PANGERAN KEJAM 2

PANGERAN KEJAM 2
PERNIKAHAN PUTRI XIA 2


__ADS_3

Hari ini adalah pernikahan keduanya. Putri Xia ada di kamarnya dan sedang dirias oleh para dayang.


Putri lili dan putri xixi ke kama putri Xia. Dengan putri lili yang menggendongnya pangeran long.


“Wah, bibi Xia cantik.” Putri lili memuji putri Xia.


“terima kasih kak,” putri Xia tersenyum dari balik kaca rias itu.


Tok


Tok


“Sudah selesai atau belum putri Xia siap-siapnya? Kalau perempuan, pasti siap-siapnya lama sekali.”


Itu pangeran Feng. Dia mengetuk pintu kamar putri Xia dan masuk. Dia berdiri di samping putri lili. Putri lili melirik sang suami.


“hai sayang.” Pangeran Feng menyapa putri lili dan mengecup keningnya.


Dari pagi mereka belum bertemu, karena pangeran Feng harus bangun sangat pagi dan mengecek istana untuk semua persiapan pernikahan adiknya itu.


“sini, pangeran long sama aku. Tugas aku sudah selesai,” pangeran Feng mengambil pangeran long dari gendongan putri lili.


“Iya,” putri lili pun memberikan pangeran long kepada pangeran Feng. Putri lili membantu menggandeng putri Xia untuk keluar dari kamarnya.


Putri Xia sudah selesai. Mereka ke aula istana, di sana semua sudah kumpul. Ada para tamu dari kerjaan pangeran xiao. Ada para tetua kerajaan, ada rakyat yang juga dipersilahkan datang untuk melihat pernikahan.


Kedua mempelai saling berhadapan dan menunduk, memberi hormat satu sama lain.


“saya terima, seluruh jiwa dan raga saya, untuk menjadi istri pangeran xiao. Bersama dia sampai mau memisahkan. Dalam susah mau pun senang.”


“saya juga berjanji, akan membuat putri Xia bahagia, tidak akan pernah mengkhianati dia. Selalu bersama dia dalam segala waktu.”


Keduanya telah dinyatakan resmi menjadi suami istri. Mereka meminum araknya bersama. Putri lili dan pangeran Feng yang melihat, dan berdiri bersebelahan senang sekali.


“jadi ingat pernikahan kita,” kata pangeran Feng menatap sang istri.


“Yang mana, karena dipaksa.” Ujar putri lili mengejek.


“mau menikah lagi? Dengan cinta? Upacara pernikahan lagi?” tanya pangeran Feng kepada putri lili, putri lili menggeleng.


“tidak perlu. Kan sudah ada Pangeran long, bukti cinta anda.”


Pangeran Feng mengangguk. Selesai pernikahan, dua mempelai itu meminta doa dari para tetua.


Semua rakyat diberikan makan gratis. Dari mulai di dalam istana sampai dengan di desa. Banyak makanan yang dibagikan.

__ADS_1


Hingga makan malam pertama keduanya, sang pengantin baru. Putri Xia duduk di sebelah Pangeran xiao.


“putri Xia, ambilkan makanan untuk suami kamu.” Kata ratu yin yang melihat putri Xia diam saja.


Putri Xia belum terbiasa, “ahh, iya ibu.” Putri Xia berdiri dan mengambilkan makan malam Pangeran xiao.


“Pangeran, mau makan apa?” karena tak tahu, dia bertanya kepada pangeran xiao. Pangeran xiao menunjuk apa saja yang dia mau dan putri Xia mengambilkannya.


Di sisi lain, putri lili juga memganbilkan makanan untuk pangeran feng. Pangeran long ada di kamar, masih tidur dan dijaga oleh dayang.


[Beberapa tahun kemudian]


Putri Xia belum ingin memiliki anak. Dia lebih suka ikut perang dan bertarung dengan pangeran xiao. Untuk menyelamatkan kerajaan-kerajaan yang masih ditindas oleh raja yang jahat.


Usia pangeran long kini juga sudah masuk tujuh tahun. Dia suka bermain ke desa dan dengan cia, ke rumah Sahabat Pangeran Feng juga main ke sungai, naik ke pohon. Kekuatan doa sangat luar biasa. Pangeran Feng sendiri yang melatihnya.


Dia juga suka memandikan kerbau. Persis pangeran Feng.


“sayang, pangeran long dimana?” tanya pangeran Feng yang harusnya melatih pangeran long.


“emm, tunggu.” Putri lili hampir kewalahan karena pangeran long terus menghilang dari pengawas dayang.


Dia melakukan telepati untuk memeriksa pangeran long. “di rumah sahabat kamu. Main dengan CIA. Ada apa?” lili mendapatkan keberadaan pangeran long.


“Oh. Biar aku jemput Sendiri. Sekalian mau melatih pangeran long.” Kata pangeran Feng kepada putri lili.


“kamu hamil lagi?” tanya pangeran Feng kepada putri lili.


Putri lili menggeleng, dia tak yakin. Pangeran Feng pun memutuskan untuk memanggil tabib.


“ke kamar, biar tabib yang memeriksa,” kata Feng kepada lili.


Kepala lili pusing. Feng membopong lili ke kamar. Tabib dayang. Ratu yin mendengar itu.


“bagaimana?” ratu yin juga penasaran. Dia juga ingin cucu perempuan yang lucu. Tapi tak mau memaksa Xia. Xia lebih senang di Medan perang.


“selamat yang mulia. Putri lili hamil.” Kata tabib yang membuat semuanya senang.


“Semoga perempuan kali ini. Saya senang sekali. Adik kamu sih Feng, suruh dia pulang. Jangan keliling dan perang terus.”


Ratu yin protes kepada Feng. Feng mengangguk. Dia akan memanggil Xia nanti.


“aku bahagia sekali sayang. Kamu istirahat saja, aku kabari long yang akan menjadi kakak ya.”


Putri lili mengangguk. Tabib bilang akan bisa diketahui setelah kandungan putri lili jauh lebih besar. Tapi untuk membuatnya perempuan, ratu yin bisa memberikan energi lebih ke perut putri lili. Karena ini juga masih kecil. Ratu yin pun memberikan energinya. Bisa dipastikan ini perempuan beberapa hari lagi.

__ADS_1


“Ibu, titip putri lili,” kata Feng yang mau pergi.


“Iya. Putri xixi dengan long kan?” tanya ratu yin kepada Feng.


“Biasanya iya. Coba nanti aku lihat.”


Feng ke sungai. Dia melihat long sedang main dengan CIA. Sedang memandikan kerbau. Menaiki kerbaunya. Ada juga sahabat Feng.


“yang mulia pangeran.” Sahabat Feng menyambutnya.


“long sejak tadi disini? Sejak pagi?”


“Iya.”


“saya punya kabar baik. Putri lili hamil lagi. Kemungkinan anaknya perempuan.”


“wah, selamat yang mulia.”


“Pangeran long akan menjadi kakak, mau?” tanya pangeran Feng berteriak kepada pangeran long.


“emm, tentu ayah.” Dia menjawab dari atas kerbau.


“putri xixi tidak disini?” tanya Feng melihat sekeliling.


Feng punya seorang murid. Dia seusia putri xixi. Dia sendiri yang melatihnya. Dia cukup hebat. Kalau besar nanti akan dia jadikan panglima di istana.


“Itu,” sahabat Pangeran Feng menunjuk keatas.


Feng mengecek keatas. Dia terbang. “pantas, bentah ikut main dengan pangeran long, ternyata pacaran sediri.”


Mereka juga sudah dewasa. Jadi pangeran Feng tak masalah juga kalau xixi sudah mulai suka dengan seorang laki-laki.


“Kakak, bukan seperti itu.”


“Seperti itu juga boleh, tapi apa seperti itu ya?”


“guru.”


Laki-laki dari rakyat biasa itu memanggilnya Feng guru. Dia menunduk memberi salam.


“Maaf guru, putri xixi bilang dia ingin naik ke pohon. Jadi saya temani saja.” Katanya.


Namanya tao. Dia tinggi dan tampan, dan hebat, gampang menerima pelajaran dari Feng.


“tao, fokus untuk ujian masuk istana dan menjadi prajurit lebih dulu. Kamu harus menjadi prajurit yang paling hebat dan menjadi pelindung pangeran long nantinya.”

__ADS_1


“Tentu guru.”


__ADS_2