Pangeran Kegelapan.

Pangeran Kegelapan.
RAGENZI SANG DEWI ULAR


__ADS_3

Setelah selesai dengn Raja Amor dan meluluh lantahkan Kerajaanya Xinyo Zue pergi ke bagian barat letak hutan Dewi Ular tersebut tinggal tak perlu makan banyak waktu Xinyo Zue sampai dalam waktu kurang dari sepuluh menit saja.Setelah sampai di sana Xinyo dapat merasakan bau yang tak sedap seperti bau anyir dan bau busuk yang menyebar di seluruh area hutan tersebut hal semacam itu membuat Sinyo Zue kurang nyaman dan di area tersebut sangat gelap karna cahaya matahari tak sepenuhnya masuk kedalam hutan tersebut setelah itu Xinyo Zue terus menyusuri hutan tersebut dan sampai lah di depan Kerajaan yang cukup menyeramkan bagi siapa saja yang melintas disana akan tetapi Xinyo tidak merasa takut sekali pun.


"Hutan macam apa ini mengapa bau anyir di mana mana"ucap Xinyo dengan dirinya sendiri ia juga penasaran dengan isi hutan tersebut ada apa saja yang ada di dalamnya.


"Apakah ini Istana sang Dewi Ular saya merasa tidak asing dengan auranya akan tetapi apakah saya pernah berjumpa sebelumnya"tanya Xinyo dengan sangat linglung apakah ia pernah bertemu dengan Dewi Ragenzi apakah tidak.


"Saya pernah dengar rumor kalau nama Dewi itu adalah Dewi Ragenzi apakah benar kalau benar aku akan meluluhlantahkan kerajaanya karna ia sudah banyak memakan manusia yang tidak berdosa"ucap Xinyo Zue yang mengepalkan kedua tangan ya dan terjadi ledakan yang sangat hebat di sekitar Xinyo hingga banyak binatang iblis yang terkejut dengan apa yang terjadi.Karna takut para binatang iblis itu memutuskan untuk tetap di dalam persembunyian mereka setelah itu Xinyo pun berjalan menuju gerbang utama Kerajaan Ular Xinyo di hadang oleh beberapa penjaga karna tidak boleh sembarangan manusia masuk tanpa persetujuan dari Dewi Ular tersebut.


"Mau apa anak manusia datang ketempat ini?"tanya salah satu penjaga gerbang utama yang menanyai Xinyo dengan tatapan yang sangat tajam dan mematikan namun Xinyo hanya merespon dengan tatapan datar lalu Xinyo menendang paksa gerbang utama namun para prajurit itu menodongkan pedang kearah Xinyo Zue namun pemuda itu tak perduli dengan apa yang terjadi karna merasa di abaikan oleh. Xinyo Zue para penjaga itu merubah diri mereka menjadi ular yang sedikit besar dan akan membinasakan Xinyo Zue dengan racun yang mereka punya.


Mereka pun mulai menyemburkan racun racun yang mematikan kearah Xinyo Zue karna sebelumnya Xinyo Zue sudah melapisi dirinya dengan sihir pelindung Dewa yang sempat ia pelajari duabulan yang lalu kadi jika terkena racun yang mematikan Xinyo akan baik baik saja.Xinyo pun menebas kepala ular itu hingga tergeletak di tanah setelah selesai dengan prajurit penjaga gerbang utama Xinyo Zue mulai melangkahkan kakinya masuk kedalam Istana Dewi Ular atau biasa di sebut dengan Dewi Regenzi.

__ADS_1


Tak perlu memakan waktu yang lama Xinyo telah sampai di depan gerbang masuk Istana Xinyo pun bertanya pada pelayan wanita yang berjalan di depanya.


"Permisi bolehkan saya tau di mana Dewi Ragenzi berada?"tanya Xinyo pada pelayan wanita itu dengan sopan karna wanita itu terlihat lebih tua darinya.


"Dewi Ragenzi saat ini sedang ada di aula utama beliau sedang mengadakan rapat pada petinggi Istana kalau mau kesana mari saya antar."ucap pelayan itu dengan sopan pula ia menawarkan dirinya untuk mengantar Xinyo menemui Dewi Ragenzi namun Xinyo menolak dengan sopan bahwa ia akan pergi sendiri karna ia tak mau merepotkan orang lain dalam urusan nya kalau tidak mendesak saja.Lalu Xinyo Zue pergi kearah yang di katakan oleh sang pelayan sembari berjalan Xinyo pun melihat ke kanan dan kirinya ia melihat ada beberapa lukisan wajah sang Dewi yang membuat Xinyo Zue merasa muak dan ia melanjutkan perjalanannya dengan fokos melihat kedepan.


Xinyo pun tiba di pintu aula utama dengan cepat para penjaga itu menyilangkan tombak mereka agar Xinyo tidak masuk kedalam dan mengganggu Dewi mereka sedang rapat namun Xinyo tetap ingin masuk dan meluluhlantahkan Istana Ular dengan segera Xinyo menebas semua kepala dari penjaga pintu aula utama dan mendobrak kasar pintu aula utama.Setelah berhasil mendobrak pintu aula utama tampaklah sosok wanita anggun yang sedang duduk di singgasananya dengan mata yang berwarna hijau cerah serta rambutnya juga berwarna hijau yang membuat penampilan nya begitu menyeramkan bagi siapa saja yang melihatnya secara langsung.


"Lepaskan semua penduduk Desa Sabit"ucap Xinyo yang mengucapkan tujuangnya secara terang terangan karna ia tak mau membuang banyak waktunya yang berharga hanya karna Dewi Ular itu saja karna masi banyak perjalanan yang harus Xinyo Zue tempuh saat ini.


"Wah wah wah lihatlah anak manusia ini begitu berani menetang Dewi Ular Dewi terkuat di wilayah ini"ucap Mentri Kerajaan itu dengan senyum meremehkan yang ia tunjukan kepada Xinyo Zue.

__ADS_1


"Katakan alasannya mengapa saya harus melepaskan Penduduk dari Desa tersebut?"ucap Dewi Ragenzi dengan santai ia ingin tau alasan apa yang akan Xinyo katakan untuk membebaskan para penduduk Desa Sabit tersebut.


"Mereka tidak boleh di jadikan tumbal untuk seseorang yang telah meminta kekayaan denganmu karna orang itu telah mati di tangan saya"ucap Xinyo Zue yang mengutarakan alasanya hal itu membuat Dewi Regenzi merasa geli dan tertawa dengan lepas seketika aura di aula utama itu mencekam dan terlihat sangat menyeramkan sangat Dewi pun turun dari singgasananya dan berjalan mendekat kearah Xinyo Zue.


"Apakah kau mau menukar nyawamu dengan mereka?"tanya Dewi Regenzi pada Xinyo Zue dengan santai sembari membeli wajah Xinyo Zue yang sangat halus itu dengan segera Xinyo mencengkal tangan Sang Dewi dan membuat sang Dewi marah kepada Xinyo.


"Beraninya anak manusia sepertimu memperlakukan Dewi Ular dengan seperti ini"bentak sang Dewi dengan kemarahan yang meluap luap dan aura membunuh yang keluar dari tubuhnya tak dapat terhitung.


"Seharusnya anda Sebagai Dewi bisa menjaga martabat anda sebagai pemimpin untuk para pasukan yang anda miliki anda melakukan ini terkesan sangat murahan dan menjijikan"ucap Xinyo dengan senyum miring yang ia tunjukan kepada Sang Dewi yang sangat marah lalu sang Dewi memperintahkan pasukanya untuk menyerang Xinyo dan ia kembali duduk di kursi singgasanannya dan ia ingin melihat seberapa kuat anak manusia yang sudah meremehkanya.


"Habisi dan bunuh dia jika perlu cicang tubuhnya dan beri makan Clue"ucap Dewi Regenzi yang memberikan saran untuk menyincang tubuh Xinyo Zue dan memberi makan Clue sang serigala yang menjadi pengikut setia dari Sang Dewi dengan segera Mata Xinyo berubah menjadi biru muda dan memgeluarkan aura dingin yang sangat pekat .

__ADS_1


*Halo aku kembali jangan lupa follow bagi yang belum like like like komen buat ninggalin jejak rate bintang lima share juga bagi yang belum vote sebanyak banyaknya gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and then happy reading gays


__ADS_2