Pangeran Kegelapan.

Pangeran Kegelapan.
PINGSAN


__ADS_3

Lalu setelah selesai makan malam mereka beranjak pergi dari tempat duduknya Jayana yang hendak membersihkan meja makan tiba tiba merasa sangat pusing dan sakit di bagian belakang kepalanya namun ia tak mau terlihat lemah di hadapan kakaknya.


"Mengapa kepalaku terasa sakit sekali"ucap Jayana yang terus saja memegangi kepalanya.


"Kau sakit apa perlu ku bantu "ucap Xinyo yang menawarkan bantuan untuk membantu Jayana.


"Tidak perlu kau kembali saja ke kamar bersama dengan mereka aku akan membersihkan sisanya baru aku akan kembali ke kamar"ucap Jayana yang menolak bantuan dari Xinyo dengan hus dan senyum indah di wajahnya.

__ADS_1


Lalu Xinyo pergi dari sana dan kembali kekamarnya untuk merebahkan diri di kasur yang empuk dan nyaman karna merasa sangat lelah atas kejadian aneh yang mereka lalui tadi jadi ia memutuskan untuk tidur sejenak saat Jayana mau mengantar piring kotor ke dapur ia tak sengaja pingsan dan memecahkan piring yang ia bawa mendengar ada suara piring pecah membuat mereka bertiga khawatir dan langsung melesat ke dapur mereka melihat Jayana yang sudah tergeletak tak berdaya langsung mengankatnya ke dalam kamar Jayana.


"Jiejie"ucap Ara dan Ira dengan sangat terkejut.


"Kalian bawalah air di dalam mangkok dan handuk kering untuk mengompresnya gege akan membawanya ke kamar"ucap Xinyo yang langsung menggendong Jayana masuk ke dalam kamar di sana Xinyo meletakan Jayana dan menyelimutinya serta memijit tangan lalu Ara dan Ira datang membawa air yang di minta oleh kakak laki lakinya lalu Xinyo mengompres kening Jayana dengan air dingin karna tubuhnya sedikit panas mungkin ia kelelahan lalu Xinyo memanggil tabib yang tak jauh dari rumahnya sang tabib datang dan memeriksa kondisi Jayana lalu sang tabib memberikan resep obat untuk Jayana.


"Bagaimana kondisi adik saya "tanya Xinyo dengan perasaan cemas karna ia tak mau terjadi apa apa oleh Jayana karna itu tanggung jawabnya.

__ADS_1


"Tuan apakah adik anda memiliki barang atau kekuatan ajaib?"tanya sang tabib yang penasaran dengan apa yang di miliki Jayana saat ini mengapa aura murni yang sangat pekat tiba tiba bisa masuk ke tubuh Jayana dengan jumlah yang sangat besar?


"Tidak dia tidak mempunyai barang atau kekuatan karna denitianya sudah saya hancurkan beberapa hari lalu"ucap Xinyo dengan sangat jujur karna ia tak mau berbohong.


"Ada aura murni yang masuk ke tubuh adik anda dalam jumlah yang besar maka dari itu ia tak dapat menampung dengan kuat aura yang masuk dalam tubuhnya dan seketika denitian adik anda perlahan pulih anda harus cari tau mengapa ini bisa terjadi apakah adik anda pernah di beri sesuatu oleh seseorang?"tanya lagi sang tabib.


"Iya saya ingat tadi saat kami berbelanja di pasar dia di beri jepit rambut bulan sabit oleh kakek tua yang sudah meninggal karna telah membantunya menjual kain kain miliknya apakah ada hubungannya dengan jepit rambut itu lalu apa efek sampingnya?"tanya Xinyo pada sang tabib ia penasaran apa yang terjadi bila aura murni itu sampai meledak maka ia akan kehilangan Jayana.

__ADS_1


"Jepit itu sudah datang"ucap sang tabib dengan mata yang melotot kalau ada orang yang berhasil membantu kakek itu maka akan ada aura murni yang masuk kedalam tubuh penolong dalam jumlah yang besar aura itu akan membalaskan dendamnya kepasa orang yang sudah membunuh tuan mereka sebelum tuan mereka mati mereka di kumpulkan ke satu jepit rambut dan akan di berikan kepada sang penolong lalu ia akan seperti orang yang di rasuki dan menuntut balas kepada sekte Ular Putih ia akan membasmi sampai ke akarnya.


hallo aku kembali membawa episode yang menarik hari ini klian jangan lupa vote sebanyak banyak nya like like like like komen buat ninggalin jejak share kesemua temen kalian supaya mereka ikut baca juga dan follow akun author serta gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and happy reading gays


__ADS_2