Pangeran Berkursi Roda

Pangeran Berkursi Roda
Yanto


__ADS_3

Yanto dan Paman Pur hari ini kembali datang kerumahnya Sri, dengan tujuan memaksa Sri Kembali untuk menjadi istrinya Yanto.


"Sri...Sri..., " teriak Paman Pur Dari luar rumah.


Sri pun keluar bersama adik-adiknya, sedangkan ibunya sedang sibuk membantu tetangganya yang sedang ada hajatan. Sepertinya Paman Pur dan Yanto sengaja memilih waktu dimana Ibunya tidak ada Di rumah sehingga lebih mudah membuat Sri takut kepadanya.


"iya, Paman, " ucap Sri.


"bagaimana jawaban kamu Sri, pasti kamu sudah setuju kan ikut Yanto lagi ke kalimantan jadi istrinya, " ucap Paman Herman yang di sampingnya ada Yanto.


"maaf Paman, Sri lebih baik menjadi janda dari pada hidup bersama boneka orang tuanya," ucap Sri.


Sri sudah pernah hidup bersama dengan Yanto, dan tau persis Yanto pasti akan selalu menuruti apa kata Ibunya, dan tidak akan pernah membela dirinya walau dirinya yang benar.


"kamu itu wanita bodoh, mana mengerti arti anak yang berbakti sama orang tuanya,dan mana yang tidak," ucap Paman Pur yang mulai naik pitam dengan ucapan yang merendahkan Yanto.


mendengar hal ribut-ribut di rumah Sri para tetangga mulai keluar melihat apa yang terjadi di rumah Sri, sedangkan Sri memeluk adiknya karena ia mulai ketakutan mendengar Paman Pur yang sudah marah-marah.


Ibu Sri langsung pulang ke rumah setelah mendengar berita dari tetangganya, ia tergesa-gesa berlari takut terjadi sesuatu pada anak-anaknya.


Dan saat ia datang Pak RT, Paman Herman dan David sudah ada di teras Rumahnya.


"sudah Pak Pur, jangan marah-marah dulu, lebih baik kita bicarakan semua ini secara baik-baik, " ucap Pak RT.


"iya Pak RT kita harus mengetahui akar masalahnya disini, " ucap Paman Herman.


"ada masalah apa lagi ini Pak RT? " tanya Ibu Sri yang baru sampai kerumahnya.


"iya Bu, ini kita akan menyelesaikan masalahnya dengan bermusyawarah di rumah saya, dan nanti akan ada saksi untuk hasil keputusan ini, " ucap Pak RT.


Permusyawarahan pun di hadiri oleh Paman Pur, Paman Herman, Yanto, Sri, David,Ibunya Sri dan 10 orang saksi dari tetangga sekitar rumah Sri.


"jadi sebenarnya apa yang sudah terjadi Sri? " tanya Pak RT.

__ADS_1


"jadi begini Pak RT, ini sudah kedua kalinya Paman Pur memaksa Sri untuk ikut Yanto ke Kalimantan dan menjadi Istrinya Lagi, setelah sebelumnya Sri tolak ajakan tersebut, sehingga membuat Paman Pur marah,"ucap Sri.


" iya Pak RT, saya dan Mas David ini pun datang kemari karena mendapat kabar bahwa Sri dipaksa mereka berdua," ucap Paman Herman.


Yanto dan Paman Pur pun langsung berdiam diri, karena ada yang membela Sri.


"kamu sendiri kenapa jadi tidak mau ikut suamimu sendiri Sri? " tanya Pak RT, Pak RT sebenarnya tau semua cerita Sri dengan suaminya Yanto itu.


"seperti yang diketahui oleh semua orang Pak RT, dulu Sri dikembalikan ke rumah orang tua Sri hanya dengan selembar baju,tanpa ada kehormatan, kejelasan status dan nafkah satu sen pun selama Sri menunggu kata talak atau cerai dari Yanto, sekarang Sri tidak ingin kembali mengulang hal yang sama Pak RT, sekarang Sri hanya meminta Yanto untuk menceraikan Sri, " ucap Sri dihadapan orang banyak.


Para saksi musyawarah riuh mendengar kejelasan Sri, mereka membenarkan keputusan yang Sri ambil.


"jadi bagaimana Yanto, apakah kamu menerima keputusan Sri? " tanya Pak RT.


"Yanto pun terdiam. "


Ia mengakui hal yang dia perbuat selama ini salah kepada Sri.


Hati Sri sangat senang mendengar ucapan Yanto, sekarang Sri sudah resmi bercerai dan tinggal mengurus semua surat-surat cerainya di Pengadilan Agama.


Mas David dan Paman Pur pun ikut bahagia, karena masalah Sri sekarang sudah diselesaikan dengan baik.


Ibu Sri pun memeluk anaknya, ia merasa sekarang anaknya ini sudah tambah dewasa karena bisa mengambil keputusan besar dalam hidupnya dan tidak takut lagi untuk mengambil keputusan.


Semua orang pun kembali pulang kerumahnya masing-masing karena keputusan dari masalah ini sudah selesai dan diharapkan Paman Pur dan Yanto tidak berbuat masalah lagi kepada Sri dan keluarganya.


"maafkan semua kesalahan aku ya Sri," ucap Yanto sambil mengarahkan tangannya untuk bersalaman kepada Sri.


"iya Yanto,mungkin inilah jalan nasib kita, " ucap Sri sambil bersalaman kepada Yanto.


Lalu Sri pun pulang bersama Mas David beriringan dan juga ibu serta Paman Herman.


...----------------...

__ADS_1


karena Mas David baru pertama kali datang ke kampung Sri, Mas David pun mengambil kesempatan untuk pergi jalan-jalan bersama Sri, dan dengan kedua adik Sri, sebenarnya Mas David ingin mengajak Ibunya Sri tapi Ibu Sri harus menjaga Suaminya di rumah selama anak-anaknya pergi,


Adik-adik Sri sangat senang karena naik mobil bagus dan pergi untuk jalan-jalan.


"asik... Kita mau jalan-jalan kemana ini Kak Sri? " tanya adiknya yang bernama adit, adit adalah anak kedua yang umurnya sudah sekitar 13tahun.


Adit begitu senang karena selama ini ia hanya pergi ke sekolah dan pulang ke rumah, ia tidak pernah bermain seperti anak-anak seusianya, sepulang sekolah ia langsung menjaga Ayahnya dan membersihkan rumah membantu Ibunya walau pun ia anak lelaki.


Sedangkan Habibi adalah anak terakhir usianya sekitar 10 tahun, ia pun juga sama seperti Adit, tidak pernah pergi bermain dan sepulang sekolah langsung pulang dan membantu Adit di rumah.


David merasa kagum dengan kelurga ini karena mereka mengerti dengan kesusahan yang diterima oleh keluarganya dan serta tidak pernah menuntut apa-apa kepada orang tuanya.


David mampir disebuah toko baju, dan membelikan Adit dan Habibi baju baru. David merasa baju yang mereka gunakan sudah sangat kusam dan buruk.


"silahkan kalian pilih baju mana yang kalian suka, " ucap david saat berada di toko baju kepada Adit dan Habibi.


"yang benar Kak David," ucap Habibi yang sangat senang.


David yang melihat keceriaan mereka berdua pun ikut senang dan sedikit terharu kepada Adit dan Habibi karena ia memilih untuk membeli baju seragam sekolah saja.


"Kak David Adit dan Habibi boleh membeli ini saja ya? " ucap Adit dan Habibi sambil memegang baju seragam biru putih dan baju merah putihnya.


"loh kenapa jadi memilih baju seragam? " tanya David kepada Adit dan Habibi.


"iya Kak baju seragam kami sudah sangat jelek dan berlubang, " ucap Habibi.


Sri yang mendengar dan memperhatikan Adik-adiknya juga merasakan bahwa selama ini adiknya hanya diberi baju bekas dari tetangganya dan Habibi memakai baju bekas dari Adit waktu SD.


David pun lalu membelikan beberapa baju baru untuk Adit dan Habibi, serta baju seragam yang mereka minta tadi.


"terimakasih Kak David," ucap Adit dan Habibi saat menerima bungkusan baju mereka masing-masing.


"terima kasih banyak Mas David, " ucap Sri dengan senyumnya karena sudah membahagiakan adik-adiknya.

__ADS_1


__ADS_2