
Tubuh semua orang yang ada di aula utama menjadi beku hingga muncul serpihan serpihan es dari langit langit atap bangunan tersebut dan merambat keseluruh dinding Istana setelah itu Xinyo pun menghancurkan satu persatu tubuh yang sudah membekas dengan ujung pedang miliknya.Sang Dewi merasa geram dengan seketika ia bisa lolos dari sihir es milik Xinyo Zue dan kini ia berubah menjadi Ular raksasa yang mempunyai lima kepala sekaligus.
"Matilah kau anak manusia"ucap Dewi Ragenzi yang terus menyemburkan racun kepada Xinyo Zue namun Xinyo dapat menghindari setiap serangan racun yang di berikan oleh Dewi Ragenzi.
"Akan ku pastikan kini Kerajaan Ular akan rata dengan tanah dan hanya tinggal nama saja"ucap Xinyo Zue yang mempercepat gerakanya serta mengayunkan pedang dengan kekuatan yang lebih tinggi lagi Dewi Ragenzi pun kelabakan dengan apa yang di lakukan oleh Xinyo Zue.
Dewi Ragenzi pun semakin marah dan ia mengeluarkan seluruh pasukan Ular yang ada di dalam cincin semesta yang ada di jari manis nya beliau mengeluarkan 100 pasukan Ular kecil yang akan menjadi tameng untuk melindungi dirinya setelah mengeluarkan mereka Dewi Ragenzi memerintahkan seluruhnya untuk menyerang Xinyo Zue namun.Xinyo Zue hanya tersenyum miring saja dengan cepat ia mengedipkan matanya dan seluruh pasukan milik Dewi Ragenzi membeku termasuk Dewi tersebut dengan cepat Xinyo melesat keatas kepala sang Dewi dan menancapkan pedang Xinyo dia atas sana seketika Istana Ular berguncang sangat hebat dan getaran tersebut sampai di desa Sabit.
Sebuah cahaya yang keluar dari atas kepala Sang Dewi tampaklah sebuah permata langka yang ada di atas kepalanya pertama tersebut berwarna hijau muda Xinyo pun mengambil permata tersebut seketetika tubuh sangat Dewi hancur bersama dengan seratus pasukan yang ia keluarkan tadi setelah sang Dewi hancur Xinyo pun keluar dan melihat apa yang terjadi selama ini Cahaya matahari tidak dapat menembus ke Desa Sabit dan Di luar Istana di sebabkan sihir pelindung yang sangat kuat untuk menutupi area tertentu saja.Xinyo pun merapalkan sebuah mantra kuno dan mendongakkan wajahnya keatas lalu ia mengepalkan tanganya setelah itu Xinyo Zue memukul ke area sihir itu dan berhasil pecah seketika cahaya matahari mulai masuk dan merambat keseluruh luar Istana dan merambat masuk kearah Desa Sabit tak lupa Xinyo pun membakar Istana itu dengan api hitam miliknya dengan seketika Istana yang begitu kokoh dan megah kini hanya tinggal nama dan rata dengan tanah setelah selesai dengan Istana itu Xinyo pun berjalan keluar menuju Desa Sabit.
__ADS_1
Xinyo pun berjalan tidak membutuhkan waktu yang lama Xinyo Sudah memasuki pintu masuk dari Desa tersebut semua orang yabg ada di sana menyambut Xinyo atas keberhasilan yang Xinyo dapatkan untuk mengeluarkan mereka dari siksaan yang selama ini mereka dapatkan.
"Terima kasih Tuan Muda atas apa yang kau lakukan maaf kami tidak memperlakukan anda dengan baik saat datang ke Desa ini"ucap pria paruh baya yang membungkukkan badanya di hadapan Xinyo karna ia telah salah menilai seseorang dengan hanya kemampuanya saja.
"Saya tidak mempermasalahkan itu itu juga sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai manusia untuk saling tolong menolong jadi jika ada seseorang yang datang ke Desa ini dengan niat baik sambutlah mereka aku akan menjadi pemilik dari Desa ini semua kebutuhan pokok saya akan tanggung semuanya dan saja juga membuatkan kalian sawah dan ladang untuk bercocok taman dan hasilnya kalian bisa jual untuk kebutuhan kalian kalian mengerti"ucap Xinyo dengan nada bicara seperti orang yang berwibawa dan ia akan menanggung semua segala kebutuhan dari warga Desa Sabit karna Desa itu saat ini tidak ada lagi yang mau manabggubg mereka.
"Kami mengerti Tuan Muda terimakasih karna telah mau menanggung semua kebutuhan yang tidak kami punya sekali lagi terima kasih"ucap pria paruh baya yang ada di hadapan Xinyo ia sampai mengeluarkan air mata karna merasa sangat terharu.
"Apa hak mu mengatur kami semua hah Raja kami masi ada dan kami tidak mau di atur oleh Pemuda asing sepertimu"ucap pria tersebut dengan nada yang sangat meremehkan lalu Xinyo mengambil tubuh seseorang dari cincin semesta miliknya dan mengeluarkannya di hadaoan orang banyak mereka cukup tercengang dan menatap tak percaya seorang pemuda asing bisa melawan kekuatan dari Raja Amor dan Dewi Ragenzi sendirian itu sangat di luar akal manusia normal setelah selesai menunjukkannya Xinyo pun memasukan kembali dan berjalan kepintu keluar desa tersebut untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya.
__ADS_1
Setelah berhasil keluar dari Desa Sabit Xinyo pun melihat kembali peta yang do berikan oleh buku Mawar Xinyo sekarang tujuan Xinyo Saat ini adalah ke Kerajaan Yang Mu di sana setelah dari Kerajaan Yang Mu Xinyo harus melewati dua desa yaitu desa Muer dan Desa Amur mereka adalah desa kembar yang pernah terjadi hanya di kerajaan Yang Mu.
"Perjalanan ku masi panjang rupanya"ucap Xinyo yang menghela nafas panjang dan terus menyusuri hutan untuk sampai di Kerajaan Yang Mu setelah berjalan dengan cukup lama dan hari juga sudah mulai malan Xinyo pun naik keatas pohon dan beristirahat sejenak sampai matahari mengeluarkan sinarnya kembali sebelum tidur Xinyo pun mengambil beberapa buah yang ada di cuci semesta ny untuk ia makan malam setelah selesai makan malam Xinyo pun memejamkan matanya dan sudah larut dalam tidurnya.
Saat mau tidur Xinyo mendengar ada suara teriakan seorang laki laki menuju tempat yang saat ini ia duduki untuk beristirahat sebenarnya Xinyo tidak mau ikut campur karna tidak ada urusan ya dengan dia Xinyo pun mencoba kembali memejamkan matanya dan mereka sudah ada di dekat tempat Xinyo beristirahat saat ini Xinyo pun merapalkan sebuah sihir transparan dan menguping semua pembicaraan dati mereka dan ia saat ini sudah terjun kebawah untuk mendengar secara langsung.
"Tolong lepaskan saya"ucap pemuda yang sudah diikat dengan seutas tali bukan dengan sihir kalau di lihat lihat dia adalah seorang anak Bangsawan dan terlihat seperti pangeran.
"Diamlah Putra Mahkota Iz Mu ini tidak akan sakit setelah kami berhasil membawamu maka bos kami akan merasa senang."ucap pria yang menggunakan baju serba hitam melihat para pria itu sedang asyik mengobrol ini kesempatan Xinyo untuk membantu Putra Mahkota Iz Mu yang diikat setalh Putra Mahkota Iz Mu bebas Xinyo menyuruhnya untuk sembunyi setelah itu Xinyo pun menjahili para pria yang memakai pakaian serba hitam itu dan mereka semua merinding ketakutan.
__ADS_1
"Apakah di hutan ini ada hantu nya"ucap pria yang lebih pendek dari tiga orang temanya lalu pria yang lebih tinggi darinya memukul kepala dari temanya yang lebih pendek darinya dan mengatakah bahwa disini tidak ada hantunya dan kejahilan Xinyo Zue masi berlanjut sampai semua semua pria aneh itu pergi dan lupa dengan Putra Mahkota Iz Mu.
*Halo aku kembali jangan lupa follow bagi yang belum like like like komen buat ninggalin jejak rate bintang lima share juga bagi yang belum vote sebanyak banyaknya gift semua hadiah yang kalian punya happy enjoy and then happy reading gays