PANGERAN KEJAM 2

PANGERAN KEJAM 2
PUTRI LILI MELAHIRKAN


__ADS_3

“Kak, istrinya setelah melahirkan, tadi berjuang seperti itu tidak diberi hadiah apa pun?”


Xia dan xixi menggoda Feng. Feng bingung mau memberi apa?


“Kasih hadiah apa? Bunda?”


Feng bertanya kepada ratu yin.


“cium kening boleh. Kamu tidak pernah kan? Bibir boleh, terserah kamu mau kasih apa? Tanya ke istri kamu saja.”


Feng menatap lili.


“Apa? Kamu mau hadiah?”


Lili mengangguk.


“Sayang sama aku selamanya. Jangan ada wanita lain lagi. Sayang sama pangeran long juga.”


“Tentu. Aku sayang sama kamu. Sebenarnya sudah beberapa hari lalu. Aku merasa FUI terlalu.”


“jangan dibahas lagi Feng.” Yin memukul anak laki-lakinya itu.


“ahh iya, maaf bunda. Maaf sayang.”


Feng mencium kening lili. Xia dan xixi heboh sendiri.


Tok


Tok


Ada yang mengetuk pintu kamar Feng. Raja yuk yang ada di sana keluar untuk melihat siapa.


“sayang ada tamu dari sebrang. Dari temaot kamu, ada pangeran xiao.”


“jodohnya Xia kalau ya bunda. Namanya hampir sama.”


“Kakak.”


Feng menggoda Xia, adik perempuan dia. Xia memukul punggung kakaknya dengan kesal. Ratu yin keluar. Dia menyambut mereka yang datang. Kerabat jauhnya.


“Silakan masuk.”


Kabar lili melahirkan sudah sampai ke mana-mana-mana. Xia teroerangan. Pangeran itu memang tampan sekali. Feng menepuk pundak adiknya. Dia tahu selera adiknya itu yang tampan-tampan.


“Kan, terpesona tuh mau.” Ujar Feng menggoda Xia.


Xia melotot menatap kakaknya dengan kesal.


“Selamat ya putri lili dan pangeran Feng. Anaknya tampan sekali.”


Wanita patuh baya, seperti ibu dari pangeran xiao itu memberikan hadiah untuk lili. Juga mendoakan pangeran long.


“Terima kasih, yang mulia.”


Lili yang menjawabnya. Dari pakaiannya lili tahu, mungkin dia ratu di sebrang kerajaan.


“Siapa namanya? Boleh saya gendong?” tanya wanita itu kepada lili. Lili melirik ratu yin. Ratu yin mengangguk. Lili pun memberikan anaknya kepada wanita itu. Dia duduk di samping lili.


“Namanaya pangeran long.”


“naga yang tampan, hebat dan agung.”

__ADS_1


Lili tersenyum. Ternyata ratu itu tahu artinya. Dia melirik pangeran xiao.


“ibu juga mau. Sudah ada naga laki-laki, tinggal nada perempuannya.”


“maksud ibu?”


Xiao menatap ibunya heran. Ratu yin dan ratu xiao itu menjelaskan perjodohan yang memang sudah diatur keduanya. Untuk putri Xia dan pangeran xiao.


Putri Xia terlihat malu dan pergi dari sana.


“Perkenalan dan pendekatan dulu saja ibu. Jangan terburu-buru.”


“Tapi aku baru melihat Xia malu seperti itu. Biasanya juga dia berani.”


Feng mengatakan itu kepada lili. Lili langsung meminta Feng untuk diam.


Mereka akan menginap disini malam ini. Karena hari sudah malam baru besok akan kembali ke istana dan kerajaan mereka.


Ratu yin menyiapkan jamuan. Karena lili juga baru melahirkan, dia tak bisa ikut makan malam di ruang makan istana kerajaan.


Xia dan xiao dekat begitu saja. Mereka memiliki banyak hal yang sama-sama mereka sukai. Mereka suka membicarakan perang, pertarungan dan juga beberapa jurus dll.


“Mau coba bertarung dengan saya Pangeran?”


“putri Xia.”


Di ruang makan, dia malah mengajak bertarung. Besok katanya.


“iya, tidak masalah. Saya suka putri Xia. Sebelum-sebelumnya yang saya temui, mereka tidak seasik dan semenarik putri Xia.”


“Tunggu, berarti anda banyak berkenalan dengan wanita kan. Sementara saya belum. Say tidak mau kalah, saya mau kenalan dengan banyak lelaki dulu baru saya mau mempertimbangkan anda.”


Yin yang kesal. Tapi pangeran xiao malah tak keberatan. Dia mengangguk saja. Mereka melanjutkan makan malam.


“Besok saya akan menunggu di ruang latihan. Saya akan memberi pelajaran kepada anda. Dasar, playboy.”


Xiao malah tertawa. Dia sama sekali tak tersinggung. Xia ke kamarnya. Tapi dia tak bisa tidur. Xia ke kamar lili.


“Kakak.”


Xia masuk begitu saja. Lilii sedang memberikan asi kepada pangeran long. Ada Feng juga di sana.


“Ada apa sih? Main masuk saja mentang-mentang punya kekuatan hebat.”


Feng protes. Xia tak menghiraukan sang kakak laki-lakinya itu. Dia duduk di sebelah lili.


“kakak, jadi pangeran xiao...”


Dia menceritakan semuanya. Lili menatap feng. Dia bingung mendengarkan Xia yang ternyata cerewet.


“kalau tidak mau bilang. Biar kakak yang mengusir dia dari sini. Mau mempermainkan hati adik aku.”


Feng salah paham. Dia malah jadi marah. Feng mau pergi dari sana. Tapi tangannya ditahan oleh lili.


“Kamu itu kebiasaan, dengarkan dulu yang lengkap. Duduk lagi ayahnya long.”


Feng kembali duduk di samping lili. Dia diam dan mendengarkan cerita adiknya.


“Bibi Xia jadi suka tidak dengan pangeran xiao itu?”


“Suka kak. Tampan, tadi dia banyak wanitanya, yang dia kenal. Aku hanya tahu kakak Feng yang jelek ini.”

__ADS_1


“Ish.”


Feng kesal sekali di bilang seperti itu. Dia menonyor kepala sang adik.


“kakak, kak Feng tuh. Jahat banget, kepala aku nanti putus gimana?”


Xia mengadu kepada lili. Lili memukul lengan Feng.


“jangan gitu sih sama adiknya.”


Anaknya yang malah menangis. Lili dan Feng juga Xia pun mencoba menenangkan long.


Hari sudah semakin larut. Xia kembali ke kamar dia. Lili meminta Feng untuk mengantarkannya ke kamar. Lili khawatir.


Lili menidurkan long di sebelahnya. Feng kembali. Dia memeluk lili dari belakang tiba-tiba.


“Mau anak perempuan. Buat yuk?”


“hah?”


Lili kaget mendengar ucapan Feng. Dia baru melahirkan.


“aku bisa menyembuhkannya. Kamu juga bisa kan?”


“nanti! Aku tidak mau nanti Pangeran long merasa kasih sayangnya kurang dari aku. Pangeran itu, bisa tidak otaknya normal.”


“pasti dengan nona FUI sering melakukannya.”


“sembarangan. Tidak pernah. Memangnya saya apa? Laki-laki murahan?”


Lili dan Feng akhirnya tidur sana. Mereka saling memeluk. Long ditidurkan di tempat tudur khusus.


***


Ke esokan harinya, dia benar-benar bertarung dengan pangeran xiao.


Semua melihat itu. Xiao kagum dengan permainan dan kekutaan Xia. Dia sangat hebat. Tidak kalah dengan dirinya dan panglima laki-laki. Setara seperti itu.


Lili yang sudah sembuh dalam semalam pun ikut melihat. Dia membawa pangeran long.


Ratu yin dan raja yuk juga melihat itu. Ratu xiao juga. Putri xixi juga.


“wah, kak Xia menakutkan.” Kata xixi yang duduk di samping putri lili. Mereka melihat dari menara istana atas.


“xia marah ya?” tanya lili menatap feng di samping dia. Berdiri melihat Xia. Dia mengangguk.


“semua kekuatan dia keluar kan? Dia marah. Hahaha, tuh anak kalau sedang emosi. Wih. Mantap kekuatannya.”


Feng juga melatih Xia. Dia bangga melihat hasil latihan Xia dengan dia selama ini.


“Yang mulia putri, apa anda marah dengan saya?” xiao bertanya dibawah sambil bertarung dengan putri Xia.


“tentu. Kamu pikir hanya kamu laki-laki tampan di dunia ini. Seenaknya berkenalan dengan wanita dan menolak dia. Berapa banyak yang anda tolak?”


“tidak banyak, hampir dua puluh atau lebih.”


“yaa! Itu banyak.”


Xia kesal sekali. Dia terlalu emosi. Kekuatannya semua keluarm. Xiao mencoba menenangkan Xia. Dia memelui erat Xia dan menahan kelautan Xia yang mau dikeluarkan.


Feng segera membuat tabir untuk melindungi putri lili dan pangeran long. Debunya berterbangan.

__ADS_1


__ADS_2