
Setelah itu sesampainya Xinyo di depan kamar Putra Mahkota Iz Mu Xinyo meminta kamar terpisah dan ia tak mau satu kamar dengan Putra Mahkota Iz Mu Putra Mahkota Iz Mu habya menatap Xinyo dengan datar karna si dalam kamar Putra Mahkota Iz Mu terdapat dua kasur yang terpisah dan di dalam sana juga ada pintu lagi untuk menuju kasurnya.
"Kau tak perlu khawatir tentang itu masuk dan lihatlah "ucap Putra Mahkota dengan nada datar yang ia ajukan pada Xinyo.Xinyo pun hanya masuk dan menuruti perkataan Putrra Mahkota Iz Mu setelah masuk Xinyo di buat tercengang mengapa di balik pintu ada pintu lagi Xinyo pun manatap Putra Mahkota Iz Mu dengan kebingungan yang melanda otaknya seketika membuat Putra Mahkota Iz Mu yang tertawa sedikit hampir pecah di buat Xinyo Zue karma tatapan polosnya itu.
"Jadi maukah anda menjelaskan nya pada saya Putra Mahkota Iz Mu"ucap Xinyo dengan adanya penekanan di akhir kalimat yang ia ucapkan.
Putra Mahkota Iz Mu pun mengambil nafas berat ia akan menceritakan bagaimana kamarnya ada dua pintu lagi seketika raut wajah Putra Mahkota Iz Mu berubah menjadi sedih entah apa yang pernah terjadi di sini.
"Dulu ada Pangeran lain selain saya dia adik saya namun karna ia mengidap penyakit yang sangat keras dan tidak ada satu tabib pun yang bisa menyembuhkan nya jadi ia meninggal dan dulunya dia tidur di bagian kiri sana saya sangat kehilangan sosok adik namun saat saya melihat anda saya rasa kembali mempunyai saudara"ucap Putra Mahkota Iz Mu dengan senyum tipis yang ia sedikit paksakan mendengar dari apa yang di cerikanya Putra Mahkota Iz Mu membuat pemuda itu merasa bersalah karna sudahembuat Putra Mahkota Iz Mu menjadi sedih namun itu tidak menjadi masalah buat nya.
"Saya sangat berkenan menjadi saudara anda namun perjalanan saya masih panjang dan saya tidak mau hanya menetap di satu jalan saya harus mencari jalan lainya agar saya bisa menemukan jati diri saya sebenarnya" ucap Xinyo Zue yang memeluk Putra Mahkota Iz Mu sebentar karna waktu sudah sangat malam akhirnya mereka memutuskan untuk masuk kedalam kamar dan membersihkan diri mereka masing masing setelah selesai mereka merebahkan diri mereka ke kasur dan mencari posisi untuk tidur namun sebelum tidur Xinyo teringat sesuatu mengapa para pelayan wanita terlihat sangat sibuk?.
"Putra Mahkota apakah kau sudah tidur?"tanya Xinyo dari balik dinding yang tidak kedap suara jadi ia bisa menanyakan sesuatu pada Sang Putra Mahkota.
__ADS_1
"Belum ada apa?"tanya Putra Mahkota yang ternyata masi memegang sebuah buku di tangannya kalau mau tidur biasa nya beliau membaca tidur duku baru bisa tidur.
"Mengapa saat ini pelayan wanita sangat sibuk apakah besok ada acara?"tanya Xinyo Zue dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.
"Besok ada tamu yang akan datang jadi mereka sibuk memasak untuk mereka sudah lah ayo tidur "ucap Putra Mahkota Iz Mu yang langsung menutup pembicaraan dan bersiap untuk tidur namun tidak dengan Xinyo ia merasakan yang aneh akan datang besok pagi ia juga harus tidur untuk menyaksikan kejutan yang akan datang besok harinya.
Malam yang singkat telah di gantikan oleh pagi yang berkepanjangan kini Putra Mahkota Iz Mu dan Xinyo masi terlelap dalam tidurnya karna mereka enggan untuk membuka mata hingga akhirnya ada seorang,pelayan wanita datang membamgunkan keduanya.
suara ketukan pintu yang sedikit kencang namun sangat berisik di telinga keduanya akhirnya Xinyo bangun dan memposisikan dirinya untuk duduk lalu setelah lima menit ia pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah selesai mandi pelayan wanita itu masi mengetuk pintu utama kamar Putra Mahkota Iz Mu dengan lebih sedikit lagi lebih kuat.
"Putra Mahkota
Tuan muda ayo bangun kalian sudah di tunggu oleh Yang Mulia Raja Yuang Mu."ucap pelayan wanita itu yang hampir menyerah namun Xinyo segera membukakan pintu dan bilang kalau mereka akan kesana lima menit lagi pelayan wanita itu menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia paham lalu.Xinyo beralih kepintu yang satunya untuk membangunkan Putra Mahkota dengan segera Xinyo mendobrak pintu itu dengan nada yang datar dan menendang tubuh Putra Mahkota hingga ia terjatuh kebawah lantai.
__ADS_1
"Hey bangunlah kalau tidak ayahmu akan mengirimkan pasukan untuk membuat mu bangun"ucap Xinyo yang berbisik di telinga Putra Mahkota dengan segera pemuda itu bangun dan menatap Xinyo dengan tatapan kesal mengapa ia membangunkannya begitu kasar lalu Xinyo pergi dengan santai tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.Pemuda itu berjalan jalan di taman belakang Istana Yang Mu untuk menenangkan pikiran nya lalu ada pelayan wanita yang memberi tahu bahwa saat ini Putra Mahkota sudah berada di aula utama Xinyo pun segera pergi ke Aula utama untuk melihat tamu seperti apa yang akan datang namun saat Xinyo sudah berada di sana belum ada satu tamu pun yang datang Xinyo mengarahkan matanya kesemua sudut Istana dan ia berhasil menemukan Putra Mahkota Iz Mu.
Putra Mahkota Iz Mu pun melihat kearah Xinyo yang sedang kebingungan dan Putra Mahkota segera memanggil Xinyo untuk segera duduk di dekatnya Xinyo pun mendekat dan duduk di samping kanan Putra Mahkota setelah menunggu beberapa saat akhirnya Yang Mulia Raja Yuang Mu masuk kedalam aula utama dengan teriakan keras dari para prajurit.
"Yang Mulia Raja Yuang Mu memasuki Aula utama "ucap prajurit penjaga pintu aula utama dengan membunyikan gendang besar tanda bahwa Raja mereka memasuki suatu tempat lalu muncullah sosok Raja yang agung di Istananya saat ini Ratu Yiang Mu sedang berada di Kerajaan Lain untuk menjalin kerjasama yang sangat besar besok ia akan pulang dari sana.Setelah sang Raja sudah duduk di singgasananya Raja pun memanggil tamu yang datang ke Istanya untuk berkunjung Raja juga tak seberapa untuk mengenali wajah mereka karna mereka ya tidak di undang lalu ada sepasang suami istri dan satu orang Nona Muda kalau di lihat lihat dari penampilanya mereka adalah salah satu keluarga bangsawan yang tinggal di bawah naungan Kerajaan Yang Mu.Setelah itu sang Putri datang dan mengarahkan pandangannya keseluruh sudut Istana dan ia menemukan Putra Mahkota dan pemuda yang cukup tampan berada di sampingnya lalu ia berlari dan sengaja menjatuhkan tubuhnya di pangkuan Putra Mahkota dengan segera mereka semua terkejut dengan apa yang di lakukan Nona gila itu.
"Apakah anda tidak papa Nona"ucap Putra Mahkota dengan tatapan datar karna ia tak tertarik pada kecantikan yang ada pada Misu anak dari kedua tamu Raja Yuang Mu.
"Ah maaf saya tidak sengaja"ucap Misu yang belum bangun dari pangkuan Putra Mahkota Iz Mu dengan segera Xinyo batuk untuk memberikan isyarat dan Putra Mahkota Iz Mu segera menjatuhkan tubuh Misu kelantai gadis itu meringis kesakitan karna Putra Mahkota yang sangat kasar padanya.
MAAF YA TELAT HIHI
*Halo aku kembali jangan lupa follow bagi yang belum like like like komen buat ninggalin jejak rate bintang lima share juga bagi yang belum vote sebanyak banyaknya gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and then happy reading gays
__ADS_1