
Setelah itu pagi pun tiba tapi seperti biasa keempat kakak beradik itu enggan bangun dari tempat tidurnya yang nyenyak saat cahaya matahari mulai merambat masuk kedalam masimg masing lalu mengenal mata mereka marilah mereka bangun dari tidur lelapnya dan meninggalkan mimpi indah mereka saat ini mereka sudah bangun dan memposisikan dirinya untuk duduk setelah lima menit mengumpulkan nyawa lalu mereka beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan dirin mereka masing masing setelah selesai mandi mereka keluar kamar dan menuju meja makan lalu Jayana pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk mereka semua nanti.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya sarapan pun jadi Jayana menyiapkan tumis wortel dan brokoli,daging asap pedas manis,empat milk shake,dan pudding untuk makanan penutup.
"Selamat pagi semua aku menyiapkan ini untuk kalian maaf kalau cuman segini"ucap Jayana dengan menundukkan kepalanya sebagai tanda bersalah nya lada mereka bertiga.
"Tak apa jie jie kami sangat senang kau bisa masak lagi"ucap Ara yang menyemangati Jayana agar tidak sedih dan mereka tak mempermasalahkan Jayana masak hanya sedikit menurut mereka ini sudah cukup.
__ADS_1
"Ia Yana kau tak perlu bersedih ini sudah cukup kalau gitu ayo kembali ke kursi mu lalu makan bersama"ucap Xinyo yang menyuru Jayana untuk kembali ke tempat duduknya namun Jayana tak tak kunjung beranjak dari tempatnya ia berdiri tadi Xinyo pun melihat kearah Jayana dengan perasaan panik akankah Jayana di rasuki lagi arghh merepotkan saja hahah.
"Mereka sudah kembali....... mereka sudah kembali......mereka sudah kembali cepat balaskan dendamku terhadap mereka ku mohon agar aku bisa tenang bantu lah dia untuk membalas kan dendamku"ucap Jayanan yang awalnya pelan berubah menjadi marah dan menangis lalu Jayana mendongakkan Kepalanya keatas matanya berubah menjadi merah darah yang pekat lalu ia pergi keluar untuk membalaskan dendam dari kakek yang pernah di bakar hidup hidup oleh sekte Ular Putih.
"Kau mau pergi kemana siapa yang datang dan dendam apa?"tanya Xinyo yang bingung dengan oa yang di katakan oleh Jayana mungkin ia lupa dengan jepit rambut itu tanpa menjawab pertanyaan dari Xinyo Jayana lari ke kamar lalu mengambil jepit rambut dari lacinya dan menunjukkannya ke arah Xinyo.
Xinyo pun yang langsung paham dengan itu langsung menganggukkan kepalanya lalu mereka keluar dari kamar Jayana dan mencari keberadaan sekte Ular Putih itu untuk meluluh lantahkan sekte itu dan di kenang sebagai sekte terkejam di seluruh alam dan Xinyo akanembuatkan musium untuk Sekte itu nantinya saat ini mereka berdua sudah tiba di sebuah pasar tempat kakek kakek itu pernah di bakar lalu Jayana dan Xinyo menunggu saat keluarga Sekte ular putih itu datang berkunjung kepasar dan mencari target baru untuk di musnahkan.
__ADS_1
Lalu sukma dari Jayana menemukan lokasi di mana Sekte Ular Putih itu berada mereka sedang mengacau di sebuah kedai daging sapi mentah karna penjual daging itu tak mau memberilan umpeti yang mereka minta karna sekte ini sudah meresahkan di berbagai kerajaan termasuk kerajaan Mentari Sang Raja pun meminta bebetapa Jendral untuk menangkap Sekte itu namun mereka asal kembali ke kekerajaan mereka babak belur dan luka yang sangat parah Sukma Jayana pun langsung memberi tau pada raganya.
Bahwa mereka sedang mengacau di sana tanpa basa basi Raga Jayana yang di rasuki oleh iblis yang menyerupai kakek kakek itu pun pergi ke toko daging sapi mentah itu dan memberi pelajaran untuk mereka Xinyo mengikuti Jayana dari belakang untuk berjaga jaga setelah sampai di depan kedai daging sapi mentah itu Jayana menggerakkan meja di hadapan para orang dari Sekte Ular Putih itu membuat mereka terkejut tentang perlakuan yang di tunjukkan oleh Jayana.
"Hei bocah ingusan berani sekali kau menggeprak meja di hadapan kami"bentak salah satu anggota dari Sekte Ular Putih itu Jayana tak mempedulikan tentang apa yang di bicarakan oleh pria gila itu seram itu Jayana kembali menganggat meja dan menjatuhkanya di hadapan mereka semua.
Semua orang yang berlalu lalang pun melihat apa yang di lakukan Gadis seperti Jayana yang berani menentang Anggota Sekte Ular Putih setelah itu Jayana masuk kedalam dan menarik kerah baju milik ketua dari Sekte itu yang membuat semua orang tercengang dengan apa yang di lakukan oleh Jayana.
__ADS_1
"Cih.lepaskan ku bocah ingusan kau tak pantas memperlakukan orang paling di takuti do seluruh alam dunia bawah ini"ucap Ketua itu dengan menyombongkan dirinya yang sudah di ujung kematian saat ini.
*Hay semua maaf ya cuman segini besok crazy up deh kalau sempet heheh besok Saudara Author datang terus minggunya mau liburan kalau gak sempet di usahain deh kalian jangan lupa follow bagi yang belum like like like komen buat ninggalin jejak rate bintang lima vote sebanyak banyaknya share juga terus gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and happy reading gayssss