PANGERAN KEJAM 2

PANGERAN KEJAM 2
ANAK PANGERAN FENG MENENDANG


__ADS_3

Dug!


Xia dan xixi heboh merasakan tendangan keponakan mereka. Feng yang tadinya mau pergi juga penasaran.


“Ada apa?” tanya Feng kepada kedua adiknya.


“Kak, anak kakak menendang. Kencang sekali tendangannya.”


“Iya kah? Kakak juga ingin merasakannya.”


Lili senang Feng terlihat antusias. Feng mendekati lili. Dia duduk kembali di samping lili. Feng mengarahkan tangannya kepada lili.


“Dimana aku harus menyentuhnya?” Tanya Feng kepada lili.


Lili meraih tangan Feng. Dia mengarahkannya ke perutnya dan meletakkan di tempat yang seharusnya.


Dug!


“Wahh!”


Feng terkagum-kagum karena ini. Dia sampai lupa mau menemui FUI. Feng asik main dengan lili daj perutnya. Xixi dan Xia juga.


“anaknya laki-laki kan kak?”


“Sudah punya nama untuk pangeran kecil kakak?”


Xia dan xixi bertanya kepada Feng. Feng menggeleng. Dia sama sekali belum memikirkan ke sana.


“belum.”


“kakak!”


Kedua adiknya yang kesal karena itu. Mereka hampir memukul Feng.


“Pikirkan sekarang, cari sekarang.”


“Carinya dimana? Kakak tidak tahu cara memberikan nama untuk anak bayi.”


Malah Xia dan xixi yang memarahi Feng. Feng akan bertanya kepada ibu dan ayahnya. Dia pergi dari sana.


Feng malah sibuk mencari nama. Dia menemui ratu yin dan raja yuk. Karena ingin nama yang sangat baik dan bagus untuk anaknya itu, Feng sampai meminta nasehat dari tetua.


Harusnya Feng menemui fui. Tapi dia tak jadi. Dia sibuk sendiri sampai malam. Xixi dan Xia selalu di kamar lili. Menjaga lili dan membantu lili mandi sampai ganti baju.

__ADS_1


“Kak Feng dimana? Sampai belum kembali?”


“apa masih mencari nama untuk anaknya?”


Hari sudah malam. Xia dan xixi mau kembali ke kamar mereka. Tapi mereka khawatir meninggalkan lili. Jadi mereka memutuskan untuk menunggu Feng kembali.


“Iya. Sampai tanya ke tetua. Nanti mereka akan membantu mencarikan nama. Pusing kepala kakak mencari nama untuk dia.”


Feng baru saja kembali. Dia baru masuk ke kamarnya sambil memegangi kepalanya. Dia tidur di samping lili.


“Mandi dulu yang mulia. Anda bau!” lili malah mendorong Feng.


Xia dan xixi tertawa. “kak, kami mau tidur. Mau kembali ke kamar. Awas kakak meninggalkan kak lili sendiri. Kami masih curiga dengan kekasih kakak itu. Dia bisa kehilangan kendali kan dik?”


Xixi yang lebih tahu. Dia mengangguk. Xixi sendiri juga pernah ada di hasrat seperti itu. Kehilangan kendali. Tapi karena sudah lama berlatih, hitamnya jadi abu-abu. Tak terlalu pekat.


“Nona FUI itu, masih hitam pekat kak. Hati-hati dengan dia. Apa kak Feng tidak pernah melihat dia kehilangan kendali?”


Feng menggeleng. “kakak mau mandi dulu. Kalian pergi saja. Kakak janji tidak akan pernah meninggalkan kakak ipar kesayangan kalian. Kalau pun meninggalkan dia, kakak akan memantau dari jauh. Kalian tenang saja.”


Feng ke kamar mandi. Xia dan xixi pun pergi dari sana. Lili tertidur. Feng tak lama kembali setelah mandi. Dia mengusap perut lili.


“selamat malam anak ayah. Jaga ibunda ya kalau ayah tidak ada. Bukannya kamu juga memiliki kekuatan yang luar biasa?”


Feng berkata dengan lirih. Setelahnya dia ikut tidur di samping lili. Feng baru ingat, dia pergi dari sana. Dia ke kamar FUI. Tapi ketika dia membuka pintunya, FUI malah sedang tidur. Dia tak enak kalau mengganggu. Jadi Feng kembali ke kamar dan tidur lagi di samping lili.


***


Dia tak bisa tidur. Dia jalan-jalan malam keliling istana. Dia menarik dayang yang lewat dan menyedot energinya begitu saja. Hingga datang itu tak bernyawa lagi. Dia menyembunyikan jasadnya di gudang istana.


FUI kembali cantik dan jalan-jalan seperti biasa. FUI ingin bertemu dengan Feng. Tapi Feng sama sekali tak menemui dia sejak tadi. FUI kesal sekali.


Dia ke kamar Feng. Ada penjaga di depan kamar Feng. Mereka menahan FUI.


“maaf nona, pangeran sedang istirahat dengan putri lili.”


“Saya kekasihnya. Kalian tidak tahu. Kalian akan dihukum kalau melarang saya masuk. Coba saja tanya kepada pangeran Feng dan putri lili, pasti saya dibolehkan masuk.”


Feng keluar. Dia mendengar suara fui. Dia menemui FUI dan mengajaknya jalan-jalan malam. Bicara diluar saja.


“Ada apa?”


“kenapa kamu tidak menemui ku?”

__ADS_1


“Iya maaf. Aku sibuk kesana kemari. Kamu perlu sesuatu?”


“Tidak. Hanya ingin melihat anda sebelum tidur saja. Boleh cium kening?”


Feng mengangguk. Dia melakukannya. Setelah itu mengantar Fui ke kamarnya. Tapi ketika di jalan pulang, menuju ke kamar. Feng mendapatkan laporan dari pada prajurit kalau ada beberapa prajurit dan dayang yang meninggal karena energi mereka disedot.


Feng datang untuk memeriksanya. Dia mengirimkan tameng ke kamar Putri lili. Takut kalau putri lili terganggu tidurnya dan keluar dari sana karena mendengar bahaya ini. Feng juga melindungi lili dengan tameng energinya. Agar yang membunuh dayang itu tak bisa melukai lili.


“dimana?”


Mereka ke gudang istana. Ada beberapa Feng kaget sekali.


“Cari sampai dapat yang membunuh mereka. Kalau perlu tutup gerbang istana gunakan energi kalian juga untuk menutup area atas. Agar tak ada satu pun yang keluar dari sini.”


Feng curiga dengan fui. Dia kembali ke kamar FUI. Tapi fui masih tidur dengan nyenyak. Dia lega dengan itu.


Xia dan xixi juga ratu yin dan raja yuk bangun. Mereka keluar. Tadinya mereka mau ke kamar Feng, untuk melihat kondisi lili, tapi mereka bertemu dengan Feng di luar kamar. Dia jalanan istana.


“Kak, kenapa meninggalkan kak lili. Bahaya.” Kata xia kepada Feng.


“Sudah kakak tutup kamar dengan energi kakak. Aman.” Ujar Feng kepada ke empatnya.


“ada apa sebenarnya?” tanya ratu yin kepada Feng.


Feng menjelaskan semuanya. Mereka melihat jasadnya.


“Pasti ulang kekasih kamu itu kan?”


Yin mencurigai FUI. Feng mengajak mereka ke kamar fui. Dia membuka pintunya sendiri. FUI masih tidur dengan nyenyak di sana.


“Bukan ibu. FUI masih tidur. Mungkin ada orang lain yang seperti fuj yang tak Kita ketahui.”


Semua prajurit siaga malam ini. Karena energi yang digunakan semua prajurit kerajaan terlebih energi pangeran Feng dan raja yuk untuk menjaga istanam. Energi fui tersedot lagi.


Wajahnya yang cantik hampir menua lagi. Dia keluar diam-diam dari istana sebagai orang biasa.


FUI ke desa lagi. Dia ke rumah teman gembala Feng. Dia mencari CIA dan suami isteri itu.


FUI hampir mencelakai mereka. Mau menyedot energi ketiganya.


***


Hari itu masih sangat pagi. Lili bangun. Dia merasa sangat fresh karena tidur dengan nyaman.

__ADS_1


Dia bangun dan mendengarkan ada yang minta tolong. Seorang anak kecil. Lili tak bisa mengabaikannya. Dengan kekuatan dia. Dia langsung ke tempat itu dengan cepat.


“Nona FUI, lepaskan mereka.”


__ADS_2