
Sementara itu Mas David Dan Rio masih dengan suasana yang saling bersaing untuk mendekati Sri.
Walau Mas David terlihat seolah-olah bersikap biasa sebenarnya ia suka kepada Sri.
"Sri nanti kita pergi ke Mall ya, " ajak Mas David. Yang datang menemui Sri di dapur.
"baik Mas David, " ucap Sri Dengan tangan yang basah karena mencuci tumpukan piring, ia sedang repot membantu Bibi Ijah di dapur kala itu.
Karena sekarang itulah tugasnya setelah Mas David sembuh dari lumpuh akibat kecelakaan mobil yg menimpa dirinya.
"oke kalo begitu aku bersiap-siap dulu, " ucap Mas David sambil meninggalkan Sri yang berada di dapur.
Sri pun pergi untuk bersiap dan berganti pakaian, karena Sri dulu sering diajak kekantor oleh mas David jadi ia memiliki baju ganti dikamar Bibi Ijah dan juga tempat untuk ia beristirahat dikala tidak ada kerjaan di rumah.
Sri telah selesai bersiap dan berdandan untuk pergi ke Mall bersama Mas David.
Dan disaat Sri sedang duduk menunggu Mas David di teras depan rumah ia dihampiri oleh Rio.
"Sri nanti sore kita ke taman yuk, " ajak Rio sambil duduk didepan Sri.
"iya, Mas Rio, tapi sekarang Sri disuruh menemani Mas David ke Mall dulu, " ucap Sri.
"oke pergi saja Sri, selamat bersenang-senang ya, " ucap Rio sambil tersenyum kepada Sri.
Dibalik senyumnya, Rio memperhatikan aura kecantikan Sri yang begitu terpancar ketika ia mengenakan pakaian yang bagus.
"ayo Sri kita jalan, " ucap Mas David yang sudah siap untuk pergi. Mas David melangkah menuju mobilnya yang terparkir didepan rumah tanpa memperdulikan Rio yang berada disitu.
Dan disusul oleh Sri yang melangkah dibelakangnya, mereka masuk kedalam mobil dan mobil itu pun melaju dengan cepat meninggalkan Rio yang memandangi mereka saat pergi.
"Mas David dan Mas Rio sedang ada masalah? " tanya Sri kepada Mas David.
"tidak, " ucap Mas David.
__ADS_1
"Syukurlah kalo begitu, Sri kira Mas David dan Mas Rio sedang berantem. Soalnya pada saling diam. " ucap Sri lagi.
Mendengar ucapan Sri membuat Mas David merasa apa yang sudah dilakukannya kepada Rio pada malam itu sangat tidak mengenakan.
...----------------...
Setelah beberapa lama berkendara Sri dan Mas David sampai di mall yang mereka tuju,
Mas David pun langsung memparkirkan mobilnya dan mereka masuk kedalam mall tersebut untuk melihat-lihat barang yang akan dibelinya nanti walau tanpa tujuan.
Sri mengikuti kemana Mas David pergi. Tanpa terasa mereka sudah berjalan-jalan hampir 20 menit mereka berkeliling tanpa ada tujuan barang apa yang akan dibeli.
"kamu tidak capek Sri? " tanya Mas David sambil terus melangkah di samping Sri.
"sedikit Mas David. " ucap Sri karena setelah selesai membantu Bibi Ijah ia langsung bersiap pergi bersama Mas David ke Mall.
"kalo begitu kita makan saja dulu di restoran itu," ajak Mas David seraya menunjuk sebuah tempat.
Mereka pun melangkah menuju restoran yang dimaksud Mas David.
"Kita duduk disitu saja Sri, " ajak Mas David sambil melangkah menuju meja tersebut.
Pramusaji yang melihat ada pengunjung datang pun langsung mendatangi mereka.
"ini buku menunya pak, " ujar pramusaji itu.
Sri dan Mas David memilih makanan dan minuman yang mereka inginkan setelah selesai, Mas David memberikan kembali buku menu kepada pramusaji. Agar menu yang sudah mereka pilih dicatat dan dihidangkan dengan segera.
"Aku kebelakang dulu ya Sri, " ucap Mas David setelah pramusaji itu pergi.
Disaat Mas David pergi ke toilet Disitu ada Lala dan temannya, mereka sengaja pindah tempat duduk dekat Sri dan berbicara buruk serta nyaring agar Sri dan orang disekitarnya mendengar apa yang akan diucapkan mereka.
"eh liat deh ada pembantu suka sama majikannya, " ucap Lala sambil melirik kearah Sri, Sri tau persis Lala mantannya Mas David ini sedang membicarakannya.
__ADS_1
"wah, pasti Dia pakai pelet tuh biar majikannya jadi jatuh hati, " sambung teman Lala.
Sri diejek dan dikata-katai oleh Lala dan temannya. sehingga membuat mentalnya sedikit terganggu serta malu kepada para pengunjung restoran yang memandangnya dan saling berbisik melihat kearah Sri.
Sri hanya diam dan menunduk saat Lala dan temannya itu terus mengejeknya dan mengatainya menggunakan pelet kepada Mas David agar Mas David baik dan suka kepadanya.
"La ayo kita pergi, " ucap teman Lala rupanya ia melihat Mas David keluar dari toilet.
Lala dan temannya pun langsung pergi tanpa terlihatan oleh Mas David.
"kenapa makanannya tidak dimakan Sri? " tanya Mas David yang baru datang dari toilet dan melihat makanan sudah tersaji di atas meja.
Sri pun hanya diam dan memakan makanan yang sudah ia pesan.
"setelah ini kita langsung pulang ya Mas David, " pinta Sri.
"ada apa Sri?, kamu sakit atau ada sesuatu hal yang lain, " tanya Mas David yang melihat perubahan pada wajah Sri.
"Sri hanya tidak enak badan" ucapnya.
"oke kalo begitu, kita akan pulang secepatnya. " ucap mas David.
Mas David yang menyelesaikan makanannya pun langsung menuju arah pulang.
Dan disepanjang jalan pulang Sri hanya berdiam diri di dalam mobil memikirkan semua ucapan Lala dan temannya itu.
"apa kita perlu kedokter Sri? " tanya Mas David yang melihat Sri duduk diam dan memejamkan matanya.
"tidak perlu Mas"
David bingung dengan apa yang terjadi dengan Sri karena sebelumnya ia terlihat ceria dan bersemangat sebelum ia meninggalkannya ke toilet.
David membiarkan untuk sementara ini Sri berdiam diri.
__ADS_1
Sri yang keluar dari mobil Mas David langsung menuju masuk tanpa berbicara apapun kepada.
( jika kalian tertarik, silahkan baca juga novel "Kiriman Santet dari Sang Mantan" ini diambil dari cerita nyata yang autor rasakan sendiri)