Pangeran Kegelapan.

Pangeran Kegelapan.
PUTRA MAHKOTA IZ Mu


__ADS_3

Setelah mereka meninggalkan Xinyo Zue dan Putra Mahkota Iz Mu dengan segera Xinyo menyuruh Putra Mahkota Iz Mu untuk keluar dari tempat persembunyiannya dan mengatakan bahwa mereka dalam keadaan aman saat ini setelah keluar dari tempat persembunyian Putra Mahkota Iz Mu pun berterima kasih karna telah me n yelamatkan hidupnya Putra Mahkota Iz Mu pun bertanya untuk apa Xinyo berada di hutan ini.


"Kalau boleh saya tau anda sedang apa anda di sekitar sini"tanya Putra Mahkota Iz Mu dengan sangat sopan dan hati hati karna ia takut menyinggung Xinyo Zue yang telah membantu dan menyelamatkan hidupnya.


"Saya sedang menempuh perjalanan yang cukup jauh untuk berada di Desa Ancair jadi saya beristirahat di atas pohon sana dan melanjutkan perjalanan besok pagi"ucap Xinyo dengan jujur karna tak ada salahnya ia menceritakan sedikit dari perjalanan nya siapa tau Putra Mahkota Iz Mu dapat memberitahu dimana lokasi itu berada sekarang.


Setelah mereka berjalan cukup jauh dan meninggalkan hutan itu sekarang Xinyo dan Putra mahkota Iz Mu sudah berada di gerbang perbatasan antara hutan Ying Mu dan gerbang kerajaan Yang mu para penjaga gerbang itu membungkuk hormat kepada Putra Mahkota Iz Mu karna Putra mahkota Iz Mu memiliki hati yang sangat baik dan ramah kesemua orang yang ada di sana.


Penjaga gerbang itu menghentikan langkah Xinyo dan meminta token identitas bagaimana pun peraturan yang ada di kerajaan wajib di patuhi mau ia teman Putra Mahkota atau teman Raja sekalipun harus menunjukkan token identitas lalu Xinyo mengeluarkan token yang berwarna hitam legam karna itu satu satubya token yang ia punya saat berada Di Kerajaan Black Moon entah apa yang terjadi dengan Kerajaan itu sekarang.Penjaga itu memegang token milik Xinyo dengan tangan yang gemetaran dan segera mempersilahkan Xinyo masuk kedalam Kerajaan Yang Mu setelah di perboleh masuk Xinyo pun ingin berjalan jalan di pasar dan mencari tempat menginap namun hal itu tidak diizinkan oleh Putra Mahkota Iz Mu karna beliau meminta Xinyo untuk menginap di Kerajaan saja karna ia lutra tunggal jadi ia sangat bosan bila harus tidur sendiri.


"Mari saya antar menuju Istana Tuan"ucap Putra Mahkota Iz Mu dengan sopan sembari mengajak Xinyo yang masih kagum dengan kemakmuran negri yang satu ini.


"Saya ingin berjalan jalan di sini dan saya harus mencari tempat penginapan untuk malam ini "ucap Xinyo yang masih melihat kesana kemari entah apa yang ia cari rakyat yang berlalu lalang pun melihat kearah Pemuda asing yang melintasi desa mereka bersama Putra Mahkota Iz Mu yang sangat baik dan tampan itu.


"Apakah mereka memperhatikan kita terutama para gadis gadis itu"ucap Xinyo yang ingin tertawa kerna melihat tingakah aneh para gadis gadis yang ada di sana.

__ADS_1


"Entahlah saya sangat jarang datang kesini mungkin mereka memperhatikanmu"ucap Putra Mahkota Iz Mu yang sedang mengeledek Xinyo Zue denga tawa kecil yang menghiasi wajah tampan ya.Xinyo hanya menatap Putra Mahkota Iz Mu dengan tatapan malas dan hampir saja Xinyo memukul kepala dari Putra Mahkota Iz Mu untung saja ia bisa menahan emosinya.


Lalu sampailah mereka berdua di pintu gerbang masuk Istana para prajurit pun membukakan pintu gerbang dengan sangat lebar karna Putra Mahkota kembali dengan selamat.


"Syukurlah anda kembali Yang Mulia Putra Mahkota"ucap penjaga gerbang masuk Istana dengan perasaan lega karna calon Raja mereka telah pulang dalam keadaan selamat.


Mereka berdua masuk dengan berjalan santai dan sudah sampai di aula utama tempat biasanya Sang Raja duduk di singgasananya dan saat ini Raja sedang di dalam ruang kerjanya dan para pelayan sibuk dengan urusan mereka masing masing mereka tidak tau tentang Putra Mahkota Iz Mu yang hampir di culik oleh pihak musuh.


"Permisi di mana Ayah saya"ucap Putra Mahkota Iz Mu dengan sopan kepada pelatan wanita yang terlihat lebih tua daripada dirinya.


Tok tok tok tok


Ruang kerja Raja Yuang Mu yang di ketuk oleh Putra Mahkota Iz Mu karna ia telah sampai di depan pintu ruang kerja ayahnya lalu ia mengetuk dengan sedikit kuat setelah mendapat izin barulah mereka berdua masuk kedalam ruang kerja Raja Yuang Mu.


"Salam saya pada Yang Mulia Raja Yuang Mu saya Putra Mahkota Iz Mu telah kembali dengan selamat."ucap Putra Mahkota Iz Mu yang memberi salam kepada sang ayah dan memberi tahu bahwa dirinya telah kembali dalam keadaan selamat.

__ADS_1


"Ku terima salammu dan siapa yang ada di sampingmu itu?"tanya Raja Yuang Mu dengan tatapan penuh selidik mungkin ini mata mata yang di kirimkan oleh pihak musuh untuk memberi informasi mengenai Kerajaan Yang Mu.


"Salam saya pada Yang Mulia Yuang Mu saya Xinyo Zue"ucapXinyo Zue yang memeperkenalkan dirinya dengan sedikit membungkukkan badanya sebagai tanda hormat.


"Ia yang telah membantu saya pulang dengan selamat berkat Tuan Xinyo Zue saya bisa sampai di sini kalau tidak ada mungkin kalian tidak miliki anak lagi"ucap Putra Mahkota dengan tatapan sedikit dingin yang ia lontarkan pada sang ayah mungkin kalau tidak ada Xinyo yang sedang tertidur bisa saja Kerajaan Yang Mu akan berduka seumur hidup dengan adanya kematian Putra Mahkota satu satunya yang mereka punya di dunia ini.


"Maksud anda tadi anda di kejar oleh pihak musuh?"tanya Raja Yuang Mu dengan emosi yang sudah meluap luap karna pihak musuh sudah bertindak sejauh ini dan hampir melukai putra kesayangannya.


"Saya tidak tau pasti yang jelas mereka memiliki penanda di bagian pergelangan tangan dengan gambar Cacing atau ular aku tidak tau pasti ayah dan aku sangat mengantuk saat ini jadi jangan banyak bertanya dulu ya ayah"ucap Putra Mahkota yang dengan santai dan diselingi gelak tawanya karna ia tak mau membuat suasana memanas di ruang kerja sang Ayah.


"Dan untuk malam ini Tuan muda Xinyo akan menginap dan besok ia akan menempuh perjalanan yang cukup jauh ayah"ucap Putra Mahkota yang langsung menarik tangan Xinyo dan meninggalkan ayahnya yang belum mengatakan apa apa Raja Yuang Mu hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya saja melihat tingkah dari sang Putra yang semakin menginjak dewasa.


"Kuharap kaya bisa terus seperti ini anakku"ucap Raja Yuang Mu dengan tiba tiba air mata jatuh dan membasahi pipinya dengan segera ia mengusapnya dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat sedikit tertunda tadi.


*Halo aku kembali jangan lupa follow bagi yang belum like like like komen buat ninggalin jejak rate bintang lima share juga bagi yang belum vote sebanyak banyaknya gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and then happy reading gays .

__ADS_1


__ADS_2