PANGERAN KEJAM 2

PANGERAN KEJAM 2
KEKASIH PUTRI XIXI


__ADS_3

Ada pelantikan di istana. Tao datang sesuai dengan perintah pangeran Feng.


“Kak.”


Purti Xia datang karena pangeran xiao diminta pangeran Feng untuk ikut menyeleksi prajurit dan semua yang masuk.


Putri Xia menghampiri putri lili yang ikut melihat dari atas istana untuk pelantikannya.


“Hemm, ada apa?” Tanya lili melirik putri Xia. Putri Xia berbisik kepada sang kakak ipar.


“Hah? Serius?” Putri lili kaget mendengarnya.


“Kayaknya sih Kak. Coba deh.”


Putri Xia meminta putri lili untuk memegang perutnya. Putri lili malah semakin kaget.


“Sudah berapa hari?”


“dua kayaknya kak. Kok cepet banget kak gedenya, ini hari ini tiga.”


“sudah bilang ke pangeran xiao?”


Putri Xia menggeleng. “jangan ikut ke arena perang lagi. Kakak larang.”


“ihh kan. Gitu.”


“bahaya. Mau kakak kurung pakai energi kakak.”


“Ish, gak seru. Kenapa juga hamil sih.”


“seru loh, nanti dapat bayi lucu. Gak mau?”


Putri Xia diam saja. Mereka lanjut melihat pelantikan di lapangan yang ada di bawah mereka.


Pangeran long dengan putri xixi dan juga ratu yin. Mereka juga melihat para rakyat biasa yang mulai latihan dan juga pelantikan.


“itu kak tao bibi.”


Ratu yin tidak tahu soal Tao. Ratu yin bingung menatap keduanya. Putri xixi menarik tangan pangeran long agar tidak menunjuk Tao.


“yang dengan ayah dan paman kan? Kekasih bibi xixi kan?”


“hem? Kekasih bibi xixi? Iya kah? Yang mana tuh?”


Ratu yin mendengar itu. Dia mencoba melihat ke arah yang pangeran long maksud.


“Putri xixi? Benar kekasih kamu?”


“bukan ibu. Teman saja, ketemu di rumah temannya kak Feng. Teman main saja kok.”


Ratu yin mengangguk percaya saja. Ratu yin memperhatikannya dari atas. Tao adalah salah satu yang diterima. Ratu yin juga sejak tadi memperhatikan dia. Dia melihat tao cukup.


“nanti selesai pelantikan, kakak akan bilang ke semuanya.”


“Yah kak, jangan dong.”

__ADS_1


“yah kok jangan dong. Harus dong. Gak boleh membantah.”


“Ih.”


Putri Xia merasa mual. Dia membungkam mulutnya.


“gak enak teranyata hamil. Mual gini.”


Putri lili membantu menepuk-nepuknya punggung putri Xia.


Acara pelantikannya sudah selesai. Ratu yin melihat kalau laki-laki yang bernama Tao itu lolos.


“Yuk sayang, turun. Ketemu ayah sama paman, sama kakek.”


Ratu yin menggandeng pangeran long. Mereka semua turun. Hati juga sudah siang. Mereka ke ruang makan istana. Putri lili tak henti mengandeng putri Xia.


“Kak, kepalanya pusing. Aku mau istirahat aja ah. Gak nafsu makan. Tapi laper.”


Putri Xia berbisik kepada putri lili. Putri lili mengangguk. Dia mengantar adik iparnya itu ke kamar yang sudah lama putri Xia tinggalkan.


“tunggu, kakak minta dayang membuatkan minuman untuk kamu. Supaya mualnya sedikit hilang.”


“makasih kak.”


Putri Xia tiduran di ranjang dia. Putri lili keluar menemui dayang dan memberitahunya.


Setelah itu dia ke ruang makan istana. Di sana sudah ada semuanya, raja yuk, ratu yin, pangeran Feng, pangeran xiao dan juga putri xixi dan pangeran long.


“hai sayang.”


Putri lili yang baru datang menyapa pangeran long. Mencium pipinya.


“hih. Masih kecil. Masih pendek juga.”


Putri lili mengambilkan makanan untuk pangeran Feng. Tadinya dia mau mengambilalkan makanan untuk pangeran long. Tapi dia tak mau, dengan dalih dia mau ambil sendiri karena sudah besar. Tapi tangannya malah sampai.


Pangeran Feng dan pangeran xiao yang melihat itu tertawa.


“cie, yang sudah besar kan? Gak sampai tangannya.” Pangeran xiao suka sekali menggoda keponakannya itu kalau datang ke sana.


“Paman.” Pangeran long kesal sekali kepada sang paman.


Pangeran xiao membantu mendekatkan makanya. Putri xixi yang duduk di sebelah pangeran long juga membantu mengambilnya.


Pangeran long tidak mau duduk di dekat ibunya karena dia suka diciumi tiba-tiba. Dia lebih suka duduk di samping putri xixi.


“Kak, Xia mana?” tanya pangeran xiao tak melihat putri Xia.


“Di kamar. Katanya capek sedang mau istirahat. Nanti setelah makan ke sana ya, ke kamar. Ada yang mau Xia beritahu.”


“oh iya kak. Apa sekarang saja?” tanya Xiao kepada lili.


“Makan dulu saja.”


Ratu yin yang memintanya. Jadi xiao makan dulu. Putri xixi juga ikut makan dan diam saja. Sampai selesai makan.

__ADS_1


“Ibu mau tanya, siapa tao? Kata pangeran long kekasih putri xixi?”


Putri xixi sampai tersedak mendengar itu. Dia menggeleng kepada ibunya.


“bukan siapa-siapa ibu.”


“Kata bibi, kak Tao keren, tampan. Jago, bibi bilang bibi suka kakak Tao?”


“heh.”


Xixi malu. Dia langsung membungkam mulut pangeran long.


“siapa Tao?” Raja yuk yang bertanya.


“anak desa ayah. Dia anak yatim piatu. Aku yang melatihnya sendiri. Dia tinggal dengan temanku di rumahnya. Aku suruh ke sini dan ikut pelantikan. Tapi hebat kan kemampuan Tao?” tanya pangeran Feng kepada pangeran xiao.


“Emm, bagus kok. Cepat belajar juga tadi.”


“Putri xixi suka? Kelihatannya baik.”


“kakak, enggak. Cuma teman.”


“Kalau gak suka, ada dayang yang suka. Boleh berarti ya sama dayang itu.”


“kak Feng.”


Putri xixi marah sekali dengan Feng. Purti lili yang meminta Feng diam dan berhenti menggoda adiknya itu.


“jadi suka dengan Tao?” tanya putri lili kepada putri Xixi. Xixi mengangguk.


“boleh ibu? Walau pun Tao bukan dari kalangan kerjaan dan bukan pangeran?”


“akan jadi panglima disini nanti. Kakak yang jamin dan latih. Dengan pangeran xiao.”


Ratu yin mengangguk. “asal baik. Bisa bikin kamu bahagia.”


Putri xixi senang sekali. Dia memeluk ibunya dan mencium pipi sang ibu.


“soal putri Xia, putri Xia hamil. Apa anda tidak tahu Pangeran xiao? Kamu tidak pernah menyentuh perut putri Xia?”


Xiao yang mendengar itu kaget. Dia menggeleng. “beberapa hari ini memang putri Xia aneh, tidak mau dekat-dekat dengan saya kak. Apa karena takut ketahuan dan tidak dibolehkan ikut ke Medan lagi?”


“Hemm... Dia bilang iya. Makannya belum bilang.”


Pangeran xiao langsung ke kamar putri xia. Ratu yin juga, semuanya ikut ke sana. Mereka mau lihat dan mau memastikan keadaan putri Xia.


Putri Xia sedang tidur. Pangeran xiao mengusap perut putri Xia dan mencium keningnya.


“Aku mau tetap ikut keliling kamu loh ya. Gak mau kamu sendiri. Nanti diluaran sana sama cewek-cewek cantik lagi.”


Xia terbangun. Dia meminta itu kepada xiao. Xiao melirik semuanya. Dia tak mungkin mengajak Xia keliling juga kan untuk memantau semua kerajaan.


“Iya saja dulu.” Lili memberikan isyarat.


“Iya.” Pangeran xiao pun akhirnya mengangguk dan mengiyakan saja.

__ADS_1


“selamat ya kak. Kita bakalan dapat dua sekaligus nanti.” Kata xixi kepada Xia. Xia mengangguk dan tersenyum kepada xixi.


“sudah kenal kekasih adik kamu belum?” tanya ratu yin kepada Xia. Xia penasaran sekali. Mereka malah jadi menggoda putri xixi.


__ADS_2