PANGERAN KEJAM 2

PANGERAN KEJAM 2
MENEMUI SANG KEKASIH ; FUI


__ADS_3

“Saya permisi dulu. Kalau butuh sesuatu, saya akan panggilkan dayang untuk ke kamar ini.”


Feng merasa malu sendiri. Dia bergegas pergi dari sana. Dia keluar kamar dan menemui datang. Feng meminta dayang masuk.


“Ada yang bisa saya bantu yang mulia putri?”


“Iya. Tolong.”


Lili pikir hubungan dia dan pangeran Feng akan jauh lebih baik. Tapi ternyata tidak. Dia berharap pangeran Feng yang membantu dia, sayang dan cinta tulus kepada dia. Tapi rasanya tak mungkin.


Lili yakin, pangeran Feng pasti ingin menemui kekasihnya dan menjelaskan tentang pernikahan ini mungkin. Hanya sebatas status saja.


Lili dibantu dayang untuk ganti baju. Setelahnya, lili merasa lapar. Jadi dia keluar untuk mencari makanan.


Xia dan xixi juga ganti baju biasa. Mereka sedang ikut latihan. Ratu yin dan raja yuk sedang mengadakan pertemuan istana.


Lili ke ruang makan istana sendiri. Dia meminta dayang dan pelayan istana untuk membawakan dia makanan. Lili diam di sana dan makan makanan yang sudah dia pesan. Dia ingin makanan berkuah, segar dan sedikit pedas.


“Kak, kak lili di sini sendiri?”


“kak Feng mana?”


Xia dan xixi selesai latihan. Kebetulan tadi mereka mau ke kamar masing-masing. Mau mandi. Tapi ada dayang yang memberitahu keduanya. Kalau lili makan siang sendiri di ruang makan. Mereka bergegas menemui lili.


“Hemm, sedang ada perlu tadi katanya. Kalian, bau ihh. Habis apa?”


“Oh iya. Maaf kak.”


Keduanya langsung menjauh. Lili sebenarnya tak masalah. Hanya saja dia mencoba menghindari pertanyaan keduanya yang membahas Feng.


“kalian mandu dulu sana. Nanti kakak jadi mual. Setelah itu kalian kemari dan temani kakak makan.”


“oh iya kak.”


Keduanya tak enak kepada lili. Jadi mereka pun pergi dari sana. Keduanya bergegas ke kamar masing-masing. Bergegas mandi dan kembali ke ruang makan istana.


Keduanya menemani lili makan.


***


Feng di perjalanan ke rumah sahabatnya yang pengembala itu. Biasanya kalau dia sedang kesal dan ingin cepat sampai. Feng lebih memilih menggunakan kekuatannya untuk terbang. Tapi kali ini tidak. Dia lebih memilih untuk jalan kaki. Sambil dia memikirkan isi otaknya.

__ADS_1


Kenapa bisa melihat lili sangat cantik, menggoda dan sangat ingin menyentuh dia.


“Aish, Feng. Buang pikiran aneh kamu. Kotor sekali.”


Padahal itu tak apa. Kan keduanya juga sudah menikah. Feng pun memukul kepalanya sendiri. Dia sampai di rumah sang temannya.


Dia mengetuk pintu rumahnya. Fui yang membukanya. Dia langsung memeluk erat Feng, lompat memeluk laki-laki yang sangat dia cintai itu.


“pangeran, anda menikah dengan tuan putri itu? Bagaimana bisa?”


“katanya hanya mau menikah dengan ku?”


Fui mencoba mengendalikan energi jahat yang ada ditubuhnya. Dia masih butuh sahabat Feng. Jadi dia tak membunuh ketiga atau bahkan salah satunya.


Terkadang, dalam beberapa waktu, energi jahat ditubuh Fui itu harus meminta korban. Menyerap energi orang lain.


“iya, maaf. Aku bisa jelaskan semuanya.”


Feng melepaskan pelukan FUI. Rasanya aneh. Dia menggandeng FUI untuk masuk ke rumah sang teman.


“Dimana semuanya?” Feng tidak melihat siapa pun di sana.


“di kebun. Di belakang, mau ke sana? Tapi kamu harus menjelaskan pernikahan itu dulu.”


“istri kedua tidak terlalu buruk. Asal kamu sangay mencintai aku kan? Lebih mencintai aku dari pada purti lili itu? Yang lemah?”


Feng mengangguk. Keduanya pun ke belakang. Feng malah menghabiskan waktu dengan fui dan di kebun sahabatnya itu. Dia ikut bercocok tanam, memetik panen buahnya. Tapi ketika melihat melon, dia malah ingat lili.


Feng ingin membawanya satu. Feng dengar dari tabib, melon sangat baik untuk ibu hamil.


Mereka juga ke sungai untuk memandikan ternak milik sahabat Feng. Ke ladang rumput untuk memberi makan kerbau sahabat Feng.


***


Ratu yin dan raja yuk sudah selesai pertemuan. Mereka keliling istana. Raja yuk mengecek para prajurit dan pertahanan negara. Ratu yin mengecek lili.


“dimana putri lili?”


Ratu yin kira lili ada di kamar Feng. Tapi tak ada. Dia bertanya pada salah satu dayang.


“Tadi di ruang makan. Tapi makan sendiri tanpa yang mulia pangeran, ratu.”

__ADS_1


“setelah itu ditemani putri xixi dan putri Xia. Mungkin mereka sedang jalan-jalan sekarang.”


“makan sendiri? Dimana Feng?”


Ratu yin kesal. Dia bergegas mencari keberadaan lili. Dia juga ingin menanyakan tentang Feng. Para dayang setia ratu yin ikut berjalan cepat mengikat ratu yin.


“Putri lili, dimana pangeran Feng?”


Ratu yin menemukan ketiganya sedang di taman belakang. Sedang melihat-lihat bunga dan memetiknya.


Lili kaget, dia yang sedang memetik bunga menoleh ke belakang. “yang mulia ibu ratu m. Pangeran Feng, itu...” lili bingung mau jawab bagaimana.


“menemui kekasihnya? Iya kan? Bagaimana bisa dia. Harus diberi pelajaran Feng itu, apa perlu kekasihnya itu juga, dasar wanita tak tahu diri. Dia itu tidak pantas untun pangeran Feng.”


Ratu yin marah-marah. Dia ingin pergi dari sana. Tapi putri lili menghentikannya.


“Ibu, jangan sakiti siapa pun ibu. Saya sedang hamil, itu tidak baik.”


“Iya juga. Tapi wanita itu, apa dia tidak punya malu? Tidak punya harga diri?”


Yang dibicarakan datangm. Dia menyapa tanpa dosa. “ibunda.”


“apa ibunda ibunda? Dari mana saja kamu? Menemui kekasih gelap kamu itu?”


Ratu yin yang kesal memukuli kepala Feng. Feng mencob menghindar dan lari dari kejaran ratu yin.


Semua melihat itum. Wibawa ratu yin jadi hilang karena Feng. Ratu yin pun diam dan menatap anak laki-lakinya itu yang bersembunyi di balik badan lili.


“ibu, hati itu tidak bisa dipaksa. Contohnya ibu, ibu kehilangan ayah dulu, bagaiamana? Apa ibu bisa jatuh cinta dengan ayanya xixi. Tidak kan? Tidak pernah kan bahkan?”


Xixi jadi sedih. Dia diam saja dan memilih pergi dari sana. Xia menatap kakaknya itu dengan kesal. Bisa-bisanya mengatakan itu di depan xixi.


“xixi.”


Xi mengejar xixi. Ratu yin juga hampir memukul Feng lagi. Tapi dia mencoba mengendalikan dirinya.


“itu hal yang berbeda Feng. Cobalah mencintai dan menyayangi lili. Dia mengandung anak kamu.”


“ibu, coba juga terima fuim. Baru aku akan mencobanya mencintai Putri lili. Bagaimana? Kalau seperti itu adik bukan?


“apa maksudnya, itu hal yang berbeda. Tak mungkin. Sudah lah, bicara dengan kamu itu susah. Ibu mau menemui putri xixi dulu. Gara-gara kamu, ish.”

__ADS_1


Ratu yin pergi dari sana. Lili malah terpikir hal yang lain. Kenapa tidak dia coba syarat dari pangeran Feng? Lili ingin pangeran Feng mencoba mencintai dia.


__ADS_2