Pangeran Kegelapan.

Pangeran Kegelapan.
DESA SABIT


__ADS_3

Setelah itu Xinyo Zue kembali melanjutkan perjalanannya untuk bertemu dengan kakek Muezulo sebelum ia melanjutkan perjalanan ia mengambil satu buah apel untuk ia makan nanti di perjalanan sambil memakan sebuah apel ia berjalan menuju daerah terpencil yang ada di sana ternyata di sana ada desa yang bernama Desa Sabit.Xinyo pun memberanikan dirinya untuk masuk kedalam karna ia mengikuti kata hatinya bahwa di sana ia akan mendapat informasi dan juga kejutan yang seru.


Xinyo pun berjalan masuk dan melihat ke sekelilingnya para penduduk yang ada di sana sangat tak menyukai kehadiran Xinyo Zue di desa itu dan pakaian yang di pakai Xinyo juga terlihat sangat aneh apakah ia penduduk baru di desa ini banyak yang menatap dengan tatapan sinis namun Xinyo tamk memperdulikan hal itu ia pun jalan kembali sambil melihat lihat ada apa yang ada di desa tersebut mengapa desa tersebut bisa memiliki aura semencekam ini?.


"Permisi bibi apakah saya boleh bertanya?."tanya Xinyo Zue pada wanita paruh baya yang sangat ramah kepada Xinyo Zue di antara mereka cuma tiga sampai empat orang saja yang masih memiliki akal sehat yang baik dan tidak ceroboh dalam mengambil keputusan.


"Kau mau bertanya tentang apa anak muda saya akan menjawab bila saya tau"ucap wanita paruh baya itu yang tersenyum lebar di hadapan Xinyo Zue.


"Ada apa dengan desa ini apakah ada seseorang yang mengunci desa ini?"tanya Xinyo Zue yang mencoba menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi di desa ini mendengar pertanyaan dari Xinyo Zue membuat wanita paruh baya itu sedikit terkejut dengan apa yang terjadi bagaimana bisa pemuda asing ini tau kalau desa mereka sedang di kunci seseorang agar rakyat nya tak memberontak saat penumbalan itu di lakukan.


"Apakah kau tau bagaimana kau bisa tau tolong selamat kan kami jika kau bisa nak tolong"ucap wanita paruh baya itu dengan tatapan sedih ia meminta pertolongan dari beberapa kultivator tingkat tinggi untuk menyelesaikannya namun mereka gagal dan memilih untuk tidak melanjutkanya.

__ADS_1


"Saya tidak yakin itu akan berhasil tapi bagaimana ceritanya desa ini akan menjadi penumbalan Dewi Ular?.Apakah ada warga di sini yang sudah bersekutu denganya?"tanya Xinyo yang sedikit ragu jika untuk melawan Dewi Ular namun nama Dewi Ular tidak masuk kealam Dewa Dewi.


"Dulu ada seseorang bangsawan yang tinggal tak jauh dari desa ini ia mau menjadi lebih kaya lagi karna seluruh keluarganya sudah menjadi tumbal oleh sebab itu ia berencana menumbalkan kami yang ada di Desa ini ada dari kami yang memberontak ada juga yang sudah pasrah dengan takdir karna kami belum siap maka. Dewi Ular mengunci desa kami sewaktu waktu dia mau meminta kami maka ia akan menyuruh anak buahnya untuk mengambil satu persatu dari kami"jelas wanita paruh baya itu dengan tatapan sendu dan bergelimangan airmata lalu Xinyo meminta wanita paruh bawa itu mengatakan di mana tempat tinggal anak Bangsawan itu dan di mana Dewi Ular itu berada.Wanita paru baya itu memberi tau lokasi anak Bangsawan itu dan memberi tau lokasi Dewi Ular itu berada setelah mendapat informasi Xinyo pun bergegas untuk pergi dan ia tak memperdulikan tentang orang orang yang yang menatapnya dengan sinis dan membicarakanya di belakang.


Xinyo pun sampai di tujuan utama yaitu tempat tinggal seirang Anak bangsawan yang sangat kaya istana yang berlapis emas serta pilar pilar tinggi yang menjulang Xinyo pun masuk kedalam namun di hadang oleh prajurit penjaga gerbang karna orang asing di larang masuk saat ini Raja Baru mereka tengah pusing karna memikirkan rakyatnya.


"Kalau Raja baru kalian memikirkan rakyatnya tak mungkin ia menumbalkan Rakyatnya sendiri demi kepentingan pribadi "ucap Xinyo dengan senyuman miring yang mengerikan keluar dari bibirnya dan menghiasi wajahnya.


"Salam saya pada Raja Amor"ucap prajurit penjaga pintu utama dengan membungkukkan badanya sedikit tanda ia hormat kepada pemimpin barunya itu walaupun sedikit tak suka mau tidak mau ia harus bekerja karna anak dan istrinya juga butuh asupan.


"Ada apa di gerbang utama apa ada yang membuat kekacauan? "tanya Raja Amor ia langsung saja pergi ke gerbang utama dan melihat sendiri kekacauan seperti apa yang di buat Xinyo Zue.

__ADS_1


Setalah sampai depan gerbang utama tampaklah sosok Pemuda asingd engan paras yang cukup tampan di hadapan semua anggota Kerajaan mereka cukup terkejut siapa pemuda asing yang mencoba untuk meluluh lantahkan Kerajaan Amorio dengan geram sang Raja memerintahkan sepuluh pasukanya untuk menyerang Xinyo.Dengan sigap Xinyo Zue mengeluarkan pedang miliknya yang berwarna biru muda yang di lapisi dengan elemen es tingkat tinggi lalu menebas habis seouluh pasukan yang di perintahkan oleh Raja mereka karna tak terima Raja Amor mengeluarkan pedangnya yang ada ukiran Dewi Ular di gagang pedangnya lalu padang milik Xinyo dan pedang milik Raja Amor bertemu satu sama lain hingga menciptakan dentingan pedang yang cukup nyaring dan energi yang besar sehingga kebanyakan dari mereka pingsan karna tak dapat menahan energi yang besar.


"Katakan apa tujuanmu datang ketempat ini"ucap Raja Amor yang masih mengayunkan pedangnya untuk melawan Xinyo Zue karna tak mau kalah Xinyo Zue mempercepat gerakanya hingga sang Raja kewalahan dalam menghadapi Xinyo Zue.


"Cepat kau penguncian Desa Sabit sekarang apakah kau tak tau saat ini mereka sedang menderita karna ulahmu"ucap Xinyo yang masih mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi.


"Cih mengapa aku harus memperdulikan mereka biar saja mereka menjadi santapan Dewi Ular dan aku akan menjadi orang terkaya di Desa ini"ucap Raja Amor dengan angkuhnya karna muak dengan wajah dari Raja itu Xinyo merapalkan sebuah mantra sihir kuno dan mempertebal lapisan es milik pedangnya dan seketika tubuh dari sang Raja membeku karna Xinyo menghunuskan pedangnya tepat ke jantung sang Raja lalu Xinyo hendak menghancurkan tubuh sang Raja tapi ada seorang wanita yang meminta belas kasih pada Xinyo Zue.


"Tolong ampuni suami saya jangan hancurkan jiwanya kalau tidak ia takan bisa beringkarnasi kembali tolong jangan ampuni dia"ucap wanita itu ia bersujud di bawah kaki Xinyo Zue dan airmata mengalir dengan deras membahasi pipinya namun sudah terlambat dan Xinyo menghancurkan tubuh dari sang Raja dan membakar seluruh isi dari Kerajaan tersebut dan Kerajaan tersebut hanya tinggal kenangan yang tak perlu untuk diingat sama sekali.Setelah itu Sinyo melanjutkan perjalanan nya menuju hutan tempat tinggal dari Dewi Ular.


*Halo semua apa kabar semoga dalam lindunganya ya kalian jangan lupa follow bagi yang belum like like komen buat ninggalin jejak share keseluruh temen temen kalian vote yang banyak gift hadiah yang kalian punya rate bintang lima happy enjoy and then happy reading gayssss

__ADS_1


__ADS_2