ugal-ugalan, yang membuat kemarin rasanya hampir mati di jalan.

__ADS_1


sesampainya di bandara Mas David langsung masuk keruangan cek-in dengan dibantu petugas bandara. Dan setelah beberapa saat menunggu pesawat kami pun berangkat menuju Jakarta.


__ADS_2