
Setelah memuntahkan seteguk darah segar Yulong dan Jayana tidak sadarkan diri setelah beberapa lama akhirnya mereka berdua siuman yang mereka ingat tadi denitian mereka hancur berkeping keping di sebabkan oleh Xinyo Zue membuat Jayana menjadi marah besar.
"Apa yang kau lakukan "ucap Jayana dengan sangat marah.
"Aku tidak melakukan apa apa pulanglah ke kerajaan kalian masing masing atau akan ku paksa kedua ayah kalian menjemput kalian kalau kalian tidak mau mati konyol di sini"ucap Xinyo dengan nada bicara yang sangat serius karna ia sudah muak melihat tingkah kedua adiknya itu.
"Tidak kami tidak mau pulang kekerajaan kami mau di sini saja bersama denganmu mari kita buat lembaran yang baru"ucap Jayana ia tak mau jika pulang ke kerajaan Black Moon begitu juga Yulong Jayana akan kehilangan semua harta benda yang ia miliki karna Kerajaan Black Moon sudah hancur berkeping keping di tangan Kerajaan Bintang timur Kakanya bisa hidup enak akan tetapi ia akan menjadi gembel Raja Chang Ang Zeu kini berada di klan Zue ia berusaha mencari tau tentang keberadaan putri kesayangannya namun hasilnya nihil.
"Pulanglah Tuan Putri ayah mu sedang kawatir padamu dan aku tidak sudi bila harus hidup bersama sampah seperti kalian"ucap
Xinyo yang mengatakan apa adanya dengan tatapan yang datar.
__ADS_1
"Sampah katamu"ucap Yulong dengan sangat marah.
"Iya SAMPAH"ucap Xinyo Zue dengan mengulang kata katanya dengan penuh penekanan yang sangat kuat.
"Kami ini saudaramu mengapa kau bisa bilang kami berdua sebagai sampah"ucap Yulong yang masi tak terima bila dirinya di sebut sebagai sampah oleh kakak laki lakinya sendiri.
"Aku merasa tak memiliki saudara yang egonya lebih tinggi dari pada kasih sayangnya apakah itu masih bisa di sebut saudara mikir makanya makai logika bukan dengan kekuatan dan kalian berdua terlalu banyak omong kosong akau akan memanggil kedua ayah kalian sekarang juga RAJA ANZI BI DAN RAJA CHANG ANG datang dan jemput kedua anak kalian sekarang"ucap Xinyo yang menggunakan aura penguasa yang ia dapat di dalam buku mawar hitam.
"Ayah"ucap Yulong dan Jayana secara serempak mereka memasang muka sedih dan berpura pura lemah biar kedua ayah dari mereka memarahi Xinyo Zue.
"Xinyo"Ucap Raja Chang Ang Zue dengan sedih di campur emosi yang sangat tersulut.
__ADS_1
"Pangeran Xinyo"ucap Raja Anzi Bi yang ikut terkejut beraninya kedua anaknya menyinggung seorang Xinyo anak dari Raja kerajaan tertinggi yaitu Yang Mulia Raja Razar Zue.
"Kau kemana saja Xinyo ayah mencarimu dan dalam peperangan kemarin mengapa kau tidak datang nak ayah kalah ini gara gara kau"ucap Raja Chang Ang Zue yang malah menyalahkan Xinyo dalam keegoisannya sendiri.
"Mengapa aku harus peduli dengan keegoisan ayah yang lebih mementingkan kekuasaan dari pada anak anknya bawa pulang mereka berdua saya sudah muak melihat tingkah laku mereka"ucap Xinyo dengan penuh penekanan ia mengatakan hal seperti itu agar tidak terjadi kerusuhan di masa depan.
"Ayah denitian kami berdua sudah di hancurkan olehnya sampai berkeping keping"ucap Jayana yang masih memuntahkan seteguk darah,melihat anaknya seperti itu membuat kedua pria tua itu ingin menghajar Xinyo Zue akan tetapi Raja Anzi Bi mengurungkan niatnya yang berhasil menodongkan pedang adalah Raja Chang Ang.
"Ayah mengapa kau diam saja pukul dia ayah"ucap Yulong pada ayahnya namun Raja Anzi Bi hanya mematung saja.
"Dia bukan anak kandung dari Raja Chang Ang jadi ayah tidak berani menyinggung nya karna ia anak dari kerajaan tertinggi di lapisan dunia lain"ucap Raja Anzi Bi yang berbisik pada Yulong hal itu membuat Yulong merasa sangat terkejut ternyata Xinyo bukan kakak kandung maupun kakak tirinya melainkan anak orang lain.
__ADS_1
hay aku datang membawa episode yang tidak seberapa bagus sih tapi kalian jangan lupa vote komen share gift semua hadiah like dan follow ya trimakasih happy enjoy and happy reading gays