
“Fui.”
Feng kaget. Kekasihnya kembali. Dalam wujud dia tapi dengan aura berbeda. Hitam. Xia xan xixi juga mencoba untuk melepaskan lili dari Cengkraman fui, dia wanita biasa, dari desa dan Feng jatuh cinta kepada dia. Tapi ketika itu, dia tak mendapatkan kabar dan fui. Desanya dibantai.
“Lepaskan lili.”
“Tidak akan.”
Feng mencoba mengatakan secara baik-baik kepada fui. Tapi fui tak mau. Feng tak mau melukai dia.
“Kak, bunuh wanita itu kak.”
Xia berteriak meminta kakaknya. Xia dan xixi sudah bertarung dengan FUI dan terluka. Mereka sampai tersungkur. Para dayang dan penjaga wanita yang ikut juga. Tapi mereka kalah telak dengan fui.
Feng sedang latihan. Jantungnya berdebar kencang. Dia merasakan adanya fui yang datang. Tapi anaknya juga meminta tolong. Feng langsung terbang ke sana.
“fui, lepaskan. Aku tidak mau menyakiti kamu.” Kata Feng menatap wanita itu, penuh rindu.
“Kamu sudah menyakiti aku. Dengan menikah dan membuat wanita ini hamil anak kamu, Feng.”
“bukan seperti itu yang terjadi sebenarnya. Aku sama sekali tidak mencintai lili.”
Lilo sedih sekali mendengar ucapan Feng. Hatinya sakit sekali. Padahal tadi dan soal melon, dia sudah senang. Fui tak mau melepaskan lili.
“ahhh..”
Dia malah semakin mencengkram perut lili. Feng tak punya pilihan. FUI terus menyedot energi dan aura lili juga bayinya.
Dug!
Feng terpaksa mengeluarkan kelautannya. Dia mendorong fui, hingga dia terbang jauh dari lili. Feng ingin mengejar fui. Tapi lili jatuh tak sadarkan diri. Ada darah dikakinya.
“Kak Feng, kak lili.”
Xia berteriak memanggil kakaknya. Feng kembali. Dia bisa memeriksa fui nanti. Dia menggendong lili dan segera membawa lili ke istana.
Lili di bawa ke kamarnya. Xia dan xixi yang ikut langsung memanggilkan tabib. Ratu yin dan Raja yuk sedang memeriksa istana. Mereka melihat Xia dan xixi berlarian.
“ada apa?”
Keduanya menghentikan Xia dan xixi. Xia dan xixi mencarikannya. Mereka langsung ke kamar Feng. Feng ada di sana dengan tabib. Deng diminta untuk menyalurkan energi dia untuk putri lili.
__ADS_1
Sampai keadaan putri lili jauh lebih baik. Baru keduanya berhenti.
“bagaimana putri lili dan kandungannya?” ratu yin mendekati tabib dan bertanya.
“Sudah tidak apa-apa yang mulia. Untung ada pangeran Feng.”
Tapi yang dibicarakan malah pergi begitu saja. Feng sengaja pergi dengan cepat untuk mencari fui yang dia lukai tadi. Dia ke taman itu.
Dari jejak energi fui, fui mungkin terluka, Feng merasa tadi tidak melukai fui dengan parah. Tapi dari reaksi fui, mungkin dia masih punya luka parah yang tidak Feng ketahui.
FUI terluka parah. Dia duduk di balik pohon besar. Feng berusaha mencarinya. Hingga dia menemukan sang kekasih.
“fui, maaf. Bukan maksudku-“
Tapi fui malah menepis tangan Feng. FUI memegangi dadanya yang tadi dipukul energi oleh Feng.
“Maaf, dengarkan aku. Aku jelaskan semuanya.”
FUI ingin pergi. Tapi tenaganya sangat lemas. Dia tak bisa menghindari Feng lagi. Feng berusaha mengobati lukai fui. FUI diam dan menerima energi Feng.
“Maafkan aku.”
Feng memeluk fui setelah selesai mengobati dia. Dia memeluknya. FUI menangis dan memukuli dada Feng.
“maaf, kejadiannya tidak seperti itu.”
Teman Feng yang penggembala itu tahu kisah keduanyam. FUI sudah tak punya tempat tinggal. Feng berusaha menutupi energi fui dengan energi dia. Dia ditolong dan dirawat oleh pendekar hitam. Sama seperti xixi. Bisa kehilangan kendali kapan pun. Termasuk membunuh orang.
“FUI?”
Teman Feng itu bingung, ketiak Feng datang ke rumahnya dan membawa FUI.
“Silakan masuk.”
Keadaan fui cukup kacau. Teman Feng itu meminta Istrinya untuk mengajak fui. Dipinjami baju dia dan fui mandi.
Feng menunggu diluar dengan teman pengembalanya itu. Sambil makan buah yang ada dan yang lainnya, yang sudah disiapkan oleh istri sang teman.
“Yang mulia, anda sudah punya putri lili. Bagaimana anda bisa membawa kembali FUI?”
“itu tak sengaja. Lagi pula saya tidak menjadi putri lili.”
__ADS_1
“lalu bagaimana dengan putri lili?”
Feng menggeleng. FUI keluar. Dia masih sama. Cantik. Dia duduk di sebelah Feng dan ikut makan. FUI terlihat sangat lapar.
Feng meminta tolong kepada sahabatnya itu. Kalau dia mau menitipkan FUI di sini. Untuk sementara waktu. Sampai dia mendapatkan tempat tinggal untuk FUI.
Sahabat Feng dan istrinya itu sama sekali tak keberatan. Feng mengajak fui jalan dan bicara berdua.
“Kendalikan emosi kamu dan energi kamu. Saya akan mengawasi kamu dari jauh. Saya selesaikan masalah saya dengan putri lili dulu. Saya hanya mencintai kamu. Saya janji, kita akan segera menikah setelah anak itu lahir.”
“Baik yang mulia pangeran. Saya percaya sekali dengan anda.”
Feng mengecup kening FUI. Dia harus kembali ke istana. Hari sudah mulai malam.
***
“ahh iya. Putri lili ada di kamar ku. Lebih baik aku tidur di tempat lain.”
Hari sudah malam ketika Feng sampai di istana. Dia baru mau masuk ke kamarnya. Tapi telinganya ditarik Sang ibu.
“mau kemana? Mau tidur dengan selingkuhan kamu?” ratu yin sengaja menunggu kepulangan anaknya sejak tadi.
“Bukan ibu. Aku mau tidur di kamar lain. Kan ada putri lili kan? Pasti tidak dipindahkan kan? Karena putri lili masih lemas? Kata tabib harus berbaring beberapa hari di tempat tidur.”
Feng berbalik dan mencoba menjelaskannya kepada sang ibu. Ayahnya juga ada di sana. Xixi dan Xia sepertinya sudah tidur. Feng tak mendengar suara cempreng keduanya.
“besok jangan keluar dari istana. Besok hari pernikahan dan peresmian kamu dan putri Feng sebagai suami istri.”
“hah tapi?”
Feng kaget. Dia ingin berdebat dengan ibunya. Tapi dia tahu akan percuma saja. Feng pun diam. Dia sudah punya rencana nantinya.
“Sekarang tidur di kamar. Dengan putri lili, jaga dia. Tanggung jawab, dia terluka karena kekasih kan dan dia juga sedang hamil anak kamu. Bisa-bisanya kamu tidak punya hati, kasihan atau perhatian sedikit dengan wanita yang sedang hamil anak kamu.”
Ratu yin memarahi Feng terus menerus. Dia juga ingin membela diri. Dengan mengatakan kalau dia perhatian. Soal melon. Tapi sudah lah.
Pangeran Feng ditarik ibunya masuk ke kamar.. bahkan kamarnya dipagari energi ratu yin. Sampai Pangeran Feng meninggalkan kamar, ratu yin akan tau.
“Ibu, apa harus seperti ini?”
“iya.”
__ADS_1
Keduanya pergi begitu saja. Feng terjebak di kamar dengan putri lili. Dia bisa saja kabur. Tapi ibunya mengancam. Sampai Feng lebih memilih wanitanya di luar, dia akan memerintahkan penjaga untuk mencari dan menyeretnya, dan menghukum mati dia di depan umum karena sudah melukai putri lili.