
“Ini.”
Feng mengupaskan buah apel untuk lili. Dia memberikannya kepada lili. Lili langsung mengambil dari tangan Feng dan memakannya.
“Aku taruh sini ya kalau mau makan lagi.”
Feng memotong kan semuanya. Lili mengapa feng dan mengangguk. Dengan mulut yang penuh apel. Feng tersenyum, lili lucu sekali.
Feng mengambil pakaian dia di lemari. Dia mengenakan jubahnya. Sampai ada yang mengetuk pintu kamar Feng.
Tok
Tok
“Siapa?” Tanya Feng dengan suara tegasnya.
“Yang mulia pangeran, ini kami, kami diminta datang untuk membawakan pakaian untuk yang mulia putri dan pangeran.”
“oh. Silakan masuk.”
Feng mempersilakan merek. Bukan hanya satu atau dua, ternyata banyak. Ada beberapa, mereka juga bawa banyak barang.
“Ada apa? Kenapa ramai sekali?” tanya Feng berbalik menatap semua pelayanan yang masuk ke kamar dia.
“Kan, hari ini, hari pernikahan yang mulia.”
“hah? Serius? Yang ibunda bilang serius?”
Feng menatap lili. Begitu juga lili. Feng mendekati lili.
“kamu mau menikah dengan saya?” tanya Feng duduk di samping lili.
Lili mau, tapi sepertinya Feng tidak mau. “terserah ibu, bukannya untuk status anak ini kan?” lili yang masih makan buah menunduk menatap perutnya.
“saya mohon yang mulia pangeran. Saya tahu, anda mencintai wanita anda. Tapi demi anak anda. Supaya status dia jelas.”
Feng terpaksa mengangguk. Feng mengangguk kepada para dayang untuk membantu lili mandi.
“yang mulia pangeran mau kemana?” Feng ingin pergi, tapi dia ditahan oleh salah satu pelayan.
“Keluar,” Feng menunjuk ke pintu, “putri lili mau mandi dan siap-siap kan?”
“yang mulia juga harus siap-siap. Lagi pula yang mulia juga sudah menjadi suami istri, kenapa harus keluar?” kata salah satu dayang yang paling tua. Feng akhirnya diam saja.
“yang mulia, yang mulia pangeran dan putri harus mandi bersama.” Kata dayang yang paling tua.
__ADS_1
“Hah. Tapi?” Feng canggung.
Lili diam saja. Dia sedang duduk diberikan minuman. Setelahnya dia diminta berdiri. Karena perut lili yang sudah besar, dayang membantu lili berdiri dari tempat duduknya. Lili yang mendengar itu kaget. Memangnya harus mandi bersama? Lili hanya menatap Feng dengan bingung.
“saya sudah mandi. Putri lili saja.” Kata Feng kepada dayang tetua itu.
“Tapi ini memang upacara dan tradisinya yang mulia.” Dia menunduk dan memohon kepada Feng.
Feng tak bisa membantah lagi. Lili menggunakan baju untuk mandi, seperti pakaian yang serba putih. Gaun tanpa luarannya.
“hati-hati.” Kata Feng yang melihat dayang menuntun lili untuk masuk ke kamar mandi.
Feng masuk ke kamar mandi lebih dulu. Setelah itu dia mengulurkan tangannya kepada lili. Dia membantu lili masuk ke dalam kolam mandi mereka.
Mereka harus duduk bersila, slaing berhadapan dayang paling tua menyiram mereka dengan air bunga. Baunya sangat harum.
Ketika lili disiram. Dia memejamkan mata. Feng tak sengaja menatap mata. Hingga ke bawah dan melihat badan lili, juga pakaian yang nempel dengan perut lili yang buncit.
Feng segera memalingkan muka. Dayang pun mengiram feng. Hingga mandi keduanya selesai. Feng memakai pakaian pengantin laki-laki khas kerajaan yuk. Putri lili juga.
Cantik.
Feng tak sengaja memuji lili dalam hati. Tapi lili memang cantik. Lili juga terpesona dengan pangeran Feng yang semakin tampan dengan pakaian pernikahan yang dia kenakan.
“Silakan yang mulia. Semua sudah menunggu di aula kerajaan.” Kata dayang memeca keheningan.
***
Sudah banyak yang berkumpul di sana. Rakyat yang ingin melihat ini semua. Para tetua dan anggota dalam istana.
“hari ini, kita akan menyaksikan pernikahan, janji suci, pangeran Feng dengan putri lili. Pangeran Feng dan putri lili dipersilakan masuk.”
Ada yang memimpin upacara. Pangeran Feng dan putri lili pun masuk ke aula. Mereka berdiri berhadapan. Saling memberi hormat dan upacara pernikahan keduanya pun di mulai.
“Mulai hari ini dan seterusnya. Hingga maut memisahkan keduanyam. Keduanya resmi menjadi suami dan istri.”
“Silakan minum araknya bersama.”
Feng dan lili saling mengaitkan tangannya, menyilangkan tangannya dan meneguk satu gelas arak itu secara bersamaan.
“silakan berciuman di depan semuanya.”
Feng dan lili kira sudah selesai. Tapi ternyata belum. Mereka saling menatap dengan canggung dan kaget. Haruskah?
Keduanya tak mau maju. Akhirnya ratu yin menarik keduanya untuk saling mendekat.
__ADS_1
“ayo.” Katanya.
Mereka mengangguk. Feng terpaksa melalukannya. Dia berbisik kepada lili.
“Saya melakukan ini untu Fui. Ibunda mengancam saya kalau tidak mau menikah dengan kamu, ibunda akan mencari fui dan mengejar dia sampai membunuh dia.”
Lili diam Saja. Feng menempelkan bibirnya ke bibir lili. Sekilas. Lili pikir akan lama. Dia sedikit menyesal.
Selesai dari sana. Semua memberi hormat dan selamatm. Acara di lanjutkan untuk memberi kado dan doa untuk yang mau melakukannya, untuk bayi yang ada di kandungan lili. Semuanya berbaris bergantian.
***
Banyak yang membicarakan itu sampai ke desa tempat fui tinggal. Di rumah teman penggembala pangeran Feng. Dia sedang membantu jualan di pasar.
“apa? Ada apa? Maksudnya pangeran Feng menikah dengan putri lili?”
“iya. Hari ini, baru saja tadi menikah.”
Fui kaget sekali mendengarnya. Dia ingin pergi ke sana. Tapi teman Feng meanahan tangan FUI.
“jangan kesana. Pangeran meminta saya menjaga anda. Semua ini dilakukan untuk anda.”
“Yang mulia ratu mengancam akan mencari dan membunuh Anda kalau tidak mau menikah dengan putri lili.”
Fui terdiam. Dia terkesan dengan apa yang Feng lakukan untuk dia. Dia tak mau berbuat gegabah. Lebih baik nanti Saja.
FUI diam dan kembali membantu melayani kedai. Dia akan menunggu malam atau besok sampai membunuh lili.
Karena dendam, energi hitam, aura hitam milik FUI jadi lebih banyak. Dia hampir tak bisa mengendalikannya. FUI beberapa kali menatap teman Feng itu, rasanya ingin menyedot energi dia, rasanya ingin menghabisi istri, bahkan anak mereka yang baru berusia enam tahun.
Tapi dia masih mencoba mengendalikannya.
***
Feng dan lili istirahat di kamar. Lili mau ganti baju dengan baju yang biasa. Tapi dia kesusahan karena perutnya yang besar.
Feng baru selesai dari kamar mandi dan mengganti bajunya selesai Jamuan istana tadi. Hari juga sudah mulai petang. Tadinya Feng mau menemui FUI dan menjelaskan semuanya. Pasti dia salah paham.
“ada apa? Ada yang bisa saya bantu?” tanya Feng Kepada lili. Feng melihat lili kesusahan.
“saya mau melepaskan jubahnya. Tapi ikatannya di belakang. Boleh minta tolong lepaskan?”
“Oh.”
Feng berdiri di belakang lili. Dia membantu melepaskan ikatan tali baju lili. Bajunya turun begitu Saja.
__ADS_1
Feng melihat pundak indah lili.