Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
Draft


__ADS_3

Sudah 3 hari David berada di kampung Sri, Mas David duduk di kursi, dibawah pohon besar yang rindang sambil menikmati angin yang sepoi-sepoi meniup wajahnya, ia merasa sangat damai dan betah dengan suasana kampung yang tidak terlalu ramai dengan kendaraan, dan hawa yang sejuk yang berasal dari pepohonan besar disekitar.


Tidak ada yang bisa dilakukan Mas David disini kecuali bersantai, besok David berencana ingin membawa Sri dan Adik-adiknya ke pantai untuk rekreasi bermain air dan menikmati senja di pinggir pantai, berlibur bersama-sama sebelum Sri dan Mas David pulang kembali ke kota Jakarta.


David mencari sendiri destinasi wisata di daerah sekitar agar tidak terlalu jauh dan akhirnya David menemukan pantai yang butuh waktu 3 jam perjalanan untuk sampai ke sana.


Mereka berempat pun pergi sekitar jam 12 siang agar sampai di sana sore hari dan dengan membawa bekal buatan Ibunya Sri, takut kalo-kalo tidak ada yang menjual makanan.


Jam menunjukkan jam 2 siang dimana hawa panas sangat terik dan membuat seisi mobil merasa sangat kehausan dan membuat dahaga mereka meronta-ronta ingin dibasahi dengan yang segar-segar dan dingin.


Saat melihat-lihat disekitar jalan David melihat gerobak penjual es kelapa muda yang berada dibawah pohon besar nan rindang, disitu terdapat kursi-kursi yang tersusun rapi khusus untuk pelanggan yang ingin duduk menikmati es kelapa mudanya ditempat.


David pun menepikan mobilnya, mereka berempat turun dari mobilnya dan melangkah menuju penjual es kelapa muda itu.


"Bang es kelapa mudanya 4 gelas, " ucap David sambil mendekati abang penjual es kelapa muda yang sedang sibuk mencuci gelas-gelasnya ditepi gerobak.


"Oh siap mas," ucap Abang penjual es kelapa muda, sambil bangkit dari posisi jongkoknya.


Dan alangkah terkejutnya David ketika melihat penjual es kelapa muda itu adalah Pak Firman, mantan supir ayahnya dulu yang ia cari-cari selama ini.


"Pak Firman," ucap David, karena selama ini ia mencari-cari beliau.


"Mas David, " ucap Pak Firman yang kaget melihat ia berada disini, karena ini sangat jauh dari Jakarta.


"oh ternyata Bapak bersembunyi disini ya!, sekarang Bapak ikut saya kekantor polisi," ucap Mas David yang membuat Sri dan Adik-adiknya terkejut mendengar kata itu.


"Ada apa ini, Mas David? " tanya Sri yang bingung.


"Dia yang menyebabkan Ayah ku meninggal Sri, ini semua karena kelalaiannya, " ucap David.


"maafkan saya Mas David, maafkan saya, " ucap Pak Firman sambil memegang kaki Mas David dan bersimpuh dihadapannya.

__ADS_1


Dan disaat itu datang seorang anak perempuan, kira-kira umurnya sekitar 9 tahun, dengan membawa 3 balok es batu kecil didalam satu kantong plastik ditangannya,


"Bapak..., " teriak anak perempuan itu karena melihat Bapaknya bersimpuh di kaki Mas David, barang bawaannya diletakkannya di sampingnya dan ia ikut menangis di samping Bapaknya karena melihat Bapaknya menangis.


Melihat anak perempuan Bapak Firman menangis membuat David menjadi bingung dan kasihan dalam waktu bersamaan.


"Om, tolong jangan bawa Bapak ke kantor polisi om, " ucap anak perempuan itu sambil nangis di kaki David.


"Saya mohon Mas David, Maafkan saya Mas David, " ucap Bapak Firman.


Mas David tidak bisa berkata apa-apa lagi ia hanya mematung dengan kakinya yang di peluk oleh anak perempuan itu.


Sedangkan Sri menenangkan Bapak Firman.


"tenang dulu Pak, " ucap Sri dan mengarahkan Bapak Firman agar duduk di kursinya.


"sebenarnya ada apa Pak? " tanya Sri.


sedangkan Adit Dan Habibi menenangkan anak perempuan Bapak Firman yang menangis dikakinya Mas David.


"waktu mendengar Pak Budi meninggal dan Mas David lumpuh saya sangat menyesali keteledoran saya itu Mas, dan Ibu Santi hanya menyuruh saya untuk pergi tanpa berkata apapun lagi" ucap Pak Firman Sambil menyapu air matanya.


Mas David hanya bisa menahan kesedihannya saat mendengar cerita Bapak Firman, ia pun masuk kedalam mobilnya dan disusul oleh Sri dan Adik-adiknya.


Mas David menghidupkan mesin mobil itu dan melaju sangat cepat untungnya jalanan sangat sunyi saat itu.


"lebih baik kita pulang ke rumah saja Mas, " ucap Sri karena tau perasaan Mas David tidak stabil.


Tapi Mas David tetap melanjutkan perjalananya karena sudah hampir dekat.


sesampainya di pantai Mas David duduk dibawah pohon dengan pikiran yang kosong, memandang Adik-adik Sri yang berlarian bermain ditepi Pantai. sementara Sri hanya bisa duduk diam disampingnya Mas David,menunggu dan Membiarkan Mas David untuk menenangkan pikirannya.

__ADS_1


...----------------...


Sementara Ibu Santi yang berada di Jakarta kepikiran dengan anaknya yang sudah beberapa hari berada Di kampung Sri tanpa ada Kabar.


Ibu Santi mencoba menghubungi David.


" halo David, " ucap Ibu Santi saat telponnya sudah tersambung dengan Mas David.


" halo Ma, David baru saja bertemu dengan Bapak Firman, "ucap David.


" lalu bagaimana? " tanya Ibu Santi.


" David ingin melaporkan Bapak Firman atas keteledorannya itu, tapi di satu sisi David kasihan dengan anak perempuannya, "


" begitu pun perasaan Mama David, Mama tau perasaan bagaimana waktu kehilangan Ayahmu dan bagaimana kacaunya perasaan dan hati kala itu, sehingga Mama memaafkan Bapak Firman, "ucap Ibu Santi, dengan suaranya yang sendu mengingat kejadian kala itu.


" dan jika kamu melaporkan Bapak Firman ke polisi tentulah anak itu akan kehilangan kedua sosok orang tuanya David, biarkanlah sudah semua yang sudah berlalu kita ikhlaskan saja,"ucap Ibu Santi lagi.


" kapan kamu akan pulang ke rumah David? " Ibu Santi mengalihkan pembicaraannya.


"dalam 2 hari ini Ma, David akan segera pulang. "


"baiklah kalo begitu, Mama masih ada meeting yang akan dimulai. "


Ibu Santi pun menyudahi telponnya.


"ayo Sri kit ikut Adit dan Habibi main air," ajak Mas David sambil menarik tangan Sri.


Sri pun ikut saja, apa yang diinginkan Mas David,berlari-larian dan bermain air di pantai, mereka berempat menikmati senja di sana.


Karena dirasa angin malam di laut mulai kencang, Mas David mengajak mereka untuk kembali pulang.

__ADS_1


"Sri, Adit dan Habibi, ayo kita pulang, " ucap Mas David sambil melambaikan tangan kepada mereka.


Sri dan Adik-adiknya pun berlarian menuju Mas David, karena Mas David sudah berada didekat mobilnya. Mereka pulang dengan perasaan yang sangat bahagia karena seumur-umur belum pernah pergi ke pantai.


__ADS_2