
Teng!
Xia kalah dengan pangeran xiao. Dia hampir saja terhempas jauh. Sampai pangeran xiao menahan badan putri Xia. Kedua mata mereka saling bertemu.
Jantung putri Xia berdebar dengan kencang. Putri Xia segera menepis tangan pangeran xiao. Dia pergi dari sana.
“Bagaimana yang mulia putri yang cantik dan tangguh. Anda kalah dengan saya bukan? Sesuai janji anda, Anda akan menerima lamaran saya kan?”
Pangeran xiao berteriak. Putri Xia hanya mengacungkan pedangnya dan menganggukkan pedangnya.
Diatas, putri lili dan semuanya yang melihat ikut senang.
“Sepertinya pangeran xiao itu laki-laki yang baik.” ujar lili kepada pangeran Feng.
“walau pun dia punya banyak mantan kekasih?” tanya pangeran sedikit cemburu istrinya memuji laki-laki lain.
“bukan mantan kekasih. Bukannya anda yang memiliki mantan kekasih yang?” putri lili sengaja menggantungkan ucapannya.
“Iya, jangan mulai lagi.”
Pangeran long menangis digendongan putri lili. Ratu yin yang juga di sana. Di atas saja melirik sang cucu.
“kenapa menangis sayang, putri lili, itu pangeran longnys, sini sama nenek.” Ratu yin menggeleng pangeran long.
“ayo turun. Kita ke ruangan tengah, kita akan membicarakan pernikahan adik kamu.” Kata ratu yin kepada pangeran Feng.
“Ibu, ibu tidak apa-apa menggendong pangeran long sambil turun?” Putri lili khawatir.
“iya, tidak apa-apa. Kenapa? Kamu takut karena ibu sudah nenek-nenek?” tanya ratu yin kepada lili.
“Bukan seperti itu, ibu.” Putri lili jadi tak enak. Dia tak maksud menyinggung.
Tapi ratu yin hanya tertawa, “iya. Santai saja sayang, ibu tahu. Tidak apa-apa. Ibu masih bisa. Kamu saja turunnya hati-hati. Apa masih sakit setelah melahirkan kemarin?”
“Sedikit ibu.”
Pangeran Feng membantu putri lili turun. Semua berkumpul di ruang pertemuan. Ada raja yuk juga di sana. Putri Xia sedang mengganti bajunya yang kotor. Tak lama dia datang dan ikut bergabung.
Pangeran xiao menarik kursi agar putri Xia duduk di sebelah dia. Putri Xia tersenyum malu. Jujur, dia suka dengan ketampanan dan ketangguhan pangeran xiao.
“Setelah menikah, apa aku harus tinggal di istana dan kerajaan pangeranpangerantanya putri Xia menatap semuanya.
Ratu yin menatap ratu xiao. Itu semua terserah dan tergantung aturan dari kerjaan sang laki-laki.
“masih mau disini boleh. Sesuka kamu saja dan sebahagianya kamu.” Kata pangeran xiao menatap putri Xia.
__ADS_1
Putri Xia mengangguk, “masih mau disini. Kalau boleh, baru Xia mau menikah ibu.”
Ratu yin mengangguk y. Ratu xiao juga. Dia ikut saja. Pernikahan akan di laksanakan dua hari lagi, perlu memberi kabar ke kerjaan xiao juga dan persiapannya juga.
Pangeran long ada di kamarnya. Dia tidur sejak turun dari menara tempat latihan tadi.
“Mau kemana?”
Xia biasa keliling dengan xixi. Tiba-tiba ada yang mengikuti di, aneh saja. Dia menarik bajunya. Xia menoleh ke belakang.
“kak xiao. Kita mau ke kamar kak lili, mau lihat pangeran Long.” Xixi yang menjawab.
“boleh digandengkan kakaknya?” pangeran xiao berdiri di samping putri Xia. Dia malah minta izin ke xixi.
“silakan, kakak yang kiri aku yang kanan.” Ujar xixi kepada pangeran xiao.
Pangeran xiao mengangguk. Dia pun Menggendeng putri Xia. Mereka ke kamar putri lili dan pangeran Feng.
Tok
Tok
Keduanya mengetuk pintu, minta izin masuk. Pangeran Feng yang di dalam kamar mengizinkan mereka masuk.
“Ada pangeran xiao juga?” pangeran Feng kaget melihatnya.
“silakan.”
Mereka main dengan pangeran long. Pangeran long menangis di kamar terus. Dia juga sudah diberi ASI. Tapi tak berhenti menangis.
“apa mau diajak jalan-jalan ke luar kak?” Tanya putri Xia kepada lili.
“boleh.”
Lili dan Xia mengajak pangeran long, menggendong pangeran long untuk keluar kamar dan jalan-jalan. Xia yang menggendongnya. Karena dia ingin. Xia juga membantu pangeran xiao yang ingin menggendong pangeran long.
“hati-hati. Bisa kan?” Feng yang khawatir melihatnya. Dia sengaja mengeluarkan energinya untuk menjaga pangeran kecilnya itu.
“Iya kakak.” Xiao menggendong long dengan sangat hati-hati.
“Bahkan pangeran xiao terlihat lebih Lues menggendong long. Tidak seperti ayahnya.” Kata lili menggoda Feng.
“Maksudnya?” Feng tak terima.
“Saya sering main ke pasar dan sering main sama anak-anak, ada bayi dan ibu-ibu muda juga kak.” Kata pangeran xiao.
__ADS_1
“Cantik mereka.”
“Kakak aku itu, yang gendong bayi. Kakak perempuan aku kan ada empat di istana. Makannya kalau kamu masih mau disini, ya tidak masalah. Kakak aku dan suaminya masih di istana ibu juga.”
Putri Xia diam. Dia malu sekali. Apa tadi dia terdengar sangat marah, terlihat cemburu tidak.
“Cie, putri Xia marah ya? Cemburu ya sama calon suaminya lihat ibu-ibu muda cantik?” Lili menggoda adiknya.
“Enggak!”
Putri Xia memalingkan muka. Mereka jalan ke teman dan istiadat di sana. Lili membuat ayunan dari daun dan akar. Pangeran long sangat nyaman dan tenang disana. Dia tidak rewel. Ada putri Xia dan xixi, juga pangeran xiao yang mengayunkannya.
“teman anda, bagaiamana yang mulia? Apa mereka baik-baik saja?” tanya lili, yang malah asik berduaan dengan pangeran Feng.
Feng mengangguk. “berkat kamu. Untung kamu tidak apa-apa, kalau kamu kenapa-napa dengan anak saya, saya tidak tahu akan bahagaimana.”
“Untung sahabat pangeran juga tidak apa-apa. Anak kecil yang cantik itu? Dia sunggu selamat bukan?”
Feng mengangguk.
“bagaimana bisa kamu datang ke sana.”
“Mereka meminta tolong anda. Menyebut nama anda. Tapi sepertinya yang dengan pangeran long. Saya ke sana tiba-tiba saja.”
Feng mengangguk, yang dibicarakan ketiganya datang. Mereka mencari Feng dan putri lili. Tapi tak ada di kamar. Jadi mereka diantar oleh dayang.
“yang mulia putri, kami sangat minta maaf dan berterima kasih.”
Mereka bahkan bersimpuh di depan putri lili. Putri lili menahan keduanya yang mau menunduk. Dia malah memeluk istri sahabat Feng itu.
“tidak apa-apa, saya juga tidak kenapa-napa kan. Putri kalian tidak apa-apa kan?”
Lili menemui dan memeriksa CIA dengan kekuatan dia sendiri. Cia mengangguk.
Xiao bertanya kepada Xia. Ada apa. Xia menjelaskan dengan singkat. Xiao mengangguk mengerti.
“Itu, kan sudah ada pangeran long. Kita buat putri bagaiamana? Yang menggemaskan seperti kamu.”
Xiao menggodan Xia. Xia malah menyingkir dari sana. “menikah dulu.”
“Tentu.”
Feng mengenalkan sahabatnya. Sahabat Feng banyak cerita dengan lili. Feng yang suka ikut turun ke sungai, memandikan kerbaunya kalau sedang suntuk jadi pangeran.
Yang suka naik pohon tinggi dan melihat sekeliling dari atas. Hari sudah mulai gelap. Mereka kembali ke istana.
__ADS_1
Xia dan xixi malah main dengan CIA. Menggandeng cia.
“menginap disini ya kakak?” tanya xixi kepada kedua orang tua Cia.